Kyai Luthfi Kecam Pemotongan Jenggot Mbah Hasyim & Penghinaan Sunnah Merapatkan Shaf

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Pernyataan ketua umum PBNU Said Agil Siraj yang menghina sunnah jenggot dan merapatkan shaf sholat mendapatkan tanggapan serius dari Imam Besar NU Garis Lurus KH. Luthfi Bashori yang kami kutip dari website resminya.

“JENGGOT MUSLIM”

Luthfi Bashori

Permasalahan ‘Pro-kontra Jenggot’ yang sekarang berkembang di masyarakat itu bukan masalah apa hukum “PELIHARA JENGGOT atau MENCUKUR JENGGOT ?”

Penulis pun sebagai salah satu dari KOMUNITAS INSAN BERJENGGOT, selama ini tidak pernah mempermasalahknan SIAPA TOKOH ISLAM INDONESIA YANG BERJENGGOT & SIAPA TOKOH ISLAM INDONESIA YANG TIDAK BERJENGGOT ?

Tapi yang harus ‘dilawan’ sebagai bentuk Nahi Mungkar adalah pernyataan Said Aqil Siraj (SAS) yaitu:

“Jenggot mengurangi kecerdasan, semakin panjang semakin GOBLOK”.

Apa hubungannya ‘Pelihara Jenggot dengan sifat GOBLOK?’.

Pernyataan ini sangat terkesan adanya Upaya Pendangkalan Aqidah Umat yang sengaja dihembuskan oleh SAS.

Padahal mayoritas ulama kaliber dunia Islam dewasa ini adalah para tokoh BERJENGGOT.

Permasalahan berkembangnya pro-kontra kedua, yang juga sangat menguras energi umat Islam adalah, mengapa atau ada apa di balik penampilan foto Hadratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari yang dilukis tanpa jenggot dan diusung dalam giat acara HARI SANTRI NASIONAL yang dihadiri SAS…?
Apa karena SAS termasuk Tokoh Anti Jenggot ?

Padahal telah diriwayatkan:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ (رواه البخاري: 5892)

Dari Ibnu Umar RA beliau meriwayatkan dari Rasulullah SAW bersabda: “Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah jenggot kalian panjang, dan potong tipislah kumis kalian. (HR. Bukhari, 5892)

Permasalahan inilah hakikatnya yang menjadikan tambah rumitnya problematika umat di Indonesia, khususnya dalam tubuh warga NU saat dipimpin oleh figur yang kurang dapat berlaku bijak dan kurang memiliki budi pekerti tinggi serta tidak menerapkan adab sopan santun dalam beragama.

Figur yang tidak mengamalkan sabda Rasusullah SAW

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ (رواه الترمذي)

(Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak pantas dikerjakan).

Belum tuntas urusan Jenggot, SAS terlibat pro-kontra masalah sunnahnya Merapatkan Shaf Shalat, yang menurut SAS bahwa merapatkan Shaf Shalat itu bukan termasuk sunnah, tetapi hanyalah sebagai adat Arab.

Padahal Nabi SAW bersabda:

سَوُّوا صُفُوفَكُمْ , فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاةِ  (رواه البخاري , 690 –  ومسلم  433).

Rapatkan dan luruskan shaf-shaf shalat kalian, karena rapat dan lurusnya shaf itu termasuk dari kesempurnaan shalat. (HR. Bukhari-Muslim).

Semoga Allah tetap menjaga dan melindungi umat Islam dari rongrongan dan upaya pendangkalan aqidah.

Wallahu Alam

Sumber PejuangIslam.com


Artikel Terkait