Perjuangan ‘Asyirah ASWAJA Sumut Melawan Liberal Di Kampus UIN

Shortlink:

image

image

NUGarisLurus.Com – ‘Asyirah ASWAJA adalah lembaga Ahlus Sunnah Wal Jama’ah anti liberal, wahabi dan syiah yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Lembaga yang dipimpin Ustadz Syafi’i Umar Lubis ini membeberkan perjuangannya bersama PMII melawan liberal di kampus UIN Sumut. Berikut rilis dari ‘Asyirah ASWAJA yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Aulia Lubis ke redaksi NUGarisLurus.Com.

Setelah melalui proses yg cukup panjang bersama teman-teman ‘Asyirah ASWAJA UIN SUMUT, teman-teman PMII dan teman-teman di forum peduli UIN SUMUT beserta Seluruh Ormas Umat Islam se Sumatera Utara yang digagas oleh ‘Asyirah Ahlus Sunnah Wal Jamaah , akhirnya surat pemecatan pun telah dikeluarkan oleh pihak rektorat terhadap mahasiswa syariah semester 5 Universitas Islam Negeri Medan Sumatera Utara, atas nama Tuah Auliya Fuadi.

Tuah Auliya Fuadi telah melakukan kasus pelecehan serta penginjakan al Qur’an dan sebelumnya TUAH AULIYA FUADI juga membuat Pernyataan-pernyataan yang sangat Kontroversial di dalam pelaksanaan Ospek Mahasiswa baru dengan menularkan pemikiran sesatnya kepada mahasiswa baru tersebut dengan mengatakan:

“Dahulu di zaman Rasul, al Quran itu hadir dalam wajah jelek. Aromanya busuk pula lagi itu (yang pastinya bau bangkai)“. dan “Kalau anda sanggup akankah Anda menghentikan seseorang yang hendak memperkosa anak kecil? Kalau jawaban Anda “iya” berarti Anda lebih bermoral dibandingkan Tuhan Anda“.

Terlebih lebih banyak sekali informasi yang mengatakan bahwa TUAH AULIYA FUADI pernah melempar al Quran di hadapan khalayak ramai dan di dalam media sosial Facebooknya TUAH AULIYA FUADI juga sering membuat status-status Kontroversial yang begitu banyak mendapat reaksi keras para netizen.

Pernyataan-pernyataan serta tindakan yang dilakukan TUAH AULIYA FUADI tersebut sudah dapat dihukumi murtad. Kata-kata di atas dapat di hukumkan murtad (keluar dari agama Islam) karena istihza’, yakni mencela agama Allah.

Lantas, apa hukuman bagi orang yang murtad? Dalam penjelasannya, Ustadz Muzani Al Fadani (Ketua Biro Dakwah ‘Asyirah ASWAJA SUMUT) menerangkan bahwa orang yang murtad harus tahzir (diberi efek jera) agar hal itu memiliki kemungkinan kecil untuk di ulang nya kembali, Kemudian diperintahkan kembali untuk masuk Islam, dengan cara bersaksi (mengucapkan dua kalimat syahadat kembali) di hadapan hakim.

Jika si pelaku menolak untuk taubat dan kembali ke agama Islam maka orang tersebut harus dibunuh sebagaimana dicatat oleh Imam Syafi’i dalam Al-Umm 1/295, beliau menyatakan:
ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺍﺭْﺗَﺪَّ ﺭَﺟُﻞٌ ﻋَﻦْ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ ﺃَﻭْ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٌ ﺍُﺳْﺘُﺘِﻴﺐَ ﺃَﻳُّﻬُﻤَﺎ ﺍﺭْﺗَﺪَّ، ﻓَﻈَﺎﻫِﺮُ ﺍﻟْﺨَﺒَﺮِ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﻥْ ﻳُﺴْﺘَﺘَﺎﺏَ ﻣَﻜَﺎﻧَﻪُ ﻓَﺈِﻥْ ﺗَﺎﺏَ، ﻭَﺇِﻟَّﺎ ﻗُﺘِﻞَ، ﻭَﻗَﺪْ ﻳَﺤْﺘَﻤِﻞُ ﺍﻟْﺨَﺒَﺮُ ﺃَﻥْ ﻳُﺴْﺘَﺘَﺎﺏَ ﻣُﺪَّﺓً ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻤُﺪَﺩِ

Artinya: Apabila seorang laki-laki atau perempuan murtad dari Islam maka hendaknya (hakim pengadilan) memerintahkannya untuk bertaubat. Apabila tidak mau, maka dibunuh.

Pesan untuk Tuah Auliya, tidak cukup bagi anda hanya sekedar meminta maaf, kalau kejahatan hanya di balas dengan kata MAAF maka penjara tidak akan berisi, anda wajib bertaubat dan bersyahadat kembali di khalayak ramai, inilah yang pantas bagi anda. Agar hal ini menjadi pelajaran bagi seluruh umat Islam. Wabil Khusus Universitas-universi­tas Islam diseluruh Indonesia.

Dengan adanya keberanian dari ashhab- ashhab kami di UIN SU, membuat kebanggaan tersendiri bagi kami, setidaknya mereka bukan golongan yang dikatakan Rasul “selemah-lemah iman”…

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺳَﻌِﻴْﺪ ﺍﻟْﺨُﺪْﺭِﻱ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳَﻘُﻮْﻝُ : ﻣَﻦْ ﺭَﺃَﻯ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻣُﻨْﻜَﺮﺍً ﻓَﻠْﻴُﻐَﻴِّﺮْﻩُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ، ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻊْ ﻓَﺒِﻠِﺴَﺎﻧِﻪِ، ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻊْ ﻓَﺒِﻘَﻠْﺒِﻪِ ﻭَﺫَﻟِﻚَ ﺃَﺿْﻌَﻒُ ﺍْﻹِﻳْﻤَﺎﻥِ
‏[ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ ]

Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah- lemahnya iman. (Riwayat Muslim)

Maju terus!!!

Pejuang Islam bukan hanya bisa duduk membahas agama, namanya pejuang tegas ketika agama dipermainkan.


Artikel Terkait