Struktural PBNU Penuh Politisi, Eks Sekretaris NU Jatim: Kalau Tidak Bisa Dikembalikan Sebagai Organisasi Kemasyarakatan, Gempur Saja!

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil muktamar di Jombang mengumumkan struktur kepengurusan untuk periode 2015-2016. Sejumlah nama politikus dan figur beken masuk ke dalam formasi organisasi pimpinan Said Aqil Siraj itu.

Di antara nama-nama pengurus tersebut terdapat nama politikus terkenal seperti Jusuf Kalla (JK), Nusron Wahid, Helmy Faishal Zaini dan Saefullah Yusuf. JK duduk di dewan penasihat. Sedangkan Nusron dipercaya menjadi salah satu ketua.

Adapun Helmy memegang posisi yang sangat strategis. Politikus yang juga ketua fraksi dan DPP Partai Kebangkitan Bangsa itu menjadi sekretaris jenderal PBNU 2015-2020.

Mantan Sekretaris PWNU Jawa Timur Ustadz Ahmad Heri menyayangkan NU yang berusaha dibawa menjauh dari tujuan pendiriannya dengan membawa agenda politis. Ahmad Heri menyatakan jika NU tidak bisa dikembalikan kepada asal pendiriannya secara baik -baik maka di gempur saja. Berikut pernyataanya.

INILAHCOM, Surabaya – Mantan Sekretaris PWNU Jawa Timur Ahmad Heri menyayangkan sejumlah politikus partai politik masuk struktur PBNU periode 2015-2020.

“Saya menyesalkan struktur kepengurusan PBNU sekarang, terutama posisi strategis, justru diduduki para politisi, baik di jajaran ketua tanfidziyah maupun jajaran sekjen,” katanya di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (23/8/2015).

Politikus yang masuk  kepengurusan yakni Helmy Faisal, Robikin Emhas, Sulthonul Huda, dan lainnya. Pengumuman pengurus PBNU yang baru diumumkan di Jakarta, kemarin sore, dipimpin oleh Rais Aam KH Ma’ruf Amin.

Ahmad Heri khawatir NU ke depan akan menjadi “pasar malam” politisi yang tujuannya bukan untuk NU, tetapi kepentingan politik praktis, seperti pilpres, pilgub, atau pilkada. Hal itu bisa saja terjadi jika ulama tidak berhati-hati.

“Itu posisi strategis yang tidak perlu ditutupi untuk pilpres, pilgub, pilkada, dan kepentingan politik praktis lainnya,” katanya.

Ia meminta para ulama mengembalikan NU kepada visi sosial kemasyarakatan yang merupakan tujuan utama dari para pendiri yakni membawa kebaikan masyarakat secara pendidikan, kesehatan, ekonomi, budaya, dan moral keagamaan.

“Semuanya untuk kepentingan masyarakat, bukan elite. Kalau tidak bisa dikembalikan ya digempur saja,” ujarnya.

Wallahu Alam.


Artikel Terkait