[TABEL] Kontradiksi Tokoh Wahabi Dalam Pendapat Bid’ah (Sesat Neraka)

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Para ulama wahabi sendiri saling kontradiksi dalam tuding menuding bid’ah. Ini karena mereka tidak punya rumus baku yang baik dalam beragama. Setiap dari mereka merasa dirinya sudah tingkatan ijtihad muthlaq yang sekelas Imamuna Asy Syafi’i, Imam Ahmad Bin Hanbal, Imam Malik Bin Anas, Dan Imam Abu Hanifah Rahimahumullah.

Dalam tabel diatas adalah beberapa contoh kontradiksi para dedengkot wahabi. Contoh tabel satu tentang hukum melakukan majlis dalam bertakziah terhadap keluarga kaum muslimin yang terkena musibah kematian misalnya.

Menurut Ibnu Utsaimin, Al Albani, Dan Al Fauzan hukum majlis takziyah adalah bid’ah. Jadi yang melakukannya sesat, masuk neraka. Tapi menurut pendapat Ibn Baz dan Ibnu Jibrin, majlis takziyah adalah perkara yang disyariatkan dan boleh dilakukan. Pelakunya tidak bid’ah tidak sesat dan tidak neraka.

Contoh lain dalam tabel hukum ‘menjadikan masjid secara khusus untuk berzikir’, Menurut pendapat Al Albani dan Al Fauzan hal ini adalah bid’ah sesat neraka. Namun menurut pendapat sebaliknya dikatakan Ibn Baz, Ibnu Utsaimin, dan Ibnu Jibrin. Ketiganya berpendapat hal itu disyariatkan dan boleh dilakukan. Begitu seterusnya dengan tabel -tabel selanjutnya.

Walhasil, Wahai para pengikut wahabi anda mau ikut neraka atau surga tokoh yang mana? Alhamdulillah Ahlu Sunnah Wal Jama’ah punya rumus yang jitu tentang masalah bid’ah dan tidak gampang memvonis bid’ah adalah semuanya sesat dan neraka.

Wallahu Alam


Artikel Terkait