Banser Jaga Pabrik Sandal Penghina Allah Atas Perintah Ahmad Muzakki?

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Dari informasi yang diperoleh oleh BangsaOnline.Com, Banser menjaga pabrik yang mencetak sandal penghina Allah atas perintah dari Ahmad Muzakki atau Gus Zakki sekretaris PWNU Jatim. Siapa dia?

Dari penelusuran NUGarisLurus.Com, Sekretaris PWNU Jatim Prof. Ahmad Muzakki adalah guru besar termuda
di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya dan peraih gelar graduate diploma dari Australian National University (ANU) Canberra Australia. Dari mulai strata satu dan strata dua di UINSA, juga program S2 serta S3 di Australia yakni di ANU.

Sekretaris PWNU Jawa Timur ini menyelesaikan program master of philosophy (MPhil) dengan tesis berjudul Contestation within Contemporary Indonesian Islamic Thought: Liberalism and Anti-liberalism. Selama melakukan studi selama tiga tahun (2002-2005), di ANU Canberra, ia dipercaya sebagai pengajar pada Faculty of Asian Studies ANU.

Tahun 2009, atas beasiswa International Postgraduate Research Scholarship (IPRS) dari Pemerintah Australia dan juga University of Queensland International Living Allowance Scholarship (UQILAS), dari The University of Queensland, menyelesaikan program PhD (S3) dengan fokus pada studi sosiologi media dan Islam di School of History, Philosophy, Religion and Classic, the University of Queensland Australia.

Perintahkan Banser Jaga Pabrik Penghina Allah?

PWNU Jatim menerjunkan puluhan
petugas Banser (barisan Ansor serba guna) untuk menjaga pabrik PT Pradipta Perkasa Makmur, yang hingga Selasa (13/10), pukul 10.00 WIB, tetap beroperasi seperti hari hari biasanya.

Pantauan BANGSAONLINE.com di pabrik itu, karyawan (buruh) masih terlihat lakukan aktivitas di dalam pabrik. Begitu juga, truk pemuat barang, terlihat keluar- masuk pabrik dengan muatan barang yang ditutupi terpal.

Koordinator Banser Korwil PWNU Jatim, Triyono, mengaku melakukan penjagaan PT Pradipta Perkasa Makmur sejak Senin (12/10), malam. Dia mengaku ditugaskan Ahmad Muzakki, sekretaris PWNU Jatim untuk lakukan penjagaan. “Saya disuruh jaga saja Mas oleh Gus Zaky. Saya tidak bisa komentar lain,” kata Triyono pada BANGSAONLINE.com .[Dbs/NUgl]


Artikel Terkait