Imam Ali pengecut Menurut Syiah, Sayyidina Ali pemberani menurut Ahlu sunnah.

Shortlink:

NUGarisLurus.Com –  Imam ali imam pertama bagi agama Syiah, segala puncuk kepemimpinan dari sisi  kedunia’an  maupun  sisi  keakhiratan mesti berada dibawah kendali kekuasaan dan kepemimpinan imam Ali.  itu sesuai  wasiat Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam [menurut syiah].syiah1

Wasiat tidak boleh diabaikan,tidak boleh dilalaikan, tak boleh ditinggalkan, secara hukum wajib  untuk disampaikan kemudian dilaksanakan,  terlebih itu  wasiat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Wasiat yang sangat agung. Bila seseorang  mengabaikan wasiat Rasulullah jelas dianggap  pengkhianat, begitulah konsekwensinya!

Siapapun yang mengambil alih kepemimpinan setelah kewafatan Rasulullah, maka itu namanya perampas kekuasaan, perampok, kepemimpinan nya dianggap tidak sah, tidak mempunyai legitimasi hukum dimata ummat terlebih dimata Allah subhanahu wa ta’ala.

Tak ayal, Sayyidina Abu bakar assiddiq, sayyidina Umar Al-faruq, dan sayyidina utsman bin affan Radhiyallahu anhum selaku tiga khalifah kaum muslimin setelah kewafatan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tak ubahnya gerombolan penjahat dan gerombolan merampok yang telah lancang merampas kepemimpinan Imam [Ali alaihissam] maka status dan vonis kafirpun disematkan kepada tiga Khalifah besar islam tersebut. dan sematan Kafir  itu dapat kita jumpai di dalam kitab -kitab agama Syiah, Bahwa Abu bakar, Umar  adalah dua berhala Qurays, kekafiran nya tidak diragukan.

Namun aneh bin ajaib, Sayyidina Ali bin abi thalib, yang merupakan Imam besar bagi syiah,  tidak berani alias tak punya nyali untuk menentang kemungkaran dan kedzaliman yang jelas-jelas ada didepan mata dan dadanya, terhadap tiga khalifah sebelumnya yang telah dianggapnya sebagai penjahat nan dzalim. padahal posisi imamah dalam agama syiah melebihi dari posisi kenabian dan kerasulan. Seharusnya imam Ali selaku imam Versi Syiah tidak bersikap diam. Sampaikanlah wasiat Nabi tersebut kepada ummat, apapun keadaan nya, begitulah seharusnya tindakan seorang penyandang risalah harus berani menempuh resiko, jika harus mati, niscaya mati syahid. Jika memang tiga khalifah sebelumnya dianggap perampas keimamahan, maka Imam Ali harus menjelaskan dan menyampaikan nya kepada Ummat.

akan tetapi apa yang terjadi? tak ada satu kalimatpun yang keluar dari lisan Imam Ali yang menyatakan bahwa tiga khalifah sebelumnya tidak sah, justeru malah menempuh langkah mendukung bahkan membaiat secara turut menurut.

Hal ini memberi bukti bahwa sebenarnya imam Ali bukan tidak berani, melainkan mendukung kebenaran yang ada pada tiga khalifah sebelumnya. Jika memang tiga khalifah sebelumnya tidak benar dan tidak sah, niscaya Imam Ali adalah orang pertama yang menentangnya.  bukankah Imam Ali terkenal sebagai seorang lelaki pemberani?? beliau berani mati di ranjang Rasulullah saat ditinggal Hijrah Rasul dan dikejar-kejar oleh orang Kafir Qurays. Keberanian imam Ali bin thalib terbukti tercatat didalam kitab-kitab sejarah dua kelompok besar, baik di dalam sejarah sunni maupun dalam buku sejarah syiah, beliau penyandang pedang dzul faqqar.

Di dalam kitab Syiah dijelaskan betapa Imam Ali berani akan memukul kedua mata Umar ibnu Khottab jika sekiranya Sayyidina Umar mengajak kepada kesesatan dan kemungkaran ! dalam Kitab Kasyful yakin pada Hal 63-64 di sebutkan sebagai berikut :

 

أن عمر خطب الناس فقال: لو صرفناكم عما تعرفون إلى ما تنكرون ما كنتم صانعين ؟ فسكتوا. قال ذلك ثلاثا. فقال له علي – عليه السلام -: إذا كنا نستتيبك فإن تبت قبلناك. قال فإن لم أتب ؟ قال: إذا نضرب الذي فيه عيناك. فقال: الحمد لله الذي جعل في هذه الأمة من إذا اعوججنا أقام أودنا. كشف اليقين للحلي ص63 – 64

” Sesungguhnya  Umar ibnu Khattab berkhutbah dihadapan manusia,  ia berkata :  Seandainya aku palingkan kalian dari kebaikan kepada kemungkaran apa yang akan kalian lakukan?? Para sahabat terdiam,  Umar pun mengulanginya sampai tiga kali.  

Akhirnya imam Ali alaihissalam menjawab. “Jika demikian maka kami akan meminta mu untuk bertaubat, Jika engkau bertaubat kami akan menerimamu kembali”.  

Umar berkata lagi : Jika aku tidak mau bertaubat?  

Imam Ali menjawab: Maka akan kami pukul kedua matamu.

Umar berkata:  segala puji bagi Allah yang telah menjadikan ummat ini  apabila kami bengkok maka ada orang yang meluruskan kami”.

Perhatikan secara seksama, Betapa Berani nya Imam Ali, akan memukul kedua mata Sayyidina Umar JIKA seumpama Sayyidina Umar mengajak kepada kebatilan dan kemungkaran. akan tetapi kenapa imam Ali tidak mau memukul Umar saat keimamahan nya diklaim telah dirampas? bahkan beliau lebih memilih berbaiat dan mendukung kekhalifaan Sayyidina Umar.




Bukankah keimamahan Ali bin abi thalib adalah wasiat nabi? seharusnya Imam Ali memilih untuk menyampaikan wasiat nabi tersebut, sebab jika wasiat nabi tidak dilaksanakan dan tidak disampaikan maka ia berubah menjadi Pengkhianat!

Hal tersebut menjadi Suatu fakta yang tak dapat terbantahkan ! bahwa Kekhalifaan tiga khalifah sebelumnya adalah Sah, sesuai prosedur dan benar dimata Hukum serta benar dimata Allah subhanahu wa ta’ala. terbukti imam ali tidak menggugatnya dan tidak pernah mempermasalahkan nya, alih-alih merebutnya kembali.

Suatu Fakta yang tak terbantahkan! bahwa Wasiat Nabi yang telah digadang-gadangkan oleh kelompok syiah adalah dusta dan palsu belaka!  terbukti imam Ali tidak pernah menyampaikan nya sampai beliu wafat, Jika benar bahwa Ada wasiat keimamahan Ali bin abi thalib tentu beliau akan menyampaikan nya kepada ummat. 

Fakta yang tak terbantahkan ! Bahwa Imam Ali tidak berhijrah keluar dari kota madinah, sebagaimana Rasulullah Berhijrah dari kota mekkah untuk meneruskan dakwah! Jika tiga Khalifah sebelumnya dianggap tidak sah, dan seumpama Imam Ali tidak cukup kekuatan untuk merebutnya kembali, seharusnya ia memilih berhijrah keluar dari kota Madinah mengingat  Kota mekkah dianggap kota paling kafir oleh Agama Syiah, sedangkan kota Madinah lebih buruk lagi kekafiran nya. sebagaimana yang telah disebutkan di dalam kitab syiah sebagai berikut :

أتى رجل أبا عبد الله عليه السلام فقال له: إني قد ضربت على كل شيء لي من فضة وذهب وبعت ضياعي، فقلت: أنزل مكة، فقال: لا تفعل إن أهل مكة يكفرون بالله جهرة. فقلت: ففي حرم رسول الله صلى الله عليه وآله ؟ قال: هم شر منهم، قلت: فأين أنزل ؟ قال: عليك بالعراق الكوفة فإن البركة منها على إثنى عشر ميلا هكذا وهكذا، وإلى جانبها قبر ما أتاه مكروب قط ولا ملهوف إلا فرج الله عنه.

 وسائل الشيعة للحر العاملي الجزء14 ص443 

Ada seorang lelaki mendatangi abu abdillah alaihissalam.  dia berkata ” sesungguhnya aku telah membelanjakan seluruh hartaku, emas dan perak, aku telah menjual barang-barangku,  aku katakan  bahwa aku akan pergi ke mekkah. Namun abu abdillah menjawab ” Jangan ! sesungguhnya pemduduk mekkah telah kafir secara terang-terangan. aku katakan lagi, bagaimana kalau aku Pergi ke tanah haram Rasulullah dan keluarganya (Madinah)? abu abdillah menjawab :  penduduk madinah lebih buruk daripada penduduk mekkah. Aku berkata  ” kalau begitu kemana sebaiknya aku pergi?  beliau menjawab : Pergilah ke tanah iraq di Kufah, sesungguhnya keberkahan ada disana, sejauh 12 mil begini dan begitu, disebelahnya terdapat kuburan, tak ada orang yang mengalami kesusahan dan kesedihan apabila mendatangi kuburan tersebut melainkan Allah Hilangkan daripadanya. [Wasa’ilussyi’ah oleh hur al amili juz 14 hal 443].

Dan juga di sebutkan di dalam kitab induk syiah Al-kafi oleh Al-kulaini :

 عن أبي عبد الله (عليه السلام) قال: أهل الشام شر من أهل الروم وأهل المدينة شر من أهل مكة وأهل مكة يكفرون بالله جهرة . الكافي للكليني الجزء الثاني ص 409 (باب) في صنوف أهل الخلاف وذكر القدرية والخوارج والمرجئة) * * (وأهل البلدان)

dari Abi abdillah AS, beliau berkata : Penduduk syam lebih buruk/jahat daripada penduduk rum, Penduduk madinah lebih buruk daripada penduduk mekkah sedangkan penduduk mekkah telah Kafir kepada Allah secara terang-terangan, [Al-kafi oleh al-kulaini juz 2 hal 409, dalam bab Shunuf ahlu Al khilaf wa dzakara al qadariyah wal khawarij wal murji’ah. wa ahlu buldan].

Memilih berhijrah keluar dari kota madinah yang dianggapnya lebih buruk kekafiran nya daripada kota mekkah adalah pilihan yang lebih tepat secara Hukum, mengingat tanah Suci bagi orang-orang syiah adalah bukan mekkah dan madinah melainkan adalah tanah Karbala’ dan itu telah menjadi Tanah suci duapuluh empat ribu tahun sebelum tanah suci mekkah . sebagaimana yang telah disebutkan didalam kitab-kitab syiah sebagaimana berikut:

عن علي بن الحسين عليهما السلام قال: اتخذ الله أرض كربلاء حرما قبل أن يتخذ مكة حرما بأربعة وعشرين ألف عام الحديث، وفي آخره إنها تزهر لأهل الجنة كالكوكب الدري. وسائل الشيعة للحر العاملي الجزء14 ص515 باب استحباب التبرك بكربلاء, كامل الزيارات: 268

 dari ali bin husin alaihimassalam, beliau berkata ” sesungguhnya Allah telah menjadikan tanah karba’ sebagai tanah Haram, sebelum dijadikan kota mekkah sebagai tanah Haram dengan duapuluh empat ribu tahun, dan pada akhirnya tanah karbala’ mekar bagi penduduk surga laksana bintang yang berkilauan. [wasa’ilu assyi’ah oleh hur al amili juz 14 hal 515 bab di anjurkan nya bertabarruk di tanah karbala’  dan pada kitab kamil azziyaraat, 268

Namun Faktanya Imam Ali tidak memilih keluar dari kota Madinah, adalah sebuah Bukti yang nyata bahwa Penduduk Madinah Bukanlah Orang kafir, dan kekhalifaan tiga khalifah sebelum nya Radhiyallahu anhum adalah benar dan sah, Oleh itu Imam Ali mendudkung dan membaiatnya.

Sementara Syiah adalah Pendusta, pembohong, penipu sejarah dan merendahkan Keberanian Imam Ali Karramallahu wajhah. Wal’iyadzubillah

Wallahu Alam


Artikel Terkait