[VIDEO] Cucu KH. As’ad Syamsul Arifin Mufaroqoh Jilid II Dari PBNU

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Konspirasi pembusukan Aqidah NU dari dalam,  Merupakan kejahatan terselubung yang di hembuskan Oleh jajaran pengurus elit NU di mana telah dikuasai oleh kaum Liberal.

Pengusung Faham barat yang  memaksakan kehendak untuk menjadikan pemikiran dan isme-isme yang mereka peroleh dari luar agama Islam untuk kemudian mau dijadikan sebuah ajaran yang Harus dikembangkan dan diterima Oleh kalangan ummat Mendapat perlawanan dari para Alim dan para Ulama’.

Upaya dan makar mereka senantiasa mendapat perlawanan dan penentang dari para sesepuh dan Ulama’ NU yang masih berada dijalur yang Lurus serta masih energik dalam membela Aqidah berada digarda terdepan untuk mempertahankan kemurnian Ajaran Islam berhaluan Ahlu sunnah Wal Jamaah.

Hal inilah yang di tempuh Oleh Ulama’-ulama Muda NU generasi penerus yang paling diharap-harapkan Ummat.

Adalah KHR Achmad Azaim Ibrahimy, selaku pengasuh  Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Mendeklarasikan MUFARAQOH (melepaskan diri dari semua tanggung jawab) dan tidak ada kait mengait dengan pengurus Besar Nahdlatul Ulama’ yang mana saat ini di Pimpin Oleh Said Agil siradj.

Hal ini beliau tempuh karena menganggap bahwa Ketua PBNU yang sekarang (Prof Dr Said Agil Siradj) telah melenceng jauh dari rel yang telah digariskan oleh Pendiri NU Hadratus Syekh KH  Hasyim Asy’ari dan Memperjual belikan aqidah Nahdliyyin sesuai dengan kepentingan.

Mencampur adukkan semua aqidah, yang batil dan yang haq dicampur aduk dan tidak di bedakan lagi, pembelaan nya yang lebih condong kepada Syiah, padahal KH. Hasyim Asy’ari secara tegas dan jelas memposisikan syiah sebagai Ajaran yang tidak boleh di terima Oleh Warga Nadliyyin  sebagaimana beliau ungkapkan di dalam kitabnya.

Hal inilah yang membuat Warga Nahdliyyin kecewa , sama hal nya menginjak-nginjak dan merendahkan Ajaran yang digariskan oleh Hadratus Syekh.

Sehingga Tokoh Muda NU cucu daripada KHR as’ad Syamsul Arifin, KHR. Achmad Azaim Ibrahimy berwasiat selepas pembacaa’an deklarasi MUFARAQOH nya. ” Jangan jadikan NU sebagai proyek yang dapat memperjual belikan Aqidah. Siapa saja boleh membeli sesuai kepentingan, kalau benar-benar Tulus dengan NU maka biayai NU perjuangkan NU dari kantong nya sendiri”

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=606202659518808&id=467428066729602&refid=17

CUCU TOKOH UTAMA ULAMA' NU MENDEKLARASIKAN MUFARAQOH JILID II DARI PBNUKonspirasi pembusukan Aqidah NU dari dalam, Merupakan kejahatan terselebung yang di hembuskan Oleh jajaran pengurus elit NU di mana telah dikuasai oleh kaum Liberal. Pengusung Faham barat yang memaksakan kehendak untuk menjadikan pemikiran dan isme-isme yang mereka peroleh dari luar agama islam untuk kemudian mau dijadikan sebuah ajaran yang Harus dikembangkan dan diterima Oleh kalangan ummat. Mendapat perlawanan dari para Alim dan para Ulama'Upaya dan makar mereka senantiasa mendapat perlawanan dan penentang dari para sesepuh dan Ulama' NU yang masih berada dijalur yang Lurus serta masih energik dalam membela Aqidah berada digarda terdepan untuk mempertahankan kemurnian Ajaran Islam berhaluan Ahlu sunnah Wal Jamaah. Hal inilah yang di tempuh Oleh Ulama'-ulama Muda NU generasi penerus yang paling diharap-harapkan Ummat. Adalah KHR ach Azaim Ibrahimy, selaku pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo. Mendeklarasikan MUFARAQOH (melepaskan diri dari semua tanggung jawab) dan tidak ada kait mengait dengan pengurus Besar Nahdlatul Ulama' yang mana saat ini di Pimpin Oleh Said aqil siradj. Hal ini beliau tempuh karena menganggap bahwa Ketua PBNU yang sekrang (prof Aqil Siradj) telah melenceng jauh dari ril yang telah digariskan oleh Pendiri NU Hadratus syekh Hasim As'ari. Memperjual belikan aqidah Nahdliyyin sesuai dengan kepentinganMencampur adukkan semua aqidah, yang batil dan yang haq dicampur aduk dan tidak di bedakan lagi, pembelaan nya yang lebih condong kepada Syiah, padahal KH Hasim As'ari secara tegas dan jelas memposisikan syiah sebagai Ajaran yang tidak boleh di terima Oleh Warga Nadliyyin sebagaimana beliau ungkapkan di dalam kitabnya. Hal inilah yang membuat Warga Nahdliyyin kecewa , sama hal nya menginjak-nginjak dan merendahkan Ajaran yang digariskan oleh Hadratus syekh. Sehingga Tokoh Muda NU cucu daripada KHR as'ad Syamsul Arifin, KHR ach Azaim Ibrahimy berwasiat selepas pembacaa'an deklarasi MUFARAQOH nya. " Jangan jadikan NU sebagai proyek yang dapat memperjual belikan Aqidah. Siapa saja boleh membeli sesuai kepentingan, kalau benar-benar Tulus dengan NU maka biayai NU perjuangkan NU dari kantong nya sendiri" TV NU Garis Lurus.

Posted by NU Garis Lurus on Sunday, 27 September 2015

Wallahu Alam


Artikel Terkait