Kyai Luthfi & Para Ulama Desak PWNU Jatim Kawal Proses Hukum Sandal Penghina Allah

Shortlink:

image

Pengasuh PP Sidogiri Hadhrotussyaikh KH. Nawawi Abdul Jalil Bersama Imam Besar NU Garis Lurus KH. Luthfi Bashori

NUGarisLurus.Com – Pengasuh Pesantren Sidogiri KH. Nawawi Abdul Jalil dan paa ulama menggagas ‘Audiensi Ulama Di Kantor PWNU Jatim Tentang Sandal Penista Agama’ yang telah melecehkan lafadh Allah.

Hadir dalam pertemuan terbatas ini kamis, 5 November 2015 para ulama sepuh dan senior para kyai dan habib dari kota Pasuruan antara lain KH. Nawawi Abdul Jalil, KH. Ahmad Subadar, Habib Taufiq Assegaf, dan KH. Mujib Imron.

Dari Malang hadir Imam Besar NU Garis Lurus KH. Luthfi Bashori dan beberapa ulama lain. Sedangkan dari PWNU diwakili oleh Ketua PW KH. Mutawakkil Alallah, Wakil Ketua KH. Jazuli Nur, KH. Ali Masyhuri dari Tulangan dan beberapa pengurus lainnya.

image

Setelah pembukaan, Habib Taufiq Assegaf mengawali untuk menyampaikan tujuan kedatangan para ulama ke kantor PWNU Jatim, yaitu meminta agar PWNU Jatim ikut aktif menuntut pihak Pabrik Sandal Penista Agama, segera ditutup secara resmi lewat proses hukum yang berlaku.

Berikutnya Imam Besar KH. Luthfi Bashori menyambung pandangannya, agar PWNU mengadakan pertemuan dengan pihak Polda, dan menyampaikan keseriusan tuntutan para Ulama yang mewakili umat Islam, agar Polda dan jajarannya lebih serius lagi dalam memproses hukum penistaan agama terhadap Pabrik Sandal Glacio.

Sesepuh NU yang juga anggota majelis AHWA Muktamar Jombang, KH. Ahmad Subadar menyampaikan pandangannya sesuai dengan kaca mata syariat.
Intinya kejadian sandal penista itu termasuk perbuatan munkarat (kemungkaran) dan NU sebagai lembaga keagamaan wajib hukumnya untuk mengingkarinya dan ikut aktif bernahi munkar terhadap masalah sandal Glacio.

Adapun dari PWNU Jatim menyatakan, bahwa setelah pihak pabrik menyatakan permintaan maaf secara terlulis kepada umat Islam yang dilewatkan PWNU, dan PWNU menerima lembar pernyataannya itu, maka sekalipun umat Islam dapat memaafkannya, namun jika ada pihak yang akan menuntut secara hukum, maka tetap sah-sah saja, dan sudah ada pihak ormas yang secara resmi melaporkan kasus sandal ini kepada pihak yang berwajib.

Lantas para ulama meminta agar PWNU ikut mengawal proses hukum yang dimaksud, dan pihak PWNU menyanggupinya. Rencananya, dalam waktu secepatnya PWNU akan mengadakan audensi dengan pihak Polda Jatim untuk membicarakan ulang masalah sandal ini, sekalipun info yang sudah masuk, bahwa penyelidikan dan pemeriksaan oleh aparat terhadap pihak pabrik,  hingga saat ini masih terus berlanjut.

Acara ini ditutup doa yang dipimpin oleh KH. Nawawi Abdul Jalil, pengasuh pesantren Sidogiri Pasuruan yang mana beliau termasuk sebagai pemrakarsa acara audensi ini. Wallahu Alam


Artikel Terkait