Tanya Jawab Lengkap Wahabi Dan Aqidah Sesat Tasybih Tajsim

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Berikut ini penjelasan tentang kesesatan aqidah wahabi yang cenderung tasybih dan mujassimah dan dikemas dalam sesi tanya jawab yang dirangkum secara rinci oleh penulisnya.

Tanya Jawab Tentang Wahhabiyah Dan Kesesatan Aqidah

ﻫﻞ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻋﻠﻰ ﺣﻖ ؟؟؟

ﻻ, ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﺗﺖ ﺑﺪﻳﻦ ﻭﺍﻫﻲ ﻓﺎﺳﺪ ﺍﺗﺨﺬﻭﺍ ﻣﻦ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻛﺎﻟﺘﻠﻤﻮﺩ ﻭﻏﻴﺮﻩ.ﺣﺘﻰ ﺍﻧﻬﻢ ﻻ ﻳﺨﺠﻠﻮﻥ ﺍﻥ ﻳﺤﺘﺠﻮﺍ ﺑﻘﻮﻝ ﻓﺮﻋﻮﻥ ﻟﻴﺜﺒﺘﻮﺍ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﺑﺬﺍﺗﻪ ﻭﺍﻟﻌﻴﺎﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ.

Apakah Wahhabiyah benar?

Tidak, Wahabiyah membawa ajaran agama rancu yang mengambil dari kitab Talmud yahudi dan selainnya hingga mereka tidak malu mengambil perkataan Fir’aun sebagai dalil bahwa Dzat Allah bertempat di langit. Wal ‘iyadzubillah.

ﻫﻞ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻣﻦ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ؟؟؟

ﻻ, ﺍﻧﻬﻢ ﻓﺮﻗﺔ ﺿﺎﻟﺔ ﻣﻀﻠﺔ ﻷﻥ ﻣﻨﻬﺠﻬﻢ ﻣﻨﻬﺞ ﺍﻟﺘﺠﺴﻴﻢ ﻭﺍﻟﺘﺸﺒﻴﻪ ﻭﺗﻜﻔﻴﺮ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ، ﺃﻣﺎ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻓﻬﻢ ﻧﺰﻫﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﺪ ﻭﺍﻟﺠﻬﺔ ﻭﺍﻟﻜﻤﻴﺔ ﻓﻬﻢ ﺍﻟﻄﺎﺋﻔﺔ ﺍﻟﻤﻨﺼﻮﺭﺓ.

Apakah wahhabiyah termasuk ahlus sunnah?

Bukan, mereka tersesat dan menyesatkan karena cara berpikir mereka adalah Tajsim (Menganggap Allah berjisim), Tasbih (Menjadikan serupa dengan makhluk), Dan jalan berfikirknya mengkafirkan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

ﻣﻦ ﻫﻢ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﺫﺍً  ؟؟؟

ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ﺍﻟﺬﻱ ﻟﻢ ﻳﺸﻬﺪ ﻟﻪ ﺍﺣﺪ ﻣﻦ ﻋﻠﻤﺎﺀ ﻋﺼﺮﻩ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﺑﻞ ﺍﻥ ﻭﺍﻟﺪﻩ ﻣﺎﺕ ﻭﻫﻮ ﻏﻀﺒﺎﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺃﺧﻮﻩ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ﻗﺎﻡ ﺑﺎﻟﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻨﻪ ﻭﻣﻦ ﺩﻳﻨﻪ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ.

Jadi, Sebenarnya siapakah Wahhabiyah?

Mereka adalah pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab yaitu seseorang dimasa hidup tidak ada satupun Ulama yang sezaman dengannya menganggapnya berilmu, Bahkan ayahnya yaitu Abdul Wahhab wafat dalam keadaan marah kepadanya sampai saudara kandungnya yang bernama Sulaiman juga memberikan ‘Tahdzir’ atas dirinya dan keadaan agamanya yang rusak.

ﻣﺎﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﻋﻠﻤﺎﺀ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺑﺎﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ؟؟؟

ﻋﻠﻤﺎﺀ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﺍﻧﺒﺮﻭﺍ ﻟﻠﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ ﻭﻣﻨﻬﻢ ﺍﻱ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ .مفتي الحرمين والحجاز السيد ﺍﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺯﻳﻨﻲ ﺩﺣﻼﻥ .الشيخ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ. ﻣﺤﺪﺙ ﺍﻟﺪﻳﺎﺭ ﺍﻟﻤﻐﺮﺑﻴﺔ ﺍﻟﻐﻤﺎﺭﻱ. ﻭﻣﺤﺪﺙ ﺍﻟﺪﻳﺎﺭ ﺍﻟﺸﺎﻣﻴﺔ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﻟﻌﺒﺪﺭﻱ، ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ. ﻓﻤﻦ ﺍﺭﺍﺩ ﺍﻟﺤﻖ ﻓﻠﻴﺘﺒﻊ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﻟﺤﻖ ﺍﺣﻖ ﺍﻥ ﻳﺘﺒﻊ.

Apa yang dikatakan oleh Ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja) tentang Wahhabiyah?

Para ulama sudah memberikan peringatan tentang kerusakan Agama wahabi seperti dikatakan Oleh Mufti Haramain Makkah, Madinah dan Hijaz As Sayyid Ahmad Bin Zaini Dahlan, As Syaikh Sulaiman Bin Abdul Wahhab (Saudara kandung pendiri wahabi), Muhaddits Maghrib As Syaikh Al Ghummari, Muhaddits Syam Al Hafidz Al ‘Abdariy, Dan selainnya banyak. Maka barangsiapa ingin mengikuti kebenaran ikutlah ‘Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Sesungguhnya kebenaran lebih berhak untuk diikuti.

ﻫﻞ ﺍﻟﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻭﺍﺟﺐ ﻭﻟﻴﺲ ﺗﻔﺮﻗﺔ ﻟﻠﺼﻒ ﻛﻤﺎ ﻳﺪﻋﻲ ﺍﻟﺒﻌﺾ ؟؟؟

ﻧﻌﻢ، ﺍﻟﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻭﺍﺟﺐ ﻭﻟﻴﺲ ﺗﻔﺮﻗﺔ ﻟﻠﺼﻒ ﺑﻞ ﺍﻟﺴﻜﻮﺕ ﻋﻨﻬﻢ ﻫﻮ ﺗﻔﺮﻳﻖ ﻟﻠﺼﻒ ﻓﺎﻟﺤﺬﺭ ﺍﻟﺤﺬﺭ ﻭﺍﻟﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻨﻬﻢ ﻷﻥ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻗﺎﻝ : ﺃَﺗَﺮﻋُﻮﻥَ ﻋَﻦْ ﺫِﻛْﺮِ ﺍﻟْﻔَﺎﺟِﺮِ ! ﺍﺫْﻛُﺮُﻭﻩُ ﺑِﻤَﺎ ﻓِﻴﻪِ ﻛَﻲ ﻳَﻌْﺮِﻓَﻪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻭَﻳَﺤْﺬَﺭَﻩُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ‏ (ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻓﻲ ” ﺍﻟﺴﻨﻦ ﺍﻟﻜﺒﺮﻯ، وﺍﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ، ﻭﺍﻟﻌﻘﻴﻠﻲ، ﻭﺍﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ، ﻭﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻧﻲ، ﻭﺍﺑﻦ ﻋﺪﻱّ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﻛﺜﻴﺮ)

Apakah peringatan akan bahaya wahabi wajib dan bukan termasuk memecah belah barisan shaf kaum Muslimin seperti persangkaan sebagian orang?

Ya tahdzir atas wahabi adalah wajib! Dan bukan memecah belah barisan shaf kaum Muslimin justru meninggalkan tahdzir akan memecah belah shaf kaum muslimin, karena Rasul sudah bersabda: “Apakah kalian melaksanakan terhadap menyebut orang yang fajir! Sebutkanlah kekejian orang fajir dan apa yang ada di dalamnya supaya manusia mengetahui dan menjauhinya ( HR. Al Baihaqi dalam Sunan Kubro, Ibnu Abi Dunya, Al Uqaili, Ibnu Hibban, Ath Thabrani, Ibnu Adi dan selainnya lebih banyak lagi).

ﻟﻤﺎﺫﺍ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ ﺻﺪﺭﻫﻢ ﺿﻴﻖ ﺣﺮﺝ ؟؟؟

ﻷﻧﻬﻢ ﻻ ﻋﻠﻢ ﻋﻨﺪﻫﻢ ﻭﻻ ﺣﺠﺔ ﻭﻻ ﺩﻟﻴﻞ ﻓﻘﻂ ﻣﻠﺌﻮﺍ ﺑﺤﺐ ﺍﻟﺘﺠﺴﻴﻢ ﻭﺍﻟﺘﺸﺒﻴﻪ ﻭﺗﻜﻔﻴﺮ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻧﺰﻫﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﺠﻬﺔ ﻭﺍﻟﻤﻜﺎﻥ.

Mengapa pengikut wahabi hati mereka sempit dan rumit?

Sebab mereka tidak punya sandaran ilmu, hujjah dan dalil. Hati mereka telah dipenuhi dengan kecintaan Tajsim, Tasybih, dan mengkafirkan kaum Muslimin yang menafikan Arah dan tempat bagi Allah.

ﺇﺫﺍ ﻫﻞ ﺑﺪﺃ ﻧﺠﻢ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺑﺎﻟﺘﻼﺷﻲ ؟؟؟

ﻧﻌﻢ، ﻛﻴﻒ ﻻ؟ ﻷﻧﻬﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﺮﻕ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺘﻼﺷﻰ ﺍﻣﺎﻡ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ. ﻭﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻳﻘﻮﻝ : ﻻ ﺗﺰﺍﻝ ﻃﺎﺋﻔﺔ ﻣﻦ ﺍﻣﺘﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻖ ﻇﺎﻫﺮﻳﻦ.

Apakah sekte Wahabi sudah akan musnah?

Ya, Bagaimana tidak? Sedangkan mereka adalah kelompok menyimpang yang akan dimusnahkan oleh Imam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Sebagaimana sabda Rosul: “Akan ada senantiasa dari golongan ummatku yang akan menegakkan kebenaran”.

ﻫﻞ ﻟﻠﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﺳﻢ ﺟﺪﻳﺪ ؟؟؟

ﻧﻌﻢ، ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ ﺑﻌﺪ ﺃﻥ ﻧﺒﺬﻫﻢ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺍﺑﻄﻠﻮﺍ أﻛﺎﺫﻳﺒﻬﻢ ﺍﺗﺨﺬﻭﺍ ﺍﺳﻢ ﺟﺪﻳﺪ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ ﻭﻓﻲ ﺍﻟﺤﻘﻴﻘﺔ ﻫﻢ ﺍﻧﺤﺮﻓﻮﺍ ﻋﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﺍﻟﺴﻠﻒ. ﺍﻟﺴﻠﻒ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺘﻨﺰﻳﻪ ﻭﻛﺎﻧﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺟﻮﺍﺯ ﺍﻟﺘﺒﺮﻙ ﻭﺍﻟﺘﻮﺳﻞ ﻭﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻛﻔﺮﻭﺍ ﻣﻦ ﻳﻨﺰﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﻦ ﻳﺘﺒﺮﻙ ﻭﻳﺘﻮﺳﻞ ﻓﺎﻟﺤﺬﺭ ﻣﻨﻬﻢ.

Apakah Wahhabiyah mempunyai nama baru ?

Ya benar, Firqoh sesat Wahabi setelah Ahlus Sunnah mencampakkan mereka mengganti nama baru menjadi ‘Salafiyah’. Padahal kenyataannya mereka sangat melenceng dari jalan Salaf. Salafus Sholih adalah membersihkan keserupaan atas Allah, Juga membolehkan Tabarruk dan Tawassul. Adapun wahhabiyah, mereka mengkafirkan orang yang membersihkan kesucian Allah dari keserupaan terhadap makhluk, mengkafirkan Tawassul dan Tabarruk. Maka ummat harus waspada atas mereka.

ﻭﻣﻦ ﺍﺳﻤﻬﻢ ﺍﻟﺠﺪﻳﺪ: ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ.
ﺇﺫﺍ ﻣﻦ ﻫﻢ ﺍﻟﺴﻠﻒ ؟؟؟

ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻫﻢ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﻘﺮﻭﻥ ﺍﻟﺜﻼﺙ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﺪﺣﻬﻢ ﺍﻟﻨﺒﻲّ ﺑﻘﻮﻟﻪ : ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻘﺮﻭﻥ ﻗﺮﻧﻲ ﺛﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻠﻮﻧﻬﻢ ﺛﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻠﻮﻧﻬﻢ … ﻓﺸﺘﺎﻥ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻭﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ.

Dari nama baru mereka adalah ‘Salafiyah’. Sebenarnya siapakah Salaf?

Salaf adalah 3 qurun awwal para shahabat yang dipuji oleh nabi. Dan sungguh sangat jauh antara Salaf dan Wahhabiyah yang sesat.

ﻳﻌﻨﻲ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺘﻨﺰﻳﻪ ؟؟؟

ﻧﻌﻢ، ﻭﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺍﻟﺤﻖ ﻭﺍﻹﻣﺎﻡ عبد القاهر ﺍﺑﻮ  ﻣﻨﺼﻮﺭ ﺍﻟﺒﻐﺪﺍﺩﻱ الشافعي اﻷشعري المتوفي ٤٢٩ هجرية ﻧﻘﻞ ﺍﻹﺟﻤﺎﻉ ﺑﻘﻮﻟﻪ : ﻭﺍﺟﻤﻌﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ‏( ﺃﻱ ﺍﻟﻠﻪ ‏) ﻻ ﻳﺤﻮﻳﻪ ﻣﻜﺎﻥ … ﻓﺎﺛﺒﺖ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﻭﻻ ﺗﻠﺘﻔﺖ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﻟﻤﺠﺴﻤﺔ.

Yaitu qoul perkataan Salaf bahwa Allah bersih dari sifat keserupaan dengan makhluq?

Ya, Dan itulah pendapat yang benar. Bahwa Imam Abdul Qohir Abu Manshur Al Baghdadi Asy Syafi’i Al Asy’ari yang wafat Tahun 429H sudah menyatakan Ijma’ semua shahabat, tabi’in dan ulama salaf ‘bahwa Allah tidak akan bisa terliputi oleh tempat’. Maka tetaplah pada pendapat ini dan jangan mengikuti pendapat firqoh sesat wahabi mujassimah.

ﻫﻞ ﻳﻮﺟﺪ ﺃﻳﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺀﺍﻥ ﻋﻠﻰ ﺗﻨﺰﻳﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﺠﻬﺔ ﻭﺍﻟﻤﻜﺎﻥ ﻭﺍﻟﺤﺪ ﻭﺍﻟﺠﻮﺍﺭﺡ ؟؟؟

ﻧﻌﻢ، ﻳﻮﺟﺪ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﻟﻴﺲ ﻛﻤﺜﻠﻪ ﺷﺊ … ﻫﺬﻩ ﺍﺻﺮﺡ ﺍﻳﺔ ﻓﻲ ﺗﻨﺰﻳﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﻊ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻋﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻳﺔ ﺃﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﺗﻨﺰﻳﻪ ﻭ ﺗﺸﺒﻴﻪ. ﻟﻬﺬﺍ ﻧﺤﻦ ﻧﺤﺬﺭ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻣﻦ ﺧﻄﺮ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻀﺎﻟﺔ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﻟﻤﺠﺴﻤﺔ.

Apakah ditemukan dalil dari Al Qur’an tentang Tanzih Allah?

Ya, ada perkataan Allah ‘Laitsa kamitslihi Syaiun’ Allah tidak menyerupai apapun. Ini adalah ayat shorikh yang menjelaskan tentang tanzih Allah. Tapi sekte sesat wahabi mengatakan ayat tersebut mengandung tanzih dan tasybih. Maka untuk itulah kami mengingatkan kaum muslimin akan bahaya kesesatan sekte wahabi yang mujassimah ini.

ﺇﺫﺍ ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﺍﺳﺘﻮﻯ ؟؟؟

ﻣﻌﻨﺎﻩ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻋﻠﻲ: ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﺇﻇﻬﺎﺭﺍ ﻟﻘﺪﺭﺗﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﺘﺨﺬﻩ ﻣﻜﺎﻧﺎ ﻟﺬﺍﺗﻪ (الفرق ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻔﺮﻕ ﺃﺑﻮ ﻣﻨﺼﻮﺭ ﺍﻟﺒﻐﺪﺍﺩﻱ اﻷشعري الشافعي)

Jadi apa makna ayat Arrahmanu ‘alal ‘Arasyi istawa ?

Maknanya adalah sebagaimana perkataan Sayidina Ali Ra: Allah menciptakan ‘Arasyi untuk menunjukkan kebesarannya bukan menjadikannya sebagai tempat bersemayam bagi Dzat-Nya. ( Kitab Farq Baina Firoq Abu Mansur Al Baghdadi Al Asy’ari Asy Syafi’i)

ﻭﻫﻞ ﻳﻮﺟﺪ ﻗﻮﻝ ﺀﺍﺧﺮ ﻟﻠﻌﻠﻤﺎﺀ ؟؟؟

Apakah ditemukan pendapat lain dari para ulama?

نعم  ﻗﺎﻝ ﺍﻻﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻣﺎ ﻧﺼﻪ : ﺇﻧﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻛﺎﻥ ﻭﻻ ﻣﻜﺎﻥ ﻓﺨﻠﻖ ﺍﻟﻤﻜﺎﻥ ﻭﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﺻﻔﺔ ﺍﻷﺯﻟﻴﺔ ﻛﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻗﺒﻞ ﺧﻠﻘﻪ ﺍﻟﻤﻜﺎﻥ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺘﻐﻴﻴﺮ ﻓﻲ ﺫﺍﺗﻪ ﻭﻻ ﺍﻟﺘﺒﺪﻳﻞ ﻓﻲ ﺻﻔﺎﺗﻪ(ﺇﺗﺤﺎﻑ ﺍﻟﺴﺎﺩﺓ ﺍﻟﻤﺘﻘﻴﻦ ٢٤/٢)

Ya, Berkata Imamuna Asy Syafi’i Ra: Sesungguhnya Allah ada tanpa butuh tempat. Allah menciptakan tempat dan Allah tetap ada dengan sifat Azali seperti dalam keadaan sebelum menciptaan tempat. Tidak boleh Dzat- Nya berubah dan Sifat- Nya berganti. (Ithaf As Sadah Al Muttaqin: 2/24).

و ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ: ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﻻ ﺃﻋﺮﻑ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻫﻮ ﺃﻡ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻛﻔﺮ، ﻷﻥ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﻳﻮﻫﻢ ﺃﻥ ﻟﻠﺤﻖ ﻣﻜﺎﻧﺎ ﻭﻣﻦ ﺗﻮﻫﻢ ﺃﻥ ﻟﻠﺤﻖ ﻣﻜﺎﻧﺎ ﻓﻬﻮ ﻣﺸﺒﻪ” ﺍﻫـ
(ﺫﻛﺮ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻹﻣﺎﻡ سلطان العلماء عز الدين ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺴﻼﻡ الشافعي ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ ” ﺣﻞ ﺍﻟﺮﻣﻮﺯ ).

Sulthonul Ulama Syaikh Al Imam Izzudin Bin Abdis Salam Asy Syafi’i menyebutkan dalam kitab nya Al Hal Ar Rumuz perkataan Imam Abu Hanifah Ra: Barangsiapa berkata Saya tidak tahu apakah Allah ada di langit atau ada di bumi, Maka di kufur. Karena perkataan ini memberi kesan bahwa dia menganggap Allah Yang Maha Haq bertempat. Dan barang siapa yang menganggap Allah bertempat maka dia seorang yang melakukan Tasybih.

ﻭﻗﺪ ﺛﺒﺖ ﻋﻦ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻣﺎﻟﻚ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻣﺎ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ” ﺍﻷﺳﻤﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﻔﺎﺕ” ، ﺑﺈﺳﻨﺎﺩ ﺟﻴﺪ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺍﻟﻌﺴﻘﻼﻧﻲ ﻓﻲ “فتح الباري” ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻭﻫﺐ ﻗﺎﻝ : ﻛﻨﺎ ﻋﻨﺪ ﻣﺎﻟﻚ ﺑﻦ ﺃﻧﺲ ﻓﺪﺧﻞ ﺭﺟﻞ ﻓﻘﺎﻝ: ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ، (ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﺍﺳْﺘَﻮَﻯ) ﻛﻴﻒ ﺍﺳﺘﻮﺍﺅﻩ؟ ﻗﺎﻝ: ﻓﺄﻃﺮﻕ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﺃﺧﺬﺗﻪ ﺍﻟﺮﺣﻀﺎﺀ ﺛﻢ ﺭﻓﻊ ﺭﺃﺳﻪ ﻓﻘﺎﻝ (ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﺍﺳْﺘَﻮَﻯ) ﻛﻤﺎ ﻭﺻﻒ ﻧﻔﺴﻪ، ﻭﻻ ﻳﻘﺎﻝ ﻛﻴﻒَ ﻭﻛَﻴْﻒَ ﻋﻨﻪ ﻣﺮﻓﻮﻉٌ، ﻭﺃﻧﺖ ﺭﺟﻞ ﺳﻮﺀ ﺻﺎﺣﺐ ﺑﺪﻋﺔ ﺃﺧﺮﺟﻮﻩ، ﻗﺎﻝ: ﻓﺄﺧﺮﺝ ﺍﻟﺮﺟﻞ. ﺍﻫـ

Sudah datang riwayat dari Imam Al Baihaqi yang menurut Al Hafidz Imam Ibnu Hajar Al Asqolani Asy Syafi’i dalam Fathul Bari Syarakh Ash Shohih Al Bukhori, Tentang perkataan Imam Malik bin Anas Ra dari jalan Abdullah bin Wahb, dia berkata: Kita ada di majlis Imam Malik bin Anas Ra saat datang seorang laki -laki dan berkata: Wahai Aba Abdillah (Nama Kunyah Imam Malik) Arrahmanu ‘Ala Al Arsyi Istawa, Bagaimana Istiwa’ Allah?
Lalu Imam Malik menundukkan kepalanya dan menyeka keringatnya karena panas dengan isi pertanyaan. Setelah mengangkat kepala Imam Malik berkata: (Arrahmanu Ala Arsy Istawa) Seperti Allah sudah mensifati sendiri. Sedangkan Kaif bagi Allah itu tidak diketahui. Dan kamu adalah seorang yang su’ Shohibu Bid’ah. Keluarkan dia…!!! Maka laki -laki itu dikeluarkan dari majlis Imam Malik karena bertanya tentang tempat bagi Allah dan itu pertanyaan Ahli Bid’ah karena Allah tidak butuh tempat.

ﻭﺳﺌﻞ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻋﻦ ﺍﻻﺳﺘﻮﺍﺀ ﻓﻘﺎﻝ: ” ﺍﺳﺘﻮﻯ ﻛﻤﺎ ﺃﺧﺒﺮ ﻻ ﻛﻤﺎ ﻳﺨﻄﺮ ﻟﻠﺒﺸﺮ” ﺍﻫـ. ﺫﻛﺮﻩ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻌﺰ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻓﻲ ” ﺣﻞ ﺍﻟﺮﻣﻮﺯ “اي ﺍﺳﺘﻮﺍﺀ ﻣﻨﺰﻩ ﻋﻦ ﺍﻟﺠﻠﻮﺱ ﻭﺍﻹﺳﺘﻘﺮﺍﺭ الي مكان.

Ditanyakan kepada Imam Ahmad Bin Hanbal Ra tentang Istiwa’ bagi Allah. Maka Imam Ahmad Bin Hanbal menjawab Istiwa sesuai dengan apa yang sudah disampaikan dari kabar Al Qur’an dan tidak seperti apa yang terbersit dalam pikiran atau hati manusia. (Perkataan ini disebutkan oleh Imam Syaikh Sulthonul Ulama Izzuddin Bin Abdissalam Asy Syafi’ie dalam kitab Al Khal Ar Rumuz bahwa Istiwa Bagi Allah Tanzih dan bersih dari unsur duduk dan Istiqror yang butuh tempat).

فما حكم المجسم. هل كفر أم ﻻ؟؟؟

نعم، المجسم كفر. ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : “ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺃﻭ ﺍﻋﺘﻘﺪ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺎﻟﺲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﻓﻬﻮ ﻛﺎﻓﺮ ” ‏(ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻦ ﺍﻟﻤﻌﻠﻢ ﺍﻟﻘﺮﺷﻲ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﻧﺠﻢ ﺍﻟﻤﻬﺘﺪﻱ ﻭﺭﺟﻢ ﺍﻟﻤﻌﺘﺪﻱ، ﺹ 155‏)

Maka bagaimana hukum mujassim? Apakah kufur atau tidak?

Ya, Hukum mujassim adalah kafir. Imam Asy Syafi’i Ra berkata: “Orang yang meyakini bahwa Allah duduk di atas ‘Arasy, maka ia kafir” (Riwayat Ibn al Mu’allim al Qurasyi dalam kitabnya “Najm al Muhtadi wa Rajm al Mu’tadi” , Hal.155).

ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : “ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺑﺤﺪﻭﺙ ﺻﻔﺔ ﻣﻦ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻭ ﺷﻚ ﺃﻭ ﺗﻮﻗﻒ ﻛﻔﺮ” ‏( ﺫﻛﺮﻩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻟﻮﺻﻴﺔ‏)

Imam Abu Hanifah Ra berkata: “Orang yang berkata bahwa salah satu sifat dari sifat- sifat Allah baru, atau ragu atau diam, Maka ia telah kafir” (disebutkan dalam kitabnya al Washiyyah).

ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ: “ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺴﻢ ﻻ ﻛﻸﺟﺴﺎﻡ ﻛﻔﺮ” ‏(ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺑﺪﺭ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﺰﺭﻛﺸﻲ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺗﺸﻨﻴﻒ ﺍﻟﻤﺴﺎﻣﻊ)

Imam Ahmad bin Hambal Ra berkata: “Orang yang berkata bahwa Allah adalah benda yang tidak seperti benda-benda maka ia telah kafir” (Riwayat al Hafizh Badrud Din az-Zarkasyi dalam Tasyniif al Masaami’).

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺍﻟﻜﻤﺎﻝ ﺑﻦ ﺍﻟﻬﻤﺎﻡ ﺍﻟﺤﻨﻔﻲ: “ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺴﻢ ﻻ ﻛﻸﺟﺴﺎﻡ ﻛﻔﺮ” ‏(ﺫﻛﺮ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﻓﺘﺢ ﺍﻟﻘﺪﻳﺮ، ﺑﺎﺏ ﺍﻹﻣﺎﻣﺔ، ﺍﻟﻤﺠﻠﺪ ﺍﻷﻭﻝ)

Syekh al Kamal bin al Humam al Hanafi Ra berkata: “Orang yang berkata bahwa Allah adalah benda yang tidak seperti benda- benda maka ia telah kafir” (disebutkan dalam kitabnya Fath al Qadir, bab al Imamah , jilid.1).

ﻗﺎﻝ صاحب المذهب اهل السنة والجماعة ﺃﺑﻮ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻷﺷﻌﺮﻱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ: “ﻣﻦ ﺍﻋﺘﻘﺪ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺴﻢ ﻓﻬﻮ ﻏﻴﺮ ﻋﺎﺭﻑ ﺑﺮﺑﻪ ﻭﺇﻧﻪ ﻛﺎﻓﺮ ﺑﻪ” ‏(ﺫﻛﺮﻩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻟﻨﻮﺍﺩﺭ)

Pemimpin mazhab Aswaja Al Imam Abu al Hasan al Asy’ariy Ra berkata: “Orang yang meyakini bahwa Allah adalah benda, maka ia tidak mengenal tuhannya dan ia kafir kepada- Nya” (disebutkan dalam kitabnya an-Nawadir).

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻧﻈﺎﻡ ﺍﻟﻬﻨﺪﻱ : “ﻭﻳﻜﻔﺮ ﺑﺈﺛﺒﺎﺕ ﺍﻟﻤﻜﺎﻥ ﻟﻠﻪ ” ‏( ﺫﻛﺮﻩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻟﻔﺘﺎﻭﻯ ﺍﻟﻬﻨﺪﻳﺔ، ﺍﻟﻤﺠﻠﺪ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ‏)

Syekh Nizham al Hindiy berkata: “Dan kafir orang yang menetapkan tempat bagi Allah” (disebutkan dalam kitabnya al Fatawa al Hindiyyah, jilid 2).

ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺑﺪﺭﺍﻟﺪﻳﻦ ﺑﻦ ﺑﻠﺒﺎﻥ ﺍﻟﺪﻣﺸﻘﻲ ﺍﻟﺤﻨﺒﻠﻲ: “ﻓﻤﻦ ﺍﻋﺘﻘﺪ ﺃﻭ ﻗﺎﻝ ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺬﺍﺗﻪ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻣﻜﺎﻥ ﺃﻭ ﻓﻲ ﻣﻜﺎﻥ ﻓﻜﺎﻓﺮ” ‏(ﺫﻛﺮﻩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﻣﺨﺘﺼﺮ ﺍﻹﻓﺎﺩﺍﺕ، ﺹ 489)

Imam Muhammad bin Badruddin bin Balban ad-Dimasyqiy al Hambaliy berkata: “Orang yang meyakini atau berkata bahwa Allah dengan Dzat-Nya berada di setiap tempat atau di tempat tertentu, maka ia kafir” (disebutkan dalam kitabnya Mukhtashar al Ifaadaat, hal. 489).

ﻭﻗﺎﻝ ﺃﻳﻀﺎ: “ﻭﻻ ﻳﺸﺒﻪ ﺷﻴﺌﺎ ﻭﻻ ﻳﺸﻴﻬﻪ ﺷﻰﺀ، ﻓﻤﻦ ﺷﺒﻬﻪ ﺑﺸﻰﺀ ﻣﻦ ﺧﻠﻘﻪ ﻓﻘﺪ ﻛﻔﺮ ﻛﻤﻦ ﺍﻋﺘﻘﺪﻩ ﺟﺴﻤﺎ ﺃﻭ ﻗﺎﻝ ﺇﻧﻪ ﺟﺴﻢ ﻻ ﻛﻸﺟﺴﺎﻡ” ‏(ﺫﻛﺮﻩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﻣﺨﺘﺼﺮ ﺍﻹﻓﺎﺩﺍﺕ، ﺹ 490).

Ia juga berkata: “Allah tidak menyerupai sesuatupun dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya, maka orang yang menyerupakan Allah dengan sesuatu dari makhluk-Nya maka ia telah kafir seperti halnya orang yang meyakini bahwa Allah adalah benda, atau juga mengatakan bahwa Allah adalah benda yang tidak seperti benda-benda” (disebutkan dalam kitabnya Mukhtashar al Ifaadaat, hal. 490).

ﻧﻘﻞ  ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ محي الدين ابو زكريا بن شرف ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ الشافعي ﻋﻦ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻤﺘﻮﻟﻲ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ: ” ﺃﻥ ﻣﻦ ﻭﺻﻒ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺎﻻﺗﺼﺎﻝ ﻭﺍﻻﻧﻔﺼﺎﻝ ﻛﺎﻥ ﻛﺎﻓﺮﺍ ” ‏(ﺭﻭﺿﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ، ﺍﻟﻤﺠﻠﺪ ﺍﻟﻌﺎﺷﺮ، ﺹ 15).

Al Hafizh Muhyiddin Abu Zakaria bin Syarof an-Nawawi Asy Syafi’iy menukil dari Imam al Mutawalli asy-Syafi’iy: “Sesungguhnya orang yang menyifati Allah dengan menempel (ittishal) atau terpisah (infishal) adalah orang kafir” (disebutkan dalam kitab Raudlatul ath-Thalibin, jilid 10, hal. 15).

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﻮﺩ ﻣﺤﻤﺪ ﺧﻄﺎﺏ ﺍﻟﺴﺒﻜﻲ : ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ ﺟﻤﻊ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻭﺍﻟﺨﻠﻒ ﺇﻥ ﻣﻦ ﺍﻋﺘﻘﺪ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺟﻬﺔ ﻓﻬﻮ ﻛﺎﻓﺮ ” ‏(ﺫﻛﺮﻩ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺇﺗﺤﺎﻑ ﺍﻟﻜﺎﺋﻨﺎﺕ‏).

Syekh Mahmud Muhammad Khaththab as-Subkiy berkata: “Banyak ulama salaf dan khalaf menegaskan bahwa orang yang meyakini Allah berada di suatu arah, maka ia kafir” (disebutkan dalam kitabnya Ithaf al Ka-inaat).

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﻔﺴﺮ فخر الدين ﺍﻟﺮﺍﺯﻱ: “إﻥ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺎﻟﺲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﺃﻭ ﻛﺎﺋﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻓﻴﻪ ﺗﺸﺒﻴﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺨﻠﻘﻪ ﻭﻫﻮ ﻛﻔﺮ”.

Al Mufassir Fahruddin ar-Razi berkata: “Sesungguhnya keyakinan bahwa Allah duduk di atas ‘Arasy atau ia berada di langit, adalah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya dan keyakinan tersebut adalah kufur”.

ﻗﺎﻝ ﺷﻴﺦ ﺍﻷﺯﻫﺮ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺳﻠﻴﻢ ﺍﻟﺒﺸﺮﻱ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻲ: “ﻣﻦ ﺍﻋﺘﻘﺪ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺴﻢ ﺃﻭ ﺃﻧﻪ ﻣﻤﺎﺱ ﻟﻠﺴﻄﺢ ﺍﻷﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﻭﺑﻪ ﻗﺎﻟﺖ ﺍﻟﻜﺮﺍﻣﻴﺔ ﻭﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﻫﺆﻻﺀ ﻻ ﻧﺰﺍﻉ ﻓﻲ ﻛﻔﺮﻫﻢ” ‏( ﻧﻘﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺳﻼﻣﺔ ﺍﻟﻘﻀﺎﻋﻲ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ “ﻓﺮﻗﺎﻥ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ” ، ﺹ 100‏).

Syekh Salim al Bisyri al Maliky –guru besar Universitas al Azhar Mesir berkata: “Orang yang berkeyakinan bahwa Allah adalah benda atau Ia menyentuh bagian atas ‘Arasy –dan ini adalah keyakinan kelompok al Karramiyyah juga orang-orang yahudi- mereka ini tidak diragukan kekufurannya” (dinukil oleh Syekh Salamah al Qudla’i dalam Furqan al Qur’an, hal. 100).

ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ : ” ﺍﻟﻤﺠﺴﻢ ﻛﺎﻓﺮ” ‏(ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺤﺎﻓﻆ ﺍﻟﺴﻴﻮﻃﻲ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻷﺷﺒﺎﻩ ﻭﺍﻟﻨﻈﺎﺋﺮ، ﺹ 488‏).

Imamuna Syafi’i Ra berkata: “Orang yang meyakini Allah adalah benda (al Mujassim) adalah kafir” (Riwayat al Hafizh as-Suyuthi dalam kitabnya al  Asybah wa an-Nazhair, hal. 488).

ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺣﻤﺪﺍﻥ ﺍﻟﺤﻨﺒﻠﻲ ‏[ 695 ﻫـ‏] ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﻧﻬﺎﻳﺔ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﺋﻴﻦ ﻓﻲ ﺃﺻﻮﻝ ﺍﻟﺪﻳﻦ: ” ﻭﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﻴﺲ ﺑﺠﻮﻫﺮ ﻭﻻ ﻋﺮَﺽ ﻭﻻ ﺟﺴﻢ ﻭﻻ ﺗـﺤﻠﻪ ﺍﻟﺤﻮﺍﺩﺙ ﻭﻻ ﻳـﺤﻞ ﻓﻲ ﺣﺎﺩﺙ ﻭﻻ ﻳﻨﺤﺼﺮ ﻓﻴﻪ .” ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻗﺎﻝ “: ﻫﻮ ﺍﻟﻐﻨﻲ ﻋﻦ ﻛﻞ ﺷﻰﺀ، ﻭﻻ ﻳﺴﺘﻐﻨﻲ ﻋﻨﻪ ﺷﻰﺀ، ﻭﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺸﺒﻪ ﺷﻴﺌﺎ ﻭﻻ ﻳﺸﺒﻬﻪ ﺷﻰﺀ، ﻭﻣﻦ ﺷﺒَّﻬﻪ ﺑﺨﻠﻘﻪ ﻓﻘﺪ ﻛﻔﺮ، ﻧﺺ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﺣﻤﺪ، ﻭﻛﺬﺍ ﻣﻦ ﺟﺴَّﻢ، ﺃﻭ ﻗﺎﻝ: ﺇﻧﻪ ﺟﺴﻢ ﻻ ﻛﺎﻷﺟﺴﺎﻡ، ﺫﻛﺮﻩ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ .” ﺍﻫـ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ : ﻭﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺇﻧﻪ ﺑﺬﺍﺗﻪ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻣﻜﺎﻥ ﺃﻭ ﻓﻲ ﻣﻜﺎﻥ ﻓﻜﺎﻓﺮ.” ﺍﻫـ

Berkata Ibnu Hamdan Al Hambaliy Ra (Wafat 695 H) dalam kitabnya ‘Nihayah Al Mubtadi’in Fii Ushul Ad Diin ‘Allah bukanlah Jauhar, Bukan Sesuatu benda, Bukan Jism tubuh, Tidak bisa meliputinya sesuatu apapun perkara yang baru, Tidak terliputi perkara baru, dan tidak mencakup didalamnya.

Beliau berkata: Dia tidak butuh terhadap apapun tapi apapun itu butuh terhadap -Nya. Dia tidak serupa dengan sesuatu dan sesuatu apapun tidak ada yang serupa denganNya.

Barangsiapa yang menyerupakanNya dengan makhlukNya dia Kafir. Inilah Nash dari Imam Ahmad Bin Hanbal. Begitu juga kafir orang menjismkan Allah seperti tubuh. Begitu pula kafir orang yang menganggap Allah Jisim tapi tidak seperti Jism Jism yang lain. Sebagaimana riwayat perkataan Imam Ahmad Bin Hanbal dari Al Qhodhi.

Kemudian beliau berkata: “Barangsiapa yang mengatakan Allah dalam Dzat-Nya ada di manapun tempat atau disuatu tempat maka dia kafir. (Selesai perkataan Imam Ibnu Hamdan Al Hambaliy).

ﺇﺫﺍ ﻣﺎ ﻣﻌﻨﻰ ﻛﻠﻤﺔ ﺍﻹﺳﺘﻮﺍﺀ ﻓﻲ ﻟﻐﺔ ﺍﻟﻌﺮﺏ ؟؟؟

ﺍﻹﺳﺘﻮﺍﺀ ﻟﻬﺎ ﺍﻛﺜﺮ ﻣﻦ ١٥ ﻣﻌﻨﻰ ﻓﻬﻲ ﺗﺄﺗﻲ ﺑﻤﻌﻨﻰ ﻗﻬﺮ ﻭﺑﻤﻌﻨﻰ استعلى وبمعني نضج وبمعنى استقام وبمعنى تم وبمعنى استقر ﻭﺑﻤﻌﻨﻰ ﺣﻔﻆ ﻭ ﺍﺑﻘﻰ و قصد وﺃقبل وتماثل وتساوى واعتدل وتمكن وتملك وغير ذلك . ﻭﻟﻜﻦ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻤﺠﺴﻤﺔ ﻗﺎﻟﻮﺍ استقر فوق ﺑﺎﻟﻘﻌﻮﺩ ﻭﺍﻟﺠﻠﻮﺱ فقط. ﻭﺍﻟﻌﻴﺎﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻗﺎﺳﻮﺍ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﺨﺎﻟﻖ ﻋﻠﻰ ﺻﻔﺎﺕ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻕ.

Sebenarnya apa makna استوى (Istawa) dalam bahasa Arab?

Makna استوى dalam bahasa arab ada lebih dari 15 makna. Ada yang bermakna قهر ada makna استقام ada makna تم ada makna استعلى ada makna نضج ada makna استقر ada makna حفظ ada makna , ابقى, قصد ,ﺃقبل,  تماثل,  تساوى ، تملك ،اعتدل,  تمكن dan yang lain. Namun sekte wahhabiyyah mujassimah hanya memaknai استوى dengan بالفوق استقر dengan makna duduk. Mereka menyamakan sifat Allah yang kholik dengan sifat makhluknya. Wal’iyadzubillah!

ﻫﻞ ﻳﻮﺟﺪ ﺀﺍﻳﺎﺕ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﺳﺘﻮﻯ ؟؟؟

ﻧﻌﻢ، ﻳﻮﺟﺪ كثير كما في ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﺫﻭ ﻣﺮﺓ ﻓﺎﺳﺘﻮﻯ .. ﻭﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻠﻤﺎ ﺑﻠﻎ ﺍﺷﺪﻩ ﻭﺍﺳﺘﻮﻯ.. وقوله تعالى ﻓَﺎﺳْﺘَﻮَﻯ ﻋَﻠَﻰ ﺳُﻮﻗِﻪ.

Apakah ditemukan ayat yang lain dengan lafadz استوى ?

Ya ditemukan banyak, Seperti firman Allah ﺫﻭ ﻣﺮﺓ ﻓﺎﺳﺘﻮﻯ firman yang lain ﻓﻠﻤﺎ ﺑﻠﻎ ﺍﺷﺪﻩ ﻭﺍﺳﺘوى، dan juga firman Allah ﻓَﺎﺳْﺘَﻮَﻯ ﻋَﻠَﻰ ﺳُﻮﻗِﻪ.

ِﻓﻤﺎﺫﺍ ﺗﻘﻮﻝ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺍﻟﻤﺠﺴﻤﺔ ﺑﻬﺬﻩ ﺍﻷﻳﺎﺕ؟ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﺍﺳﺘﻮﻯ … ﻋﻠﻰ : ﺃﻱ ﻓﻮﻕ ؟؟؟

ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺳﺨﻒ ﻋﻘﻮﻟﻬﻢ ﻭﺳﻮﺀ ﻓﻬﻤﻬﻢ ﻭﺣﺒﻬﻢ ﻟﻠﺘﺠﺴيم. وﻣﺎﺫﺍ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻠﻴﺘﻮﻛﻞ ﺍﻟﻤﺘﻮﻛﻠﻮﻥ. ﻫﻞ ﻣﻌﻨﺎﻩ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﺘﻮﻛﻠﻮﻥ ﻓﻮﻕ ﺍﻟﻠﻪ؟ ﻭﺍﻟﻌﻴﺎﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ.

Lalu apa yang dikatakan Wahhabiyah dengan ayat الرحمن على العرش استوى adalah bermakna Allah ada di atas? Atas Mana?

Inilah kelemahan akal mereka, dan keburukan kefahaman mereka serta kecintaan mereka terhadap Tajsim. Sekarang apa yang akan mereka katakan dengan ayat ‘ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻠﻴﺘﻮﻛﻞ ﺍﻟﻤﺘﻮﻛﻠﻮﻥ ‘ ? Apakah diartikan orang -orang yang bertawakkal ada diatas Allah ? Wal’iyadzubillah.

ﺧﺴﺌﻮﺍ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻭﻛﺬﺑﻮﺍ ﻭﻗﻮﻝ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﺑﺎﻟﺠﺎﺭﺣﺔ ؟؟؟

ﻧﻌﻢ، ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻻ ﺗﻨﻜﺮ ﺍﻧﻬﺎ ﺗﻘﻮﻝ ﻭﺗﻨﺴﺐ ﺍﻟﺠﺎﺭﺣﺔ ﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭ ﺟﻞ ﻭﺗﻨﺰﻩ ﻋﻤﺎ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﻈﺎﻟﻤﻮﻥ ﻋﻠﻮﺍ ﻛﺒﻴﺮﺍ ﺃﻧﻈﺮ ﺍﻟﻰ ﻛﺘﺒﻬﻢ ﺍﻟﻤﺴﻤﺎﺓ : ﻣﺎ ﻫﻮ ﺷﻜﻞ ﺍﻟﻠﻪ … ﻭﺃﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ … ﻭﺍﻟﻌﻴﺎﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺘﺴﻤﻴﺎﺕ.

Wahhabiyah semakin jauh dari kebenaran dan melakukan kebohongan serta ucapan mereka yang sangat penuh dengan cacat dengan menisbatkan anggota tubuh untuk Allah?

Ya, Mereka tidak mengingkari bahwa Allah Azza Wa Jalla mempunyai anggota tubuh (Maha Suci Allah dari apa saja yang mereka sifatkan). Lihatlah kitab -kitab karangan mereka yang diberi nama dan judul BAGAIMANA BENTUK ALLAH?  ‘DIMANA ALLAH’? Sungguh sangat buruk cara menisbatkan nama kitab -kitab mereka terhadap Allah.

ﻭﻣﻦ ﻣﻦ ﻋﻠﻤﺎﺋﻬﻢ ﻳﻘﻮﻝ ﺑﻬﺬﺍ ؟؟؟

ﻗﺪﻳﻤﺎ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﺍﻟﺤﺮﺍﻧﻲ ﻭﻣﻦ ﺛﻢ ﺍﻟﻀﺎﻝ ﺍﻟﻤﻀﻞ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ﻭﻻ ﻳﻐﺐ ﻋﻨﻚ ﺍﻟﻤﺠﺴﻢ ﺍﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺍﻟﺬﻱ ﻗﺎﻝ : ﻟﻠﻪ ﻋﻴﻨﺎﻥ ﺣﻘﻴﻘﻴﺘﺎﻥ … ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺒﺎﺭﺍﺕ ﻭﺍﻹﻋﺘﻘﺎﺩﺍﺕ ﺍﻟﻜﻔﺮﻳﺔ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻳﺤﺮﻣﻮﻥ ﺍﻹﺳﺘﻌﺎﻧﺔ. والمهم فوق المهم كلهم الثلاثة ليسوا من السلف.

Siapakah ulama -ulama mereka yang berkata seperti ini?

Yang pada awalnya dulu mengatakannya adalah Ibnu Taimiyyah Al Harrani dari dialah Muhammad Bin Abdul Wahhab sesat menyimpang mengambil sumber pedoman dan pendapat. Dan jangan kalian lupakan apa yang dikatakan Al Mujassim Ibnu Utsaimin yang berkata: Allah mempunyai dua mata secara hakiki. Dan berbagai pendapat dan perkataan yang mengandung keyakinan kufur. Wahhabiyah dihalangi dari mendapatkan pertolongan Allah dan yang paling penting lagi adalah ketiga orang ini bukan orang Salaf.

ﺳﺒﺤﺎﻥ من قسم ﺍﻟﻌﻘﻮﻝ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ أﻥ ﻫﺪﺍﻧﺎ إﻟﻰ ﺍﻟﻨﻬﺞ ﺍﻟﺤﻖ.

Maha suci Allah Dzat yang sudah memberi membagikan Akal -akal dan memberi kita hidayah kepada kebenaran. Alhamdulillahirobbil ‘Aalamiin. [Suara-NU.Com/NUgl]

Penyusun: Muhammad Lutfi Rochman Pengasuh Pondok Pesantren Al Anshory Tulusrejo, Grabag Purworejo Jawa Tengah.


Artikel Terkait