Wakil Rais Syuriah PBNU Tegur NU Garis Lurus, Ini Jawaban Kami

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Wakil Rais ‘Amm NU KH. Miftakhul Akhyar berbicara banyak saat wawancara dengan majalah Aula edisi baru Oktober Bulan ini, Soal tanggapan tentang banyak pesantren dan pengurus daerah mufaroqoh dari PBNU dan sebagainya.

Yang paling harus ditanggapi adalah KH. Miftakh menegur ‘NU Garis Lurus’. Kyai Mif menyangka bahwa selama ini NU Garis Lurus sedang berdakwah dan mengingatkan agar jangan keras karena mendekati khawarij. rupanya Kyai Mif sebagai tokoh panutan belum bisa membedakan antara dakwah dan hisbah atau ikhtisab احتساب. Yaitu Amar Makruf Nahi Munkar. Padahal seorang kyai NU di kampung yang sudah terbiasa membaca ‘Bab Hisbah’ dalam Kitab Imam Al Ghazali Ihya’ Ulumuddin, kitab panutan Aswaja bukan kitab panutan sekte Khawarij akan bisa membedakan antara dakwah dan hisbah.

Lalu Bagaimana Hisbah atau Ikhtisab احتساب Yang Dilakukan Oleh Nabi ? Apakah Lembut Seperti Dakwahnya ? Atau Tegas Sesuai Tempatnya ? Atau Terkadang Keras hingga dituduh khawarij ?

ﻭﺃﻣَّﺎ ﺍﻹﻧْﻜﺎﺭ ﺑِﺎﻟﻠِّﺴﺎﻥ، للمعصة والضلالة  ﻓﺴُﻨَّﺘﻪ – ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ – ﻭﺳﻴﺮﺗُﻪ ﻣﻠﻴﺌﺘﺎﻥِ ﺑِﺬﻟﻚ، ﻭﻛﻞُّ ﻣﺎ ﻧَﻬﻰ ﻋﻨْﻪ ﻓﻲ ﺳُﻨَّﺘﻪ، ﻓﻬﻮ : ﺇﻣَّﺎ ﻧَﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﻤُﻨْﻜﺮ ﻗﺒﻞ ﻭﻗﻮﻋِﻪ، ﺃﻭ ﺇﻧﻜﺎﺭٌ ﻟﻪ ﺑﻌﺪ ﻭﻗﻮﻋِﻪ، ﻭﻻ ﻳﻜﺎﺩ ﺫﻟﻚ ﻳُﺤﺼﻰ ﻣﻦ ﻛﺜﺮﺗﻪ. والفرق بين الدعوة بالين والشفقة مع اﻹحتساب بالشديد

Adapun ingkar terhadap kemunkaran dan penyimpangan maka contoh dan teladan dari Nabi Muhammad Saw sangat banyak sekali. Sunnah Nabi dalam hal ingkar ini sangat penuh sekali. Pengingkaran Nabi terhadap kemaksiyatan dan penyimpangan sebelum penyimpangan itu dilakukan atau setelah dilakukan sangat banyak sekali dan tidak bisa terhitung. Jadi harus dibedakan antara dakwah yang mengajak dengan lembut dan hisbah atau Ikhtisab Amar Makruf nahi munkar dengan tegas keras.

ﺇﻥَّ ﺭﺳﻮﻟَﻨﺎ ﻣﺤﻤَّﺪًﺍ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻛﺎﻥ ﻻ ﻳﺮﻯ ﻣﻨﻜﺮًﺍ، ﺃﻭ ﻳﺴﻤﻊ ﺑﻪ ﺇﻻ ﺑﺎﺩﺭ ﺇﻟﻰ ﺍﻹﻧﻜﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﺻﺎﺣﺒﻪ، ﻛﺎﺋﻨًﺎ ﻣَﻦ ﻛﺎﻥ، ﻭﺗﻨﻮَّﻋﺖ ﺃﺳﺎﻟﻴﺒُﻪ ﻓﻲ ﺍﻹﻧﻜﺎﺭ ﺑﺎﻟﻠﺴﺎﻥ: ﻓﺘﺎﺭﺓً ﻳﺨﺺُّ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ﺑﺎﻹﻧْﻜﺎﺭ، ﻓﻴﺨﺎﻃﺒﻪ ﻣﺒﺎﺷﺮﺓً؛ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﻋَﺒْﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋَﻤْﺮٍﻭ – ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ – ﻗﺎﻝ: ﺭَﺃَﻯ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻋﻠﻲَّ ﺛﻮْﺑﻴْﻦِ ﻣُﻌﺼْﻔَﺮَﻳْﻦ، ﻓﻘﺎﻝ: ‏( ‏(ﺇﻥَّ ﻫﺬﻩ ﻣﻦ ﺛِﻴﺎﺏِ ﺍﻟﻜُﻔَّﺎﺭِ؛ ﻓﻼ ﺗَﻠْﺒَﺴْﻬﺎ ‏) ‏)، ﻭﻓﻲ ﺭﻭﺍﻳﺔٍ ﻗﺎﻝ: ‏(‏( ﺃَﺃُﻣُّﻚَ ﺃﻣَﺮَﺗْﻚَ ﺑﻬﺬﺍ؟‏) ‏) ﻗﻠْﺖ: ﺃﻏْﺴِﻠُﻬُﻤﺎ؟ ﻗﺎﻝ: ‏(‏(ﺑَﻞْ ﺃﺣْﺮِﻗْﻬُﻤﺎ ‏) ‏)؛ ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ.

Sesungguhnya Rasul kita Muhammad Saw tidak melihat kemunkaran atau mendengarkan saja kecuali Nabi orang yang cepat melakukan pengingkaran atas pelakunya. Dimanapun tempatnya. Banyak sekali jenis -jenis pengingkarannya dengan lisan. Terkadang Nabi mengkhususkan pelaku kemunkaran dan menegurnya secara langsung. Seperti Hadits dari Abdullah bin Amr RA beliau berkata: Tatkala Rasululullah Saw melihatku memakai dua pakaian sutera. Maka Nabi berkata: “INI ADALAH PAKAIAN KUFFAR, JANGAN KAMU MEMAKAINYA !!! dalam satu riwayat Nabi Bersabda: “IBUMU MENYURUHMU MELAKUKAN INI!???, saya (Abdullah Bin Umar berkata: Saya sudah mencuci pakaiannya,. Maka Rasulullah bersabda: BUKAN DICUCI TAPI BAKAR…!!! (HR. Muslim).

Wahai Kyai Mif? Keras Tidak Nabi Kita dalam hadits Riwayat Muslim diatas? Apa Nabi Kita MENDEKATI KHAWARIJ? Na’uzdubillah…! Bahkan NU Garis Lurus belum seujung kuku KETEGASAN NABI. Ini Hisbah Kyai bukan Dakwah.

ﻭﻣﻦ ﺻﻮﺭ ﺍﺣﺘﺴﺎﺑﻪ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ :- ﺍﺣﺘﺴﺎﺑﻪ ﻋﻠﻰ ﺑﻼﻝ – ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ وهو الصحابة صوت نعله في الجنة – ﻓﻴﻤﺎ ﻭﻗﻊ ﻓﻴﻪ – ﺗﺄﻭّﻻ ﻭﺍﺟﺘﻬﺎﺩﺍ – ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻌﺎﻣﻞ ﺍﻟﺮﺑﻮﻱ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﺃﺑﻲ ﺳﻌﻴﺪ ﺍﻟﺨﺪﺭﻱ – ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ :- “ﺟﺎﺀ ﺑﻼﻝ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺑﺘﻤﺮ ﺑﺮﻧﻲ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺍﻟﻨﺒﻲ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ :- ‏( ‏(ﻣﻦ ﺃﻳﻦ ﻫﺬﺍ‏) ‏)، ﻗﺎﻝ ﺑﻼﻝ : ﻛﺎﻥ ﻋﻨﺪﻧﺎ ﺗﻤﺮ ﺭﺩﻱ ﻓﺒﻌﺖ ﻣﻨﻪ ﺻﺎﻋﻴﻦ ﺑﺼﺎﻉ ﻟﻨﻄﻌﻢ ﺍﻟﻨﺒﻲ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ، ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻋﻨﺪ ﺫﻟﻚ: ‏( ‏(ﺃﻭﻩ ﺃﻭﻩ ﻋﻴﻦ ﺍﻟﺮﺑﺎ ﻋﻴﻦ ﺍﻟﺮﺑﺎ، ﻻ ﺗﻔﻌﻞ، ﻭﻟﻜﻦ ﺇﺫﺍ ﺃﺭﺩﺕ ﺃﻥ ﺗﺸﺘﺮﻱ ﻓﺒﻊ ﺍﻟﺘﻤﺮ ﺑﺒﻴﻊ ﺁﺧﺮ، ﺛﻢ ﺍﺷﺘﺮ ﺑﻪ. (رواه البخاري و مسلم)

Dalam contoh ketegasan Hisbah atau Ikhtisab Amar Makruf Nahi Munkar Nabi Muhammad terhadap Shahabat Bilal RA. Padahal Bilal adalah Shahabat Istimewa yang SUARA SANDALNYA SUDAH DISURGA. Dan apa yang menjadi kesalahan Ijtihad Sayidina Bilal dalam perkara riba langsung DILURUSKAN OLEH NABI.

Dari Said Al Khudri RA beliau berkata: Datang Bilal kepada Nabi membawa kurma burni. Lalu Nabi bertanya: DAPAT DARI MANA INI!?

Bilal menjawab: kami punya dua sho’ kurma jelek dan menukarnya dengan 1 sho’ kurma burni.

Nabi bersabda: UHH UHH INI RIBA INI RIBA JANGAN KAMU MELAKUKANNYA…!!!

Namun jika kamu ingin membeli juallah dulu kurmamu ini dengan barang yang lain, Lalu belilah…!!! (HR. Bukhari Muslim).

Kelihatannya sangat banyak yang lain, Semoga Kyai Mif mau membaca tulisan kami ini, Biar bisa paham beda antara Dakwah Dan Hisbah atau Ikhtisab احتساب. Kami juga baca tulisan Kyai di Majalah Aula yang tidak ada hujjah ilmiah yang jelas tentu kami kami tidak akan menanggapi secara panjang lebar.

Khawarij adalah golongan menyimpang yang mengkafirkan kaum mukminin yang melakukan dosa besar. Lawan dari Khawarij adalah Murjiah golongan yang tidak mau mengkafirkan orang yang sudah nyata -nyata melakukan kemurtadan dan kekufuran. NU Garis Lurus seaqidah dengan antum Kyai !!! Tidak Khawarij Dan Bukan Murjiah NAMUN ASWAJA TAWASUTH, TAWAZUN, I’TIDAL DAN TASAMUH.

Bedanya NU Garis Lurus dengan antum Kyai Miftah, NU Garis Lurus BERANI BERHISBAH DAN IKHTISAB احتساب MESKI DICACI MAKI Kalau antum sudah enak dapat jabatan Wakil Rais ‘Amm NU jadi cari aman dan cukup dakwah saja, tidak perlu hisbah, Apalagi Jihad?!.

ﻭﻧﺒﻴُّﻨﺎ ﻣُﺤﻤَّﺪ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻛﺎﻥ ﺇﻣﺎﻡَ ﺍﻟﻤﺤﺘَﺴِﺒﻴﻦ، ﻭﺃﻣﺮﻧﺎ ﺑﺎﻻﺣﺘِﺴﺎﺏ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱ، ﻭﺣﺬَّﺭﻧﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺘَّﻬﺎﻭُﻥ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺠﺎﻧﺐ ﺍﻟﻤﻬﻢِّ ﻣﻦ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ – ﺗﻌﺎﻟﻰ -؛ ﻓﻘﺎﻝ – ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ :- ‏(‏( ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪِﻩ، ﻟَﺘﺄﻣُﺮُﻥَّ ﺑِﺎﻟﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭﻟَﺘَﻨْﻬَﻮُﻥَّ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻤُﻨْﻜَﺮِ، ﺃﻭ ﻟَﻴﻮﺷِﻜَﻦَّ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳَﺒْﻌَﺚَ ﻋﻠﻴْﻜُﻢْ ﻋِﻘﺎﺑًﺎ ﻣﻦ ﻋِﻨْﺪِﻩِ، ﺛُﻢَّ ﻟَﺘَﺪْﻋُﻨَّﻪُ، ﻓَﻼ ﻳَﺴْﺘَﺠِﻴﺐُ ﻟﻜُﻢْ ‏) ‏)؛ ﺭﻭﺍﻩ اﻻمام ﺃﺣﻤﺪ بن حنبل.

Nabi kita Muhammad adalah Imam ahli hisbah, Dan Memerintahkan kita Berhisbah terhadap manusia. Dan memperingatkan agar kita tidak meremehkan perkara hisbah yang sangat penting. Nabi bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku ada ditangannya (Nabi bersumpah dengan Allah) Kalian harus Beramar Makruf Nahi Munkar ATAU ALLAH AKAN MEMBERI KALIAN AZAB YANG MERATA. Lalu setelah itu kamu berdoa (Wahai kyai Miftakh Lalu Istighosah berdoa beramai -ramai tolak balak?!). Maka Allah Tidak Akan Mengabulkan ijabah permintaan kalian. (Karena kalian meninggalkan Hisbah Amar Makruf Nahi Munkar karena cari Aman). (HR. Imam Ahmad Bin Hanbal)

Wallahul Musta’an Wa’alaihi At Tuklan.


Artikel Terkait