Mantap! Fraksi Partai Islam Usul Pelarangan Minol/Miras Secara Menyeluruh

Shortlink:

image

Mustasyar PBNU dan ketua majelis Syariah PPP KH. Maemoen Zubair Bersama Ketum PPP Djan Farid.

NUGarisLurus.Com – Akhirnya ada juga wakil rakyat di DPR RI yang mau menyuarakan aspirasi umat Islam untuk melarang minuman beralkohol (minol) alias miras alias khamr alias minuman syetan.

Pansus Minol : PPP Usulkan Pelarangan Menyeluruh Minuman Beralkohol

Ketua pansus minuman beralkohol (Minol) Arwani Tomafi menyatakan, rapat perdana yang digelar Pansus kali ini bertujuan mendengarkan pengusul dari Fraksi PPP yang disampaikan Arsul Sani. Selanjutnya membahas jadwal kerja pansus selama tiga kali masa sidang.

Meski rapat tersebut fokus kepada penentuan jadwal kerja pansus, Arwani mengungkapkan apa yang diusulkan oleh fraksi PPP. Ia mengatakan, PPP mendorong pelarangan secara menyeluruh tentang minol. Mulai dari produksi, konsumsi, distribusi, penjualan segala jenis minol, dengan pengecualian hal-hal yang bersifat khusus.

Pengecualian itu misalnya, kepentingan pariwisata, lalu kawasan wisata khusus, kepentingan medis dan lain-lain yang diatur dalam peraturan pemerintah. ”Prinsipnya adalah pelarangan,” kata Arwani usai menjalani rapat pansus di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (17/11).

Tapi, Arwani menuturkan, ada juga masukan agar semangatnya adalah pengendalian dengan bentuk pembatasan secara ketat, baik itu produksi, peredaran dan konsumsi minol.

Terkait jadwal, Arwani menjelaskan, agenda kerja pansus selanjutnya diawali raker dengan pemerintah pada 26 November. Dalam raker diagendakan penjelasan pansus terkait dengan RUU Minol, serta meminta pandangan pemerintah. Selain itu juga  menyerap aspirasi dengan seluruh komponen masyarakat.

”Pansus akan membuka lebar-lebar peran serta masyarakat dari seluruh pihak, baik dari pemerintah, LSM, ormas, dan dari kalangan manapun, termasuk asosiasi pengusaha hotel dan minuman keras,” ujar dia.

Menurut anggota badan legislasi DPR tersebut, ruang lingkup kerja pansus antara lain, bulan November sampai Desember, diputus masa reses sekitar dua pekan. Kemudian lanjut lagi rapat dengar pendapat sampai awal Maret yaitu rapat kerja dengan pemerintah. 

Pemerintah sendiri akan menugaskan enam menteri terkait hal ini. Di antaranya menteri perdagangan, perindustrian, agama, kesehatan, keuangan dan Menkumham untuk menerima DIM (Daftar Inventarisasi Masalah) dari pemerintah.

Setelah itu, dilanjutkan membentuk panja bersama dengan pemerintah dalam raker kedua pada 10 Maret. ”Mudah-mudahan Juni sudah bisa dijadwalkan pembahasan tingkat dua,” ungkap Arwani.

[Rol/NUgl]

Kenapa Khomr Minuman Keras Punya Banyak Nama?

Sungguh benar sabda nabi Muhammad Shollahu ‘Alaihi Wasallama.

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﺍﻟْﺄَﺷْﻌَﺮِﻱِّ , ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: ” ﻟَﻴَﺸْﺮَﺑَﻦَّ ﻧَﺎﺱٌ ﻣِﻦْ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮَ , ﻳُﺴَﻤُّﻮﻧَﻬَﺎ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺍﺳْﻤِﻬَﺎ (صحيح رواه ابن ماجه)

“Dari Abi Malil Al Asy’ari, Berkata Rasulullah Shollahu Alaihi Wasallama: Seseungguhnya sebagian ummatku akan meminum Khamr. Mereka MEMBERINYA NAMA DENGAN BUKAN NAMANYA (Shahih. HR. Ibnu Majah)

khamr atau minuman keras, atau minuman berakohol (minol) sekarang istilahnya “narkoba” (narkotika, obat-obat terlarang/ keras, dan alkohol) maka sungguh telah merajalela. Baik dijual belikan, maupun diminum. Itu terjadi di mana-mana di sebagian besar negara di dunia sementara pemerintah pura -pura melarang tapi memberikan izin kepada pabriknya untuk produksi yang penting bayar pajak. Khamr itu dinamai dengan sebutan yang bukan namanya, supaya dianggap halal meminumnya, menjualnya, dan memakan harganya. Ada yang dinamai minuman kesegaran jiwa, ada yang dinamai bir, nabidz, wisky dan lain-lain, dengan nama-nama yang dihiasi dengan bunga-bunga secara lahiriah, namun isi di dalamnya mengandung dosa dan kefasikan.


Artikel Terkait