Kyai Panutan Telah Berpulang Ke Rahmatullah

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Innalillahi lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah wafat kembali ke Rahmatullah, KH. A. Muchith Muzadi, di rumah sakit Persada Malang, pada hari, Ahad, tgl 6 September 2015 jam 05.00 pagi. Janazah akan di Shalati di pesantren Al-Hikam Malang dan di Makamkan di Jl. Kalimantan Jember. Allahummhfirlahu warhamhu waafihi wa’fu anhu. Pengirim A. Hasyim Muzadi. Itulah Sms yang saya terima dari KH. Hasyim muzadi pada jam 05.15 WIB.

Setelah membaca sms itu saya berdoa semoga semua amal ibadah beliau diterima disisi Allah SWT. KH. A. Muhith Muzadi sosok Kyai yang sudah saya kenal sejak saya masih menjadi santri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Pasca Muktamar 1984 di Situbondo nama beliau menjadi masyhur dikalangan Ulama NU dan tokoh-tokoh nasional di Indonesia. Karena yang membuat dan menulis konsep Khithah NU adalah kyai Muhith atas permintaan dari KH. Ahmad Shiddiq.

Di saat KH. Ahmad Shiddiq ada, Kyai Muhith dengan tawadhu’nya mengatakan bahwa  konsep Khithah NU itu hasil pemikiran  KH. Ahmad Shiddiq. Setelah KH. Ahmad Shiddiq wafat rujukan pemikiran Khithah NU tertuju pada Kyai Muhith. Di usia yang sudah lebih dari enam puluh tahun Kyai Muhith kerap kali menjadi narasumber diberbagai forum nasional, regional dan daerah untuk menjelaskan Khithah NU.

Bahkan banyak pondok pesantren, perguruan tinggi  yang meminta agar Kyai Muhith  berkenan mengajar, menuangkan ilmunya kepada para santri dan Mashasiswa . Alhamdulillah saat saya masih nyantri dan mengabdi di Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kyai Muhith termasuk deretan Kyai sepuh yang aktif mengajar di Ma’had Aly. Tidak hanya keluasan imunya yang diharapkan dari Kyai Muhith, tapi silsilah keilmuan yang langsung menyambung pada KH. Hasyim Asy’ari.

  KH. Muhith Muzadi termasuk santri dari KH. Hasyim Asy’ari yang tahu persis terhadap perjalanan NU mulai dari awal terbentuknya. Oleh karena itu PCNU Jember dari tahun 1999  hingga 2010 menjadwalkan beliau sebagai narasumber tetap  untuk mengisi  acara pengajian rutin  lailatul ijtima’ setiap malam selasa kliwon.

Kyai Muhith dikenal sangat  dekat dengan kader-kader muda NU, beliau telaten membimbing, mengarahkan, membina dan mengajar anak-anak muda NU. Kyai Muhith selalu mengingatkan bahwa kamu  masuk NU ini niati untuk dandani awak (memperbaiki diri), baik dari sisi ibadah, ilmu, dan akhlak. Jangan sampai menjadi pengurus NU ingin memperbaiki NU atau Ulama NU.

Kyai muhith sosok tokoh yang hidup sederhana, dan selalu memberi nasehat agar kita menjaga kehormatan diri (al-‘iffah). Sekalipun beliau pernah menjabat diberbagai jabatan pemerintahan (Sekda dan DPRD), beliau sangat berhati-hati dan betul-betul menjauhi dari uang haram atau uang hasil korupsi. Jangan korbankan kehormatan dirimu hanya untuk kesenangan sesaat, nasehat Kyai Muhith yang sering dilontarkan pada anak-anak muda NU.

Terakhir yang sempat disampaikan kepada saya (semoga al-faqir diakui santri beliau) kegelisahan beliau tentang kondisi PBNU. Kyai Muhith sangat terkejut mengetahui MOU PBNU dengan Universitas Al-Mustafa  Iran, dan konsep khashais Aswaja yang akan dibahas di Muktamar NU di Jombang. Kyai Muhith sangat tidak ridha kalau NU akan dijadikan wadah kaum Syiah, pembela PKI dan Liberal. Tujuan NU didirikan adalah untuk menjaga, mempertahankan dan mengembangkan ajaran Aswaja. Walaupun dalam kondisi sangat udzur beliau masih datang ke Muktamar dan menyempatkan ziarah ke makam KH. Hasyim Asy’ari. Dan saat diwawancari oleh awak media, Kyai sangat menyesal  dan prihatin terhadap kondisi Muktamar NU ke 33 di jombang yang jauh dari nilai-nilai ke Nu an bahkan AD/ART yang menjadi rujukan NU sudah dilangggar, sembari member pesan jangan biarkan NU seperti ini, selamatkan NU, singkirkan orang-orang yang akan merusak NU.

Selamat jalan Kyai muhit Muzadi, semoga amal ibadahmu diterima disisi Allah SWT. Dan semoga tumbuh tunas-tunas pejuang seperti Embah Muhith dikemudian hari.

Jember, 6 September 2015
Penulis: HM. Misbahus Salam Pengurus PCNU Jember.


Artikel Terkait