Ini Permintaan Mohon Maaf Syaikh Ali Jabir Karena Memperuncing Khilafiyah

Shortlink:

image

image

image

image

NUGarisLurus.Com – Cara dakwah Syaikh Ali Jabir sempat membuat resah dan menjadi perbincangan di jejaring sosial soal menuduh doa kaum muslimin bercampur dengan syirik dan ada kesan menghubungkannya dengan tawasul.

Dewan Pakar Aswaja NU KH. Muhammad Idrus Ramli pernah meluruskan dengan tegas tentang pendapat Ali Jabir dan memperingatkannya dengan sebutan Wahabi Taqiyah.

Belum selesai soal doa dan tawasul, Syaikh Ali Jabir kembali membuat heboh dengan pendapatnya soal Qurban dan sudah mendapat banyak tanggapan dari para penulis dan pejuang Aswaja.

Berikut ini pernyataan minta maaf dari Syaikh Ali Jabir yang disampaikan kepada perwakilan MUI, KH. Cholil Nafis dan pernyataan dari Ketua MUI bidang komisi dakwah ini.

Walhamdulillah tadi siang saya di MUI Pusat menerima tamu Syaikh Ali Jabir berkenaan dengan beberapa polemik di sosial media.  Syaikh Ali Jabir menyatakan beberapa hal kepada MUI:

1. Meminta arahan dan bimbingan MUI berkenaan dengan aktifitas dakwahnya di Indonesia. Jika ada kesalaha siap memperbaiki.

2. Mohon maaf kepada MUI dan masyarakat Indonesia jika ada kata-kata yg meresahkan. mungkin karena tak begitu fasih bahasa Indonesia sehingga ucapannya bisa disalahpahami.

3. Tidak ada niatan berkenaan dengan ucapannya untuk mendiskreditkan masyarakat muslim Indonesia. hal itu semata -mata menirukan apa yang pernah didengarnya.

4. Soal tawassul dan qurban tak niat untuk masuk masalah khilafiyah sehingga kalau ucapan yang berbeda pendapat mohon diluruskan oleh MUI dan asatidz.

5. Siap melakukan dan bekerjasama dengan siapapun khsususnya dengan para asatidz demi persatuan umat Islam dan menyebar dakwah yang damai.

inilah poin-poin Silaturrahim Syaikh Ali Jabir dengan Pengurus Komisi Dakwah yang baru saja dikukuhkan.

MUI menyambut baik dan menghargai ketulusan Syaikh Ali Jabir yang dengan tawadhu’ meminta bimbingan kepada MUI dan memohon maaf kepada masyarakat. Akhlak da’i harus menjadi teladan kepada umat.

Mudah-mudahan antar da’i dapat saling mengingatkan dengan cara yang baik dan sopan sehingga tdk membingungkan umat. 

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat

Cholil Nafis, Ph D

Wallahu Alam


Artikel Terkait