Membantah Ustadz Rodja TV: Shahabat Mencium Tangan Nabi

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Seorang ustadz Rodja TV Maududi Abdullah menyalahkan para Kyai NU karena membiarkan tangannya dicium para santrinya. Menurut ilmunya para shahabat Nabi tidak pernah mencium tangan nabi. Benarkah?

ﻭﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺑﺮﻳﺪﺓ ﻓﻲ ﻗﺼﺔ ﺍﻷﻋﺮﺍﺑﻲ ﻭﺍﻟﺸﺠﺮﺓ ﻓﻘﺎﻝ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﺋﺬﻥ ﻟﻲ ﺃﻥ ﺃﻗﺒﻞ ﺭﺃﺳﻚ ﻭﺭﺟﻠﻴﻚ ﻓﺄﺫﻥ ﻟﻪ  (ابن حجر في شرح صحيح البخاري فتح الباري و ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺰﺍﺭ، ﻭﺍﺑﻦ ﺍﻷﻋﺮﺍﺑﻲ ﻓﻲ ” ﺍﻟﻘﺒﻞ ﻭﺍﻟﻤﻌﺎﻧﻘﺔ، ، ﻭﺃﺑﻮ ﻧﻌﻴﻢ ﻓﻲ ” ﺩﻻﺋﻞ ﺍﻟﻨﺒﻮﺓ، ﻭﺍﺑﻦ ﻋﺴﺎﻛﺮ ﻓﻲ ﺗﺎﺭﻳﺨﻪ)

Dari hadits Buraidah dalam kisah A’robi dan pohon, Maka A’robi berkata: Wahai Rasululallah! Izinkan aku kepala dan dua kakimu. ‘Maka Nabi memberikan Izin kepada A’robi. (Fathul Bari Syarakh Shohih Bukhari HR. Al Bazzar, Al A’roby, Abu Na’im dan Ibnu Asakir).

Hadits shahih riwayat Az Zarra’ Al Abidy dalam Sunan Abi Dawud:

ﻋﻦ ﺍﻟﺰﺍﺭﻉ ﺍﻟﻌﺒﺪﻱ ﻭﻛﺎﻥ ﻣﻦ ﻭﻓﺪ ﻋﺒﺪ ﻗﻴﺲ ﻗﺎﻝ: ﻟﻤﺎ ﻗﺪﻣﻨﺎ ﺍﻟﻤﺪﻳﻨﺔ، ﻓﺠﻌﻠﻨﺎ ﻧﺘﺒﺎﺩﺭ ﻣﻦ ﺭﻭﺍﺣﻠﻨﺎ ﻓﻨﻘﺒﻞ ﻳﺪ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺭﺟﻠﻪ. ﻗﺎﻝ: ﻭﺍﻧﺘﻈﺮ ﺍﻟﻤﻨﺬﺭ ﺍﻷﺷﺞ ﺣﺘﻰ ﺃﺗﻰ ﻋﻴﺒﺘﻪ ﻓﻠﺒﺲ ﺛﻮﺑﻴﻪ، ﺛﻢ ﺃﺗﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ :ﺇﻥ ﻓﻴﻚ ﺧﻠﺘﻴﻦ ﻳﺤﺒﻬﻤﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺤﻠﻢ ﻭﺍﻷﻧﺎﺓ. ﻗﺎﻝ: ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻧﺎ ﺃﺗﺨﻠﻖ  ﺑﻬﻤﺎ ﺃﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺒﻠﻨﻲ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ؟ﻗﺎﻝ: ﺑﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﺒﻠﻚ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ.
ﻗﺎﻝ: ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺟﺒﻠﻨﻲ ﻋﻠﻰ ﺧﻠﺘﻴﻦ ﻳﺤﺒﻬﻤﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ. (رواه أبو داود)

Artinya: Dari Az Zarra’ al abidiy dia termasuk utusan Abdu Qais berkata: “Ketika kami sampai ke Madinah, kami bergegas turun dari kendaraan kami lalu kami mencium tangan dan kaki Nabi Muhammad ShallaAllah alihi wa sallam.” (HR. Abu Dawud)

ﻭﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺟﺎﺑﺮ ﺃﻥ ﻋﻤﺮ ﻗﺎﻡ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻓﻘﺒﻞ ﻳﺪﻩ. (ابن حجر في شرح صحيح البخاري فتح الباري رواه ابن المقرئ)

Dari hadits Jabir RA. Sesungguhnya Umar berdiri menghadap Nabi dan mencium tangannya (Fathul Bari Syarakh Shohih Bukhari HR. Ibnu Ibnu al-Muqri)

Di antaranya juga hadits Shafwan
ibn ‘Assal, dia berkata: “Ada seorang Yahudi berkata kepada temannya: Mari kita pergi kepada Nabi ini (Muhammad). Kemudian dalam lanjutan hadits ini disebutkan:

ﻓَﻘَﺒَّﻼَ ﻳَﺪَﻩُ ﻭَﺭِﺟْﻠَﻪُ ﻭَﻗَﺎﻻَ: ﻧَﺸْـﻬَﺪُ ﺃَﻧَّﻚَ ﻧَﺒِﻲٌّ .
“Maka keduanya mencium tangan Nabi dan kakinya lalu berkata: Kami bersaksi bahwa engkau seorang Nabi”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Para Penulis Kitab-kitab Sunan (al- Imam at-Tirmidzi, al-Imam an- Nasa’i, al-Imam Ibn Majah, dan al Imam Abu Dawud) dengan sanad yang kuat.

ﻋﻦ ﺫﻛﻮﺍﻥ ﺃﻥ ﺻﻬﻴﺐ ﻣﻮﻟﻰ ﺍﻟﻌﺒﺎﺱ ﻗﺎﻝ : ﺭﺃﻳﺖ ﻋﻠﻴﺎ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻳﻘﺒﻞ ﻳﺪﻱ ﺍﻟﻌﺒﺎﺱ ﺃﻭ ﺭﺟﻠﻪ ﻭﻳﻘﻮﻝ: ﺃﻱ ﻋﻢ ﺍﺭﺽ ﻋﻨﻲ.

Artinya: Dari Dzakwan diceritakan bahwa Shuhaib maula Abbas berkata, Saya melihat Ali RadhiyaAllahu anhu mencium kedua tangan Abbas atau kakinya dan berkata, Wahai pamanku! Berikanlah keridhaan kepadaku. (Diriwayatkan oleh Ibnu Muqri’ Taqbil al Yad: 1/73. Al Hafidz berkata bahwa sanadnya jayyid. Lihat: Fathul bari: 11/57)

ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﺟَﺪْﻋَﺎﻥْ , ﻗﺎﻝَ ﻻَﻧَﺲْ : ﺍَﻣَﺴَﺴْﺖَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺑِﻴَﺪِﻙَ ﻗﺎﻝَ : ﻧَﻌَﻢْ , ﻓﻘﺒَﻠﻬَﺎ. (رواه البخاري و أحمد)

“Dari Ibnu Jad’an ia berkata kepada Anas bin Malik, apakah engkau pernah memegang Nabi dengan tanganmu ini ?. Sahabat Anas berkata : ya, lalu Ibnu Jad’an mencium tangan Anas tersebut. (H.R. Bukhari dan Ahmad)

ﻗﺎﻝ ﺍﻷﻭﺯﺍﻋﻲ ﺑﻦ ﻋﺎﻣﺮ : ﻗﺪﻣﻨﺎ ﻓﺄﺧﺒﺮﻧﺎ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻘﺒﻠﻨﺎ ﻳﺪﺍﻩ ﻭﻗﺪﻣﻪ ” ‏(رواه البخاري ﺍﻷﺩﺏ ﺍﻟﻤﻔﺮﺩ 976 ‏)

Berkata Al Auza’i dari Amir: Kami datang dan diberitahui bahwa ini Rasulullah Saw. Maka kami cium tangan dan kakinya (HR. Bukhari).

ﻭﺃﺧﺮﺝ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻓﻲ ” ﺍﻷﺩﺏ ﺍﻟﻤﻔﺮﺩ ” ﻣﻦ ﺭﻭﺍﻳﺔ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦ ﺭﺯﻳﻦ ﻗﺎﻝ : ﺃﺧﺮﺝ ﻟﻨﺎ ﺳﻠﻤﺔ ﺑﻦ ﺍﻷﻛﻮﻉ ﻛﻔﺎ ﻟﻪ ﺿﺨﻤﺔ ﻛﺄﻧﻬﺎ ﻛﻒ ﺑﻌﻴﺮ ﻓﻘﻤﻨﺎ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﻓﻘﺒﻠﻨﺎﻫﺎ.

“Diriwayatkan Al Bukhari dalam kitab Al Adab Al Mufrod dari Abdurrahman Bin Rozin, Dia berkata: Salamah bin Al Akwa’ mengeluarkan telapak tangannya yang besar seperti telapak unta. Maka kami berdiri menghadapnya dan menciumnya. (HR. Al Bukhari)

Wallahu Alam


Artikel Terkait