NU Online Bolehkan Kafir Menjadi Pemimpin, Ini Tanggapan Redaksi NU Garis Lurus

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Entah apa yang diinginkan oleh redaksi website resmi NU http://m.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,59-id,63567-lang,id-c,bahtsul+masail-t,Memilih+Pemimpin+Non+Muslim++Bolehkah+-.phpx. Menjawab pertanyaan orang muslim yang kebetulan tinggal di Jakarta, Redaksi yang mengatasnamakan jawaban bagai seorang mufti bernama ‘Alhafiz Kurniawan’ mencoba menggiring penanya dan menjawab bahwa hukum pemimpin non muslim (baca kafir) adalah terjadi perbedaan pendapat dan sang mufti NU Online ini mencoba untuk menguatkan pendapat dzimmi (Orang kafir yang membayar pajak kepada negara Islam dan mendapat perlindungan dari negara) boleh menjadi wazir atau pejabat negara hingga legitimasi bolehnya pemimpin Non Muslim (kafir red).

Tanggapan Redaksi NU Garis Lurus

Sungguh sangat miris sekali kondisi pemikiran para pemegang website resmi NU. Bukankan NU masih Nahdlatul Ulama?

NU Online demi memperbolehkan pemimpin kafir lalu mengkritik terjemahan Al Qur’an yang banyak menulis makna والي yang biasanya diberi makna ‘pemimpin’. NU Online lebih memilih makna yang mereka sukai yaitu ‘teman dekat’. Kenapa tidak memilih dua makna saja? Bukankan teman dekat dan pemimpin kafir sama -sama haram? Inilah kesalahan total NU Online.

Mereka meminta membuka tafsir? Baik. Kami akan berikan tafsir yang membahas Ahkam atau hukum -hukum yang terkandung dalam Al Qur’an yaitu kitab tafsir Al Jamii’ Li Ahkam Al Qur’an ‏ﺍﻟﺠﺎﻣﻊ ﻷﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ، ﻭﺍﻟﻤﺒﻴﻦ ﻟﻤﺎ ﺗﻀﻤﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺃﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﻔﺮﻗﺎن yang ditulis Imam ﻟﻤﺆﻟﻔﻪ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺑﻮ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺃﺣﻤﺪ ﺍﻷﻧﺼﺎﺭﻱ ﺍﻟﻘﺮطبي.

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰَّ ﻭﺟﻞَّ :﴿ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻟَﺎ ﺗَﺘَّﺨِﺬُﻭﺍ ﺑِﻄَﺎﻧَﺔً ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻧِﻜُﻢْ ﻟَﺎ ﻳَﺄْﻟُﻮﻧَﻜُﻢْ ﺧَﺒَﺎﻟًﺎ ﻭَﺩُّﻭﺍ ﻣَﺎ ﻋَﻨِﺘُّﻢْ ﻗَﺪْ ﺑَﺪَﺕِ ﺍﻟْﺒَﻐْﻀَﺎﺀُ ﻣِﻦْ ﺃَﻓْﻮَﺍﻫِﻬِﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﺗُﺨْﻔِﻲ ﺻُﺪُﻭﺭُﻫُﻢْ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﻗَﺪْ ﺑَﻴَّﻨَّﺎ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟْﺂﻳَﺎﺕِ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ ﴾ ‏[ﺁﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ : 118 ‏].
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﺮﻃﺒﻲُّ: ” ﻧَﻬﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺑِﻬﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ ﺃﻥ ﻳَﺘَّﺨِﺬﻭﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﻜُﻔَّﺎﺭ ﻭﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻷﻫﻮﺍﺀ ﺩُﺧﻼﺀَ ﻭﻭُﻟَﺠﺎﺀ ﻳُﻔﺎﻭﺿﻮﻧﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻵﺭﺍﺀ، ﻭﻳُﺴﻨﺪﻭﻥ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﺃﻣﻮﺭَﻫﻢ. ﺗﻔﺴﻴﺮ “ﺍﻟﺠﺎﻣﻊ ﻷﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ” ﻟﻠﻘﺮﻃﺒﻲ ‏( /4 179‏)

Berkata Imam Qurthubi dalam tafsir Surat Ali Imron:118 “Allah melarang/mengharamkan dengan ayat ini kepada kaum mukminin yang menjadikan orang -orang kafir, yahudi, dan ahlu ahwa yang menuruti hawa nafsunya hingga haram kaum mukminin menyerahkan pendapat -pendapatnya kepada mereka dan haram menyerahkan urusan -urusannya kepada mereka. (Juz 4 Hal. 179).

Lihatlah menyerahkan pendapat, perkara dan urusan mereka saja haram apalagi menjadikan pemimpin? Bukankan ulul amri adalah pemimpin? Dan lafadh اﻷمور adalah jama’ dari اﻷمر? Sebagaimana اﻷولياء adalah jama’ dari Wali yang di mana ada Waliyul Amri yang artinya pemimpin dan Wali Allah yang artinya kekasih? Jadi haram kekasih dan pemimpin kafir? Kenapa redaksi NU Online seperti tidak pernah belajar ilmu shorof dan nahwu di Pesantren?

Ijma’ Ulama

NU Online mengklaim Al Mawardi membolehkan pejabat wazir yang berada dalam bawahan pemimpin Islam sebagai DALIH dan KETIDAK JUJURAN ILMIAH sebagai legimitasi membolehkan pemimpin kafir. Lihatlah pendapat yang benar Imam Mawardi soal pemimpin:

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﺎﻭﺭﺩﻱُّ: ” ﺍﻹﻣﺎﻣﺔ ﻣﻮﺿﻮﻋﺔٌ ﻟِﺨﻼﻓﺔ ﺍﻟﻨُّﺒﻮﺓ ﻓﻲ ﺣﺮﺍﺳﺔ ﺍﻟﺪِّﻳﻦ ﻭﺳﻴﺎﺳﺔ ﺍﻟﺪُّﻧﻴﺎ، ﻭﻋﻘﺪﻫﺎ ﻟِﻤﻦ ﻳﻘﻮﻡ ﺑﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻷُﻣَّﺔ ﻭﺍﺟﺐ” ‏[ ﺍﻷﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﺴُّﻠﻄﺎﻧﻴﺔ ﺹ ٥]

Kepemimpinan diletakkan untuk mengganti kedudukan nubuwwah dalam menjaga agama dan politik dunia. Dan mengangkat pemimpin bagi ummat adalah wajib. (Ahkam As Sulthon hal. 5).

Berikut ini penjelasan ijma’ imamah atau kepemimpinan harus ditangan muslim dari Imam Nawawi Asy Syafi’i yang menukil pendapat Qodli Iyadh.

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﻋﻴﺎﺽ: “ﺃﺟﻤﻊ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀُ ﻋﻠﻰ ﺃﻥَّ ﺍﻹﻣﺎﻣﺔ ﻻ ﺗﻨﻌﻘﺪ ﻟﻜﺎﻓﺮ، ﻭﻋﻠﻰ ﺃﻧَّﻪ ﻟﻮ ﻃﺮﺃ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﺍﻧﻌﺰﻝ، ﻭﻛﺬﺍ ﻟﻮ ﺗﺮﻙ ﺇﻗﺎﻣﺔَ ﺍﻟﺼَّﻠﻮﺍﺕ ﻭﺍﻟﺪُّﻋﺎﺀَ ﺇﻟﻴﻬﺎ”. ﺷﺮﺡ ﺻﺤﻴﺢ ﻣﺴﻠﻢ” ﻟﻠﻨﻮﻭﻱ ‏(6/ 315‏).

Berkata Qodhi Iyadh: Ulama telah bersepakat Ijma’ bahwa kepemimpinan tidak sah diberikan kepada orang kafir. Dan jika muncul dari seorang pemimpin kekufuran maka otomatis dia harus dipecat. Begitu juga jika dia meninggalkan sholat dan tidak mengajak melaksanakan sholat (Syarakh Shohih Muslim juz 6/315)

Berikut ijma’ yang ditegaskan Ibnu Hajar Al Asqolani Asy Syafi’i dalam Syarakh Shohih Bukhori.

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺣﺠَﺮ : ﺇﻥَّ ﺍﻹﻣﺎﻡ “ﻳﻨﻌﺰﻝ ﺑﺎﻟﻜﻔﺮ ﺇﺟﻤﺎﻋًﺎ، ﻓﻴَﺠِﺐ ﻋﻠﻰ ﻛﻞِّ ﻣﺴﻠﻢٍ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡُ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ، ﻓﻤَﻦ ﻗﻮﻱ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻓﻠﻪ ﺍﻟﺜَّﻮﺍﺏ، ﻭﻣَﻦ ﺩﺍﻫﻦ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺍﻹﺛﻢ، ﻭﻣﻦ ﻋَﺠﺰ ﻭﺟﺒَﺖْ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻬﺠﺮﺓُ ﻣﻦ ﺗﻠﻚ ﺍﻷﺭﺽ”. ﻓﺘﺢ ﺍﻟﺒﺎﺭﻱ /12/ 123.

“Seorang pemimpin akan tercopot/terpecat secara otomatis sebab kekufuran. Dan ini adalah pendapat ijma’. Maka wajib bagi setiap muslim untuk berdiri mencoba menggulingkan pemimpin kafir. Barangsiapa mampu melakukannya maka dia mendapat pahala dan siapa yang menyerah tanpa melawan dia berdosa. Dan siapa yang lemah maka wajib hijrah dari daerah tersebut. (Fath Al Bari juz 12/ 123).

Sungguh ini bukti bahwa pemikiran liberalisme dan sikap kaum munafikin sudah menjangkiti parah para pemegang website resmi NU Online.

Wallahu Alam


Artikel Terkait