Ini Karakter Para Tokoh Liberal Menghadapi NU Garis Lurus Dalam Satu Grup

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Grup ‘Forum Intelektual’ setelah lama diberitakan berhasil membungkam Gus Nuril Arifin yang terkenal sering blusukan ke Gereja, Klentheng, Kuil dan berbagai tempat ibadah orang kafir, Kali ini kami akan mengungkap para tokoh liberal yang jika dikandangnya dan di media sosial terkenal berani mengeluarkan pendapat nylenehnya.

1. Ulil Abshar Abdalla

Menantu Gus Mus ini pada awalnya masuk berani untuk berdialog, Dan sempat di serbu banyak bantahan yang akhirnya terdiam.

Hingga sekarang ‘Mas Ulil’ begitu permintaan beliau untuk penyebutan namanya tetap bertahan di grup meski belum berani lagi berdialog. Tapi Mas Ulil tergolong berani karena mengaku tidak akan keluar dan bertahan di grup jika tidak diusir atau dikeluarkan.

2. Mohamad Guntur Romli

Orang ini tidak sepemberani pengakuannya. Jika dalam kandang dan media sosial sangat berani melecehkan Islam dan Al Qur’an namun tidak pernah berani untuk diskusi dan dialog.

Bahkan ‘belum pernah’ berani berkomentar di grup yang sangat berkharisma dari para pendekar NU Garis Lurus.

Hingga kini tokoh liberal yang pernah berdarah -darah menghadapi FPI hingga kepalanya bocor ini selalu lari dan keluar dari grup karena ‘takut’ untuk berdiskusi. Akhirnya akunnya memblokir para pendekar NU Garis Lurus agar tidak bisa dimasukkan kembali.

3. Abdul Moqsith Ghazali

Sosok pendiri JIL yang sekarang menjadi pengurus teras LBM PBNU dan Wakil ketua bidang maudu’iyyah ini sangat kalem dan pendiam jika bersamaan dengan para pendekar NU Garis Lurus.

Namun sesekali Mas Moqsith berkomentar sedikit tapi langsung diam jika diajak diskusi dan berdialog. Meskipun menurut sebagian kalangan mengatakan Mas Moqsith adalah tokoh JIL yang alim kitab turots namun hingga kini belum terbukti di depan kami.

Mas Moqsith juga seperti Mas Ulil yang meskipun lebih banyak diam tapi tidak kabur dan penakut seperti Guntur Romli. Justru Mas Moqsith seperti menampakkan ‘tawadlu’ dengan tidak mau berdiskusi dan berharap mengambil ilmu dari para pendekar NU Garis Lurus.

4. Masdar Farid Mas’udi

Teman dekat ketua umum PBNU yang juga mendapatkan posisi empuk di PBNU ini berkarakter diam dan berkomentar sedikit seperti Mas Moqsith.

Sosok kontroversial yang pernah bersama Zuhairi Misrawi mendapat Fatwa mati dari PMII Mesir karena ingin merubah waktu ibadah haji ini juga sangat pasif dan selalu menghindar diajak untuk dialog dan berdiskusi.

5. Gus Nuril Arifin

Mantan panglima pasukan berani mati membela Gus Dur ini pernah berkomentar sedikit saat awal masuk namun sampai saat ini selalu diam dan tak mau diskusi. Pernah menyatakan unek -uneknya soal NU Garis Lurus di facebook namun diam tak berkutik saat diajak diskusi dan dialog ilmiah.

Terakhir Gus Nuril yang katanya Dewan Penasehat pagar nusa ini selalu kabur dan ‘takut’ saat diajak diskusi dengan para pendekar NU Garis Lurus.

6. Tokoh Syiah Jalaluddin Rahmat

Sampai tulisan ini kami buat, Kang Jalal tidak pernah mau berkomentar dan diskusi. Meskipun banyak para tokoh syiah yang sudah di ‘bantai’ didalam grup hingga akhirnya di keluarkan satu persatu, Kang Jalal hanya diam melihat dan tak berkomentar. Kelihatannya ‘Taqiyah’ syiah yang dimilikinya mendekati sempurna.

Dalam grup forum intelektual sendiri juga terdapat banyak tokoh yang bergabung seperti ketua FKM Jatim KH. Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab) bersama KH. Muhammad Idrus Ramli yang pernah memimpin sidang terhadap Mas Ulil dan Said Agil Siraj di Sidoarjo yang videonya sudah tersebar di Youtube. Selain beliau juga ada KH. Misbahussalam pengurus NU Jember, KH. Luthfi Bashori, Habib Muhammad Vad’aq, Habib Haidar Syahab, Ustadz Abbas Mawardi, Ustadz Ahmad Kholili Hasib, Ustadz Qosim Nurseha, Ustadz Adam Bin Ridlwan, Ustadz Muhammad Saad, Ustadz Muhammad Lutfi Rochman, Ustadz Najib, Ustadz Ahmad Al Qutby, Ustadz Abdul Muhsi Ustadz Sutarwan Waffa dan para asatidz, Habaib, Kiai yang lainnya.


Artikel Terkait