Giliran Pesantren Sidogiri ‘Menelaah Pemikiran Sa’id Agil Siradj’

Shortlink:

image

image

NUGarisLurus.Com – Setelah Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan, Pesantren Sukorejo Situbondo, Pesantren Tebuireng Jombang, Pesantren KH. Ahmad Shiddiq Jember, Pesantren Cipasung Tasikmalaya, Kali ini giliran Pesantren besar Pasuruan Sidogiri melakukan bedah dan menelaah pemikiran menyimpang Said Agil Siraj.

Pesantren Sidogiri adalah pesantren besar di Jawa Timur dengan puluhan ribu santri di bawah asuhan Syaikhuna KH. Nawawi Abdul Jalil. KH. Nawawi Abdul Jalil sendiri termasuk anggota AHWA dalam muktamar NU di Jombang dan diangkat menjadi Mustasyar PBNU.

Acara ini berlangsung malam tadi Rabu, 7 Oktober 2015 sebagaimana dilaporkan akun twitter resmi pesantren @Sidogiri. Pemateri adalah Dewan Pakar Aswaja NU Center KH. Muhammad Idrus Ramli dan Direktur Utama TV9 Ustadz Hajim Jayli.

“Saat ini, Kuliah Umum
“Menelaah Pemikiran Said
Agil Siradj (SAS)” oleh Ustadz Idrus Ramli & Hajim Jayli (Dirut Tv9). kata akun @Sidogiri.

Dalam pemaparannya Ustadz Idrus Ramli yang juga alumni Sidogiri menjelaskan bahwa pemikiran SAS yang di permasalahkan adalah tudingannya yang keji dengan menyebut Islam lahir karena politis.

“Dalam paparannya, Ustadz Idrus mengkritisi pemikiran SAS yang menyatakan Islam lahir dalam nuansa politis. ” Lanjut akun @Sidogiri.

Ustadz Idrus Ramli sendiri sudah berkali -kali menulis karya ilmiah yang mengungkap penyimpangan Said Agil Siradj dan sebagian tulisannya sudah di sebarkan melalui akun facebook ‘Muhammad Idrus Ramli’. Dalam pertemuan di Pesantren Sukorejo Situbondo juga sudah tersebar tulisan Ustadz Idrus tentang penyimpangan SAS dalam sebuah buku yang kemungkinan akan dicetak dan disebarkan luas.

“Isu pluralisme yang kerap diusung oleh SAS ditelaah secara mendalam dengan merujuk dalil Quran dan Hadis yang otoritatif. “Tutup akun @Sidogiri.

Powered By @NUGarisLurus

Wallahu Alam


Artikel Terkait