Jadi Sasaran Caci Maki, Cicit Mbah Hasyim Hapus Pertanyaanya Soal Jenggot

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Cicit Hadhrotussyaikh KH. Hasyim Asy’ari Gus Ipang Wahid menghapus statusnya yang sebelumnya mempertanyakan soal jenggot buyutnya yang hilang di lukisan foto Mbah Hasyim saat peringatan hari santri.

“Komen salah. Nggak komen geregetan, “kata Gus Ipang.

Putra sulung KH. Sholahuddin Wahid ini menyindir mereka yang mencaci maki hanya karena Gus Ipang bertanya soal jenggot. Meskipun pria bernama asli ‘Irfan Asy’ari Sudirman ini sangat santun dalam bertanya namun cacian membanjiri statusnya.

image

Dengan mengucap Bismillah postingan foto kontroversi Mbah Hasyim saya hapus. Seperti biasa ternyata ramai luar biasa responsnya. Di-like oleh 870 orang, dikomen 209 orang dan hampir 500 yg ngeshare, Ternyata memang ada beberapa lukisan mbah hasyim yang tak berjenggot.

Walaupun…foto dan lukisan Mbah Hasyim yg saya punya SEMUA berjenggot…
Tapi ya sudahlah.
Mudharat tengkar ini jauh lebih besar drpd menjawab menyalurkan keingintahuan saya…
Maaf lahir batin kalau sudah membuat tengkar.
Sayang energinya, mending sama2 besarkan Islam…baik berjenggot maupun tidak.

Terimakasih untuk yang sudah mengingatkan dan menasehati saya. Kesalahan ini semua datangnya dari saya.

Terima kasih juga sudah ‘memuji’ saya sebagai keturunan hewan…

Woles bro…
Salam…

Tanggapan Soal NU Garis Lurus

Pria yang bekerja sebagai seniman iklan ini memberikan tanggapannya soal mereka yang menghubungkannya dengan NU Garis Lurus cuma karena bertanya soal jenggot.

image

Gus Ipang sendiri adalah salah satu keluarga NU dari Tebuireng yang cukup unik. Beliau pernah menjadi pengurus PKS yang biasanya sangat dibenci orang NU dan juga pernah menjadi juru iklan PDIP dan ‘Indonesia Hebat’ saat kampanye pemenangan Jokowi melawan Prabowo. Meskipun cicit Mbah Hasyim Gus Ipang adalah seperti kita manusia biasa yang tidak bisa luput dari kesalahan. Semoga Allah selalu membimbing beliau bisa mengawal NU agar kembali lurus seperti ajaran Buyutnya Hadhrotussyaikh KH. Hasyim Asy’ari Rahimahullah. Aamiin. Wallahu Alam


Artikel Terkait