Walikota Bogor Bima Arya Resmi Larang Syiah, Liberal Ngamuk!

Shortlink:

image

image

Surat Edaran yang ditandatangani Walikota Bogor Bima Arya yang melarang kegiatan Agama Syiah di Kota Bogor. [NUGarisLurus.com]

Liberal Ngamuk

Tokoh liberal Zuhairi Misrawi tidak terima Wali Kota Bogor Bima Arya melarang syiah. mantan caleg DPR dari PDIP tersebut prihatin dengan Bima Arya yang akhirnya dengan memalukan Zuhairi Misrawi salah sebut dan menganggap Bima Arya adalah wali kota Depok.

“Saya tdk habis pikir, sahabat saya Bima Arya, Walikota Depok menjadi pemimpin yang anti-pluralisme dgn menolak perayaan Syiah @BimaAryaS,” katanya.

melalui akun @zuhairimisrawi Zuhairi melanjutkan, “KotabBogor melarang perayaan Syiah, apa Bogor sdh menjadi bagian dari Arab Saudi? @ BimaAryaS.”

Sontak saja, para penghuni lini masa banyak yang meluruskan pernyataan tersebut. “Bima Arya itu Walikota Bogor bro @zuhairimisrawi bkn Depok.Walikota Depok itu Nur Mahmudi Ismail,” ujar akun @Umar_Hasibuan.

Akun @GianGolwa menyindir pengetahuan Zuhairi yang kini berstatus sebagai anggota Tim Transisi, yang bertugas mengelola sepak bola Indonesia setelah FIFA menjatuhkan sanksi PSSI.

“Pantes PSSI makin ancur, team transisinya gak tau depok ama bogor,.. @ zuhairimisrawi cc @ypaonganan.”

Akun @frans_surya juga tidak ketinggalan menyindir Zuhairi. “Saking bencinya dgn partai tertentu. Sampai2 @ BimaAryaS dibilang walikota Depok *GoblokTanpaBatas* @zuhairimisrawi.”

Setelah itu tokoh liberal ini merubah statemennya.

“Catatan saya, Walikota Bogor @BimaAryaS merujuk pada fatwa MUI bukan UUD 1945 dlm melarang perayaan Syiah.” Tutupnya.

Sementara itu selain Zuhairi Misrawi, Tokoh liberal yang juga Wakil Ketua PCI NU Amerika Serikat Akhmad Sahal menyatakan keberatannya atas Surat yang ditandatangani oleh Walikota Bogor Bima Arya. Menurutnya ini adalah suatu kemunduran dalam toleransi umat beragama.

Pak @BimaAryaS melarang Syiah? Dari sudut NKRI: Ngawur. Dari sudut Islam: Picik. Dari sudut Paramadina: Malu2in. https://t.co/V6WX0EdjW1 — akhmad sahal (@sahaL_AS) October 23, 2015.

Standar Ganda Liberal

Standar ganda kembali dipertontonkan oleh komunitas Islam Liberal, yang hari ini ramai ramai menyerang Walikota Bogor Bima Arya di social media akibat beredarnya surat pelarangan perayan hari raya Asyura (hari raya kaum Syiah) dikota Bogor.

Mereka ramai -ramai menjual kalimat Plurarisme, keberagaman serta menganggap sikap sang walikota bogor melanggar UUD 1945.

Diluar itu semua, aksi standar ganda para komunitas Islam Liberal sangat terasa, ketika apa yang dilakukan seorang walikota Bogor Bima Arya lantas tidak berlaku kepada apa yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau AHOK yang melarang pengajian di Monas.

Aneh memang apa yang dipertontonkan para komunitas Islam Liberal dengan sikap standar gandanya; mereka protes dan kritik habis habisan apa yang dilakukan oleh Bima Arya walikota bogor tetapi tidak melakukan tindakan apa -apa alias tidak protes dan kritik kepada sikap AHOK yang jelas dan terang benderang menolak pengajian di Monas.

Komunitas Islam Liberal, akan terus melakukan aksi standar gandanyaapabila kepentingan dan kumpulan sebarisannya yang sesat dan menyimpang mengalami gangguan atau dihambat perkembangannya; sementara untuk pihak diluar komunitas mereka atau tidak sepemikiran mereka; mereka akan bersikap masa bodoh malah cenderung ikutan memperkeruhnya.

Wallahu Alam


Artikel Terkait