Seri Pembahasan Akhir KH. Muhammad Najih Maemoen (III): Salaf Hari Ini Dikepung Wahhabi, Kristen Dan PKI

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Diawal penyampaian dari mulai membahas awal berdirinya Ribath Darusshohihain, KH. Muhammad Najih Maimoen menyebutkan bahwa semua itu atas doa dan barokah Sayid Muhammad Alawi Al Maliki.

Berikut ini penyampaian akhir dari KH. Muhammad Najih Maemoen yang disampaikan dalam temu alumni Ribat Darusshohihain sebagaimana yang dilansir oleh akun facebooknya.

Di akhir mauizhah beliau, Syaikhina KH. Muhammad Najih mengingatkan pada zaman yang sudah rusak sekarang ini, aktivitas ta’allum ta’lim (belajar mengajar) kitab salaf harus dipertahankan dengan disertai khidmah dan dzikir.

Beliau mengutip pesan Mbah Baidlowi, “Sok mben zaman akhir ibadah iku kerono duwet. (Besok zaman akhir ibadah itu karena uang)” Oleh karena itu paling penting adalah menata niat. Jika ada santri yang mendapat honor setelah mengajar atau berpidato maka uang tersebut jangan diniati hasil dia mengajar, tapi sebagai ganti dari mengisi jam pelajaran atau mendatangi acara.

Abah Najih (Sebutan para santri beliau red) lalu mengutip pesan Mbah Baidlowi yang lain, “Zaman akhir mulang ilmu agomo kangelan. (Zaman akhir mengajar agama itu sulit)” Hal ini terbukti sekarang salaf dikepung oleh Wahhabi, Kristen, dan PKI.

“Komunis tahu kekuatan Islam ada di pesantren salaf, makanya dikasih kurikulum,” tandas Abah Najih.

Menurut beliau, keistimewaan pesantren salaf adalah kiai yang mengasuhnya berhati bersih dan ikhlas mengajar liLlahi Ta’ala. Tidak terpengaruh dengan godaan uang, yang ada hanya berkat barokah. Inilah yang membuat Islam kuat, tidak hanya belajar Fiqh saja.

“Keikhlasan para ulama pesantren inilah penentu Islam di Indonesia terjaga. Jika hal ini sampai hilang, saya tidak tahu akan gimana lagi nasib Indonesia kedepannya,” tegas Abah Najih menutup tulisan Ribath Darusshihain.


Artikel Terkait