Pernah Ijtihad Rubah Waktu Haji, Tahun Ini Tokoh Lib Masdar Farid Haji Bersama Kaum Muslimin

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Ada yang unik dari salah satu jamaah haji asal Indonesia pada musim haji tahun ini. Yaitu datangnya dari salah satu tokoh Islam Liberal, Masdar  F. Masudi. Dalam beberapa kali kesempatan dia mengaku berijtihad dan berpendapat bahwa jadwal haji atau tanggal ketetapan untuk berhaji perlu dikaji ulang atau direvisi lantaran sudah tidak relevan dan penuh masaqqat bagi para hujjaj. Pernyataan tersebut terposting di website JIL Islamlib.com : http://islamlib.com/kajian/masdar-f-masudi-waktu-pelaksanaan-haji-perlu-ditinjau-ulang/

Namun anehnya, pria kelahiran  Porwokerto 18 September 1954 yang pernah belajar di Pesantren Kyai Khudhori Tegalrejo Magelang Jawa Tengah 1966-1069 dan nyantri di pondok asuhan Kyai Ali Ma’shum Krapyak Yogyakarta 1969-1975, ini justeru melaksanakan ritual ibdah haji sesuai dengan yang ditetapkan oleh syariat Islam, dan tidak melaksanakan apa yang dia yakini selama ini jika jadwal ibadah haji harus diubah.

Berkut kami tampilkan transkrip dan postingan aktifitas haji Masdar F Masudi dikirim via Grup Whatsapp yang bernama “Forum Intelektual”, sehingga mendapat respon oleh para pejuang Aswaja karena dinilai tidak konsisten dengan apa yang dia usulkan.

image

Tokoh Lib Pimpinan PBNU Masdar F. Masudi Kuthbah Wuquf.

Ustadz Muhammad Luthfi Rochman : Alhamdulillah. Kyai Masdar wukuf tetap tanggal 9 Dzulhijjah

Ustadz Adam bin Ridlwan : Padahal usulan dia kan di lain dzulhijjah ya? Hehe…
Sudah taubat ternyata…Selamat kiai, semoga tidak termasuk dalam korban Mina. Gimana kondisi terkini di sana?

Ustadz Abu Salam : Daftar tahun berapa kyai? Berangkat tahun ini

Masdar F. Masudi : Tragedi Mina bisa dihindari  scara tuntas dengan kembali pada nash Quran nan Sharih & Qothiy: “Alhajju Asyhurun Makkumat ….”

Ustadz Adam ibn Ridlwan : Maklumat Pak, Bukan makkumat

Ustadz Abbas Mawardi :  :)

Ustadz Abu salam : Wukufnya nggak harus tanggal 9 ya

Habib MuhammadVad’aq : Apa maksudnya Pak Masdar?

Ustadz Adam ibn ridlwan :  Yang diperbaiki bukan tanggalnya.
Btw,  syukurlah kalau njenengan masih sehat. Kabar di TV One korban dari Indonesia berasal dari Probolinggo.

Ustadz Abu salam : Biar lebih aman tempat wukuf dibagi ada yang di Arafah, di bandara Jeddah dll

Habib Muhammad Vad’aq :  Kenapa nggak di Kaltim aja lebih jauh?

Ustadz Abu salam : Di istora senayan

Adam ibn ridlwan :  Gimana karakter orang yang usul tapi dia tidak menjalankan usulannya? Labil bukan?
Harusnya usul haji di lain bulan Dzulhijjah, hajinya nggak sekarang. Terlebih kirim -kirim gambar.
Atau barangkali Kesana cuma untuk mantau, Selfie, dan bawa bala bencana bagi hujjaj yang lain?
Tragedi Mina hari ini itu teguran buat Pak Masdar. Seharusnya sadar akan hal itu.
Lucu ternyata Kiai satu ini.

Ustadz Abu salam : Mumpung lagi haji, ide kyai masdar didiskusikan aja langsung dengan Lajnah Faimah, Ustadz Adam itu bukan usul tapi ijtihad

Ustadz Adam ibn ridlwan : Ijtihad? Kenapa ijtihadnya dilanggar sendiri? Lebih parah

Ustadz Abu salam : Nggak ada pendukungnya sih. he he

Ustadz Adam ibn ridlwan : Nggak ada dasar pijakan. Jadi pindah Ijtihad. Lucu… Wallahi lucu… Ijtihad sendiri dilanggar sendiri..labil..

Habib Muhammad Vad’aq : Bukan labil tapi lebay

KH. Luthfi Bashori : Apa Pak Masdar sudah ‘usul’ ke Raja Saudi kalo ke Minanya untuk lempar, biar di bulan Syawwal saja, jadi nanti Pak Masdar pastinya akan AMAN karena bisa lempar jumrah sendirian. 😄
Sayangnya, sekarang Pak Masdar hajinya masih ikut aturan Syariat Islam.
Padahal lebih baik mengamalkan syariat made in sendiri looh… !!:)
Seperti orang Syiah saja jadinya, mereka gembar-gembor MENGANJURKAN NIKAH MUT’AH.. tapi anak kandungnya nggak boleh kita MUT’AH.

Gimana kawan-kawan, kalo kita ingin melamar putrinya PARA KAUM SYIAH yg ada di group ini?
Kira-kira kapan yaa kita di-NIKAH MUT’AH-kan dengan putri-putri para tokoh Syiah di group ini… ?:)
Kawan-kawan muslim di group ini bisa looh hanya menyiapkan duit Rp 100 ribu, untuk ‘pesan’ NIKAH MUT’AH buat dua hari saja laah… !
Kapan kira-kira mulai dibuka pendaftaran MUT’AH-nya?
Gimana kawan-kawan.. setuju yaa… ? :)

(MUT’AH DG ISTRI ORANG LAIN SAJA, BOLEH LOOH.., MENURUT SYIAH KHOMEINIYAH :))

Ustadz Abdul Muhsi : Pak masdar lagi NAQLID…..

Ustadz Imam Hasan : Mungkin dulu Qoul qodim beliau, Sekarag pake Qoul jadid

Abdul Moqsith Ghazali : >>> Malem -malem kog ada bahasan mut’ah. Ada apa ini?

Ustadz Abu salam  : Bab syi’ah pengurus LBM PBNU pasti punya jawaban akurat versi ahlussunnah wal jamaah annahdhiyyah

Abdul Moqsith Ghazali: Syiah sekarang kan sudah nggak taqiyah lagi. Apa ada yang masih taqiyah?

Abdul Moqsith Ghazali: Zaman Orba banyak juga orang NU yang Taqiyah, he…..

Moqsith Ghazali: Kalau mut’ah dengan istri orang lain boleh, wah syariat mana ini? Apa ada referensinya?

Ustadz Abdul Muhshi: Kang MUQSHIT TAQIYYAH itu beda banget dg ITTIQOAS SYARRI……, Gimana sih?

Ust Muhshi: مقسط…….
فرق كبير بين التقية واتقاء الشر…..Piye jih ?

Moqsith Ghazali: Leres….. monggo lanjut…

KH. Luthfi Bashori : Pembolehan mut’ah dengan wanita yang bersuami, selagi tidak diketahui oleh suaminya bisa dirujuk di buku Syiah Al Kafi, Jilid: 5, Hal. 463.

Ustadz Abu salam : Jangan dipraktekkan lo Pak muqsith:D:D

Ustadz Adam ibn Ridlwan : Kang Muqsith benar -benar nggak tahu atau sedang pura -pura nggak tahu? Taqiyah….
Ada rujukannya dari kitab syiah sendri.

Ustadz Muhammad Saad : Aduh…habis makan kambing, bahas mut’ah…

Ustadz Abu salam : Boleh mut’ah dengan kambing ya :mrgreen:

Adam ibn Ridlwan : dipraktekkan Ustasz Abdillah Ba’abud. Itu kiainya sendiri yang nulis di kitabnya.
Atau jangan -jangan sudah sering dimut’ahkan istrinya?

Ustadz Muhammad Saad : Beghhhh…

Abdul Moqsith Ghazali: Makasih kiai Luthfi. Info referensinya menarik.

Ustadz Adam ibn Ridlwan : Kang muqsith mencurigakan.

Abdul Moqsith Ghazali: He…. Nggak segitunya lah….

Ustadz Abu salam : Seliberal -liberalnya Pak Muqsith tetep punya batasan hehe

Ustadz Adam ibn Ridlwan : Leres kang, jangan sampai sampean kena penyakit kelamin. Naudzubillah.

KH. Masdar Farid Mas’udi dan Abdul Moqsith Ghazali adalah dua tokoh liberal yang saat ini menduduki jabatan elit PBNU dan teman dekat Prof. Dr. Said Agil Siraj.

Wallahu Alam


Artikel Terkait