Liberal Kanan Kiri, Mantan Koordinator JIL Ini Akhirnya Justru Masuk Wahabi

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Mantan koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL) Indonesia Timur Samsi Pomalingo akhirnya justru masuk wahabi. Samsi Pomalingo juga pernah menjadi ketua Lakpesdam NU Gorontalo, sebuah lembaga milik NU yang pernah dipimpin dedengkot JIL Ulil Abshor Abdalla.

Website resmi organisasi wahabi wahdah Islamiyah mengklaim, Samsi sudah masuk tauhid dakwah salaf mereka. Berikut ini kutipan berita yang dilansir resmi dari website wahdah Islamiyah.

Pak Samsi, demikian sapaan akrabnya oleh rekan dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo. Dosen muda yang bernama lengkap Samsi Pomalingo ini, sangat dikenal dengan pemikiran liberalnya yang nyeleneh, tidak hanya para akademisi dan mahasiswa tetapi juga masyarakat umum, lewat tulisan-tulisan beliau di media massa dan berbagai jurnal.

Mengenal pemikiran kiri sejak mondok di Pesantren Hubulo Gorontalo lewat buku- buku yang ditulis oleh Abdurrahman Wahid (Gusdur). Pemahaman dan perilaku liberalnya semakin meningkat setelah melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Manado, mulai dari mengoleksi buku- buku liberal hingga berceramah di gereja.

Akibat perilaku liberalnya ini, Pak Samsi diberi rekomendasi oleh salah seorang pastor yang berpengaruh di Yogyakarta saat itu untuk melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada program studi perbandingan agama, Center for Religious and Cross Cultural Studies (CRCS). Saat kuliah di UGM, beliau mulai aktif bergabung dengan komunitas utan kayu, ngaji bareng dengan tokoh-tokoh Jaringan Islam Leberal (JIL) Indonesia dan aktif ‘berdakwah’ dengan menulis artikel-artikel liberal yang di publish di media massa.

Tokoh muda Gorontalo yang sempat menjadi atheis ini pernah diamanahi jabatan sebagai koordinator JIL Indonesia Timur. Selain di Jaringan Islam Liberal, beliau juga dipercaya sebagai direktur Forum Komunikasi Lintas Iman (FORKASI) dan membina ratusan mahasiswa. Terakhir, 2013 beliau diberi kesempatan mengikuti Internasional Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat bersama dengan tokoh-tokoh liberal asal Indonesia.

Alhamdulillah, Juli 2015 bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1436 H beliau mendapat hidayah dari Allah subhanahu wa ta’ala , berislam dengan benar dan meninggalkan pemahaman liberal. Demikian kisah ‘perjalanan spritual’ Pak Samsi yang disampaikan dihadapan pengurus, kader dan simpatisan Wahdah Islamiyah Gorontalo dalam kegiatan Silaturahim Akbar, Ahad (1/11). Dalam kesempatan ini juga beliau bermohon untuk bergabung bersama Wahdah Islamiyah, sebagai wasilah dakwah. Permintaan beliau langsung disambut oleh ketua DPW WI Gorontalo, Ustad Ishak A.R Bakari, Lc, M.Fil.I.

Tanggapan NU Garis Lurus

Meminjam istilah dari bahasa Ustad Muhammad Idrus Ramli, aliran wahabi adalah liberal kanan sedangkan JIL atau liberalisme adalah liberal kiri. Jadi dua kutub ekstrim yang mengaku Islam ini bermusuhan begitu keras hingga tidak mustahil akhirnya berteman.

Sebut saja tokoh liberal Sumanto Al Qurthubi penulis ‘Lubang Hitam Agama’ yang hari ini justru mencari uang di negeri wahabi Saudi bahkan menjadi dosen. Pemimpin JIL Ulil Abshor Abdalla sendiri juga pernah menimba ilmu dan sempat kuliah di lembaga bercorak wahabi LIPIA pada tahun 1988 sampai 1993. Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) adalah lembaga pendidikan yang mengajarkan ilmu tentang agama Islam bercorak wahabi yang berada dibawah naungan Universitas Islam Muhammad bin Sa’ud Riyadh Saudi Arabia. Wallahu Alam


Artikel Terkait