Ini Pelurusan Rais Syuriah PCNU Nganjuk KH. Ahmad Baghowi Terhadap Said Agil

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nganjuk, Jawa Timur, KH Ahmad Baghowi ikut mengomentari pernyataan Prof Dr KH Said Aqil Siraj yang menganggap orang berjenggot itu goblok.

”Sekarang ada orang yang merasa pandai (keminter) berani mengolok olok orang memelihara jenggot. Mungkin dia tidak pernah melihat foto Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Beliau (Kiai Hasyim Asy’ari-red) memelihara jenggot,” kata Kiai Ahmad Baghowi dalam keterangan tertulisnya kepada BANGSAONLINE.com , Selasa (15/9/2015).

Seperti ramai diberitakan, dalam rekaman audio di Youtube, saat menjelaskan soal Islam Nusantara Said Aqil menyebut jenggot mengurangi kecerdasan seseorang. Said Aqil mengatakan orang yang berjenggot adalah orang yang goblok. Menurut dia, semakin jenggot itu panjang semakin goblok karena syaraf yang seharusnya menyuport otak ketarik ke bawah oleh jenggot.

Said Aqil menegaskan, orang-orang cerdas pasti tidak berjenggot. Ia mencontohkan Gus Dur, Quraish Shihab, dan Nurcholis Majid. “Tapi, kalau berjenggot emosinya saja yang meledak- ledak, geger otaknya. Karena syaraf untuk mensupport otak supaya cerdas, ketarik oleh jenggot itu. Semakin panjang, semakin goblok!,” kata Said Aqil yang disambut tawa hadirin yang mendengarkan ceramahnya.

Kiai Baghowi minta Said Aqil mengaji lagi. ”Suruh dia (Said Aqil) ngaji kitab Ihya Ulumuddin juz 1 halaman 1662, Riyadlusshalihin halaman 483 dan Ghayatu Talchish halaman 81, biar tak keminter (sok pintar-red),” katanya.

Kiai Baghowi juga menyinggung buku karangan Said Aqil Siraj berjudul Tasawuf sebagai Kritik Sosial, Mengedepankan Islam sebagai Inspirasi, Bukan Aspirasi. Buku itu diterbitkan SAS Foundation dan LTN PBNU.

Setelah membaca isi buku tersebut, Kiai Baghowi meragukan ke-NU-an Said Aqil.
”Isinya naudzubillah, isinya sudah menyimpang dari Nahdlatul Ulama. Mungkin orang itu (Said Aqil) bukan orang NU, walaupun menjadi (Ketua-red) PBNU,” tegas Kiai Baghowi dalam SMS- nya kepada BANGSAONLINE.com.

Bagaimana isi buku yang menggusarkan para kiai itu? Ikuti laporan penting dan menarik ini di koran HARIAN BANGSA edisi Jum’at 17 September 2015. (bersambung) [BangsaOnline/NUgl]


Artikel Terkait