Gus Idrus Ramli Sindir Nuril Arifin: Kelimuan Blusukan Tempat Ibadah Agama Lain Hasilnya Ngawur

Shortlink:

image

Gus Idrus Ramli bersama Rais Syuriah PWNU Aceh.

NUGarisLurus.Com – Dewan pakar Aswaja NU Center Kiai Muhammad Idrus Ramli atau Gus Idrus terlibat saling sindir dengan Gus Nuril Arifin di jejaring sosial facebook. Setelah sebelumnya Gus Nuril mengkritik tulisan ilmiah tentang ‘meluruskan paham yang menganggap Islam sebagai wasilah.

Tulisan Gus Nuril sendiri terbilang belum bisa dikatakan ilmiah atau jauh dari disebut nyambung dengan argumentasi tulisan panjang Gus Idrus Ramli. Berikut kutipan status ‘Muhammad Idrus Ramli’ atas status ‘Gus Nuril Arifin’.

MASUKAN DARI SEORANG TEMAN

Ada teman group WhatsApp menulis Pernyataan seorang aktivis Gereja (Gus Nuril red) Jika engkau dari Semarang menuju ke Jakarta,menggunakan jalan laut (menggunakan kapal laut perahu) atau dengan jalan darat (menggunakan mobil,sepeda motor atau jalan kaki),maka jalan dan kendaraannya disebut wasilah,dan tujuanmu itu disebut ghoyah.

______

Tanggapan Gus Idrus Ramli: Sangat janggal. Jalur darat dan mobil dianggap wasilah semua. Ini jelas pembodohan. Dalam dunia tashawuf ada suluk, ada thoriqoh dan ada ghoyah.

Suluk bisa disebut wasilah, tapi thoriqoh jelas bukan wasilah. Ini sudah maklum Dalam bahasa Arab ada istilah
ﻭﺳﺎﺋﻞ ﺍﻟﻤﻮﺍﺻﻼﺕ

Yaitu sarana transportasi seperti mobil dan kereta Ada juga istilah
ﻃﺮﻕ ﺍﻟﻤﻮﺍﺻﻼﺕ

Yaitu jalur transportasi seperti rel dan jalan raya. Istilah seperti ini sangat maklum para mulia.

Kesimpulan dari pernyataan kawan tersebut, mobil dan kereta api disebut wasilah, sedangkan jalan raya dan rel kereta disebut jalan atau jalur transportasi. Kedua nya tidak disebut wasilah semua.

Istilah keilmuan kadang memang terasa mudah. Tetapi kalau tidak biasa bergelut dalam dunia keilmuan, apalagi kerjanya keluar masuk tempat ibadah agama lain, hasilnya ngawur.

Wallahu Alam


Artikel Terkait