Masya Allah! Jawa Tengah Kirimkan Banser Jaga Idul Adha di Tolikara

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – 12 anggota Banser Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah ikut mengamankan pelaksanaan Shalat Idul Adha 2015 di Tolikara, Papua dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“12 anggota Banser itu akan berada di Papua selama sepekan untuk mengamankan seluruh proses pelaksanaan shalat Idul Adha,” kata Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah Ikhwanuddin, Senin (21/9/2105).

Ia menjelaskan, bahwa pengiriman 12 anggota Banser asal Jateng ke Papua itu merupakan permintaan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Jawa Tengah.

Menurutnya, anggota banser tidak hanya ikut serta dalam pengamanan tempat ibadah berbagai agama gereja pada saat perayaan hari keagamaan. Tapi juga mengamankan pelaksanaan hari raya umat muslim.

“Mudah-mudahan dengan ikut sertanya anggota Banser mengamankan perayaan hari raya seluruh agama, dapat menjaga kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa GP Ansor Jateng juga telah memetakan daerah- daerah di 35 kabupaten/kota se-Jateng yang rawan terjadi konflik antarumat beragama, namun enggan memerinci lebih lanjut.

“Daerah yang rawan terjadi konflik itu mendapat perhatian khusus dari kami,” katanya.

***

Barisan serbaguna ansor (Banser) dikirim ke Tolikara, Papua untuk ikut andil dalam pengamanan perayaan Idul Adha. Sebanyak 12 anggota Banser dari Batang dikirim ke Tolikara selama sepekan atau sampai Rabu (30/9).

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah, Ikhwanudin mengatakan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama meminta Jawa Tengah untuk mengirimkan anggotanya ke Tolikara.

Banser yang merupakan bagian dari Ansor, katanya, tidak hanya berpartisipasi dalam pengamanan gereja pada saat Natal, tetapi juga mengamankan masjid dan aktivitas yang terkait.

“Jawa Tengah ada 13 orang dan DKI tiga orang yang yang berpartisipasi di Tolikara dalam pengamanan saudara muslim di sana. Kami berharap di sana perdamaian tetap dijaga,” ujar Ikhwanudin, kemarin.

Anggota yang dikirim, katanya, telah digembleng secara fisik dan mental serta dengan ilmu kanuragan. Mereka juga bergabung dalam satuan Densus 99 Asmaul Husna yang dibentuk sebagai barisan terdepan terkait penanganan radikalisme. [Inilah.Com/SuaraMerdeka/NUgl]


Artikel Terkait