Tidak Terlibat NUGL, Kyai Idrus Keluhkan Banyak Orang NU Bela Said Agil

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Banyak nahdliyyin yang hari ini seakan melupakan ajaran Mbah Hasyim Asy’ari. Mereka terlalu fanatik dengan pengurus NU seperti ketum Said Agil Siraj (SAS) meskipun menyimpang. Beberapa orang NU hanya anti terhadap wahabi saja tapi mulai terbuka terhadap syiah dan liberalisasi. Berikut penyampaian KH. Muhammad Idrus Ramli mengenai kesadaran tentang ini.

MENGAPA BANYAK YANG MEMBELA SAS?

Saya amati, pengetahuan kaum muda NU terhadap Syiah dan Liberal sangat lemah. Mereka hanya mengetahui ajaran Wahabi. Bagi kebanyakan mereka, NU hanya berbeda dengan Wahabi. Sedangkan dengan Syiah dan Liberal, mereka anggap tidak begitu berbeda. Padahal sebenarnya Ahlussunnahy Wal- Jamaah, yang diikuti oleh NU, berbeda dengan Syiah, Wahabi dan Liberal.

Hal ini terbukti, ketika saya menulis catatan tentang kesalahan Wahabi, semuanya menerima dan menyukai. Tetapi giliran saya membongkar kesalahan ajaran Syiah dan Liberal, apalagi yang menyebarkan faham tersebut seorang tokoh misalnya SAS, semuanya membela tokoh tersebut.

Sebagian menganggap saya perlu tabayun. Ada juga yang menilai saya tidak mengedepankan akhlaq. Ada juga yang meragukan akun fb saya. Ada juga yang menganggap saya sebagai pendiri web NU GL, padahal saya tidak tahu siapa pendirinya.

Padahal dalam bukunya, tokoh yang diidolakan tersebut terang-terangan menghina dan merendahkan Islam dan ajaran Islam. Dan cara yang saya tulis sama dengan cara sebelumnya, yaitu menyertakan data dari buku yang ditulis oleh tokoh tersebut, seperti yang saya lakukan ketika menyampaikan kritik kepada Wahabi.

Hal ini menandakan bahwa kesadaran mereka dalam ber-Ahlussunnah Waljamaah masih lemah, karena pengetahuan mereka tentang hakikat Syiah dan Liberal yang berbeda dengan ASWAJA, sangat lemah juga.

Mereka hanya mengetahui Wahabi saja. Sikap mereka dalam membela tokoh penyebar Syiah dan Liberal seperti SAS, sama dengan apa yang dikatakan olehHujjatul Islam al-Ghazali radhiyallahu ‘anhu dalam kitab Ihya’:

ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻋﺪﺍﺀ ﻣﺎ ﺟﻬﻠﻮﺍ

Manusia akan menjadi musuh sesuatu yang tidak mereka ketahui.

Mereka sepertinya menginginkan saya menjadi foto copy dari pemikiran mereka. Itu tidak mungkin. NU yang didirikan oleh para masyayikh itu Ahlussunnah Waljamaah. Sudah barang tentu, berbeda dengan Wahabi, Syiah dan Liberal.

Sumber: FB Muhammad Idrus Ramli


Artikel Terkait