Sekjen PBNU Sebut Kemungkinan Banser Akan Jaga Idul Adha di Tolikara

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Menyusul adanya persyaratan bagi umat Islam Tolikara dalam melaksanakan shalat Idul Adha, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menegaskan bahwa semua pihak harus sama-sama menjaga kebersamaan.

Dia menyatakan bahwa pihaknya kemungkinan akan memerintahkan Banser untuk melakukan penjagaan pelaksanaan shalat Idul Adha.

“Banser mungkin nanti akan kita nego juga untuk menjaga,” kata Helmy saat dihubungi Kiblat.net, Selasa (08/09).

“Kan ketika natalan juga teman teman Banser menjaga, ketika ini nanti Banser juga menjaga,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, kelompok mayoritas Kristen Tolikara yang berada di bawah naungan Gereja Injili di Indonesia (GIdI) menyampaikan tiga syarat apabila umat Islam ingin melakukan shalat Idul Adha. Mereka meminta agar para pelaku penyerangan saat shalat Idul Fitri yang kini ditahan Polda Papua dibebaskan.

Selain itu GIdI meminta agar proses hukum kasus Tolikara dihentikan, untuk kemudian diselesaikan dengan menggunakan hukum adat. Mereka juga meminta agar nama baik denominasi gereja terbesar di Tolikara itu dibersihkan. Pasalnya, sejak peristiwa penyerangan shalat Idul Fitri lalu, nama baik GIdI menjadi tercemar.

Sekjen PBNU masa Khidmat 2015-2020 itu menekankan agar terus dilakukan dialog. PBNU, lanjut Helmy, telah melakukan komunikasi dan menginstruksikan PWNU Papua untuk terus menjaga perdamaian.

Dia menambahkan bahwa NU akan turut serta menjaga situasi di Tolikara. Helmy juga mengajak semua pihak untuk turut menjaga perdamaian, dengan harapan agar suasana peribadatan dapat berjalan dengan baik. [Kiblat.Net/NUgl]


Artikel Terkait