Selain Mengangkat Anak, Ternyata Sekjen PBNU Besan Said Agil

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Aroma nepotisme pengurus baru PBNU dan P(K)B NU semakin semerbak. Selain mengangkat anaknya sendiri, Ternyata Helmi Faizal yang diangkat sebagai sekretaris Said Agil Siraj sebagai pengurus inti struktural PBNU adalah besannya sendiri.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil Muktamar NU ke-33 di alun-alun Jombang mengumumkan susunan kepengurusan PBNU masa khidmat 2015-2020 di kantor PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta.

Yang menarik, begitu diumumkan susunan kepengurusan tersebut langsung mendapat respon beragam di media sosial. Sebagian netizen (sebutan untuk warga internet) menyoroti soal banyak politisi yang masuk dalam kepengurusan PBNU. Sebagian lagi banyak yang mempersoalkan nepostisme Said Aqil Siroj yang banyak memasukkan keluarganya dalam susunan pengurus PBNU. Di antaranya, Muhammad Said Aqil, anak kandung Said Aqil Siroj sebagai Wakil Sekretaris Jenderal dan KHM Mustofa Aqil Siroj, saudara kandung Said Aqil Siroj, sebagai Rais Syuriah PBNU.

Para netizen di media sosial juga menyoroti masukya Helmy Faishal Zaini, besan Said Aqil Siroj, yang diplot sabagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU. Helmy selain besanan dengan Said Aqil juga menjabat Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa di DPR RI. Berarti ada empat keluarga Said Aqil yang jadi pengurus PBNU. Yaitu Helmy Faishal Zaini, Mustofa Aqil Siroj, Muhammad Said Aqil dan Said Aqil Siroj sendiri.

Meski banyak tokoh politik yang masuk kepengurusan PBNU, tapi Said Aqil masih mengaku menjaga NU agar tak ikut terlibat dalam politik praktis. “Kita kawal NU tak ikut politik praktis,” tegasnya.

Sementara Helmy Faishal mengaku akan mundur dari kepengurusan PKB. “Mulai hari ini saya sudah mengajukan pengunduran diri dari DPP PKB,” kata Helmy.

Helmy mengatakan, ia akan tetap menjalankan dua perannya sebagai Sekjen NU dan anggota DPR. Sejauh ini peraturan di DPR tidak melarang anggota Helmy untuk aktif di NU.

“Saya sebagai anggota dewan karena tidak bertentangan maka terus sebagai wakil rakyat. Jelas mulai hari ini, berakhirnya loyalitas saya pada partai dan mulainya loyalitas saya pada ulama,” jelas Helmy.

Helmy menambahkan, ia juga akan segera berbicara dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk mencarikan penggantinya sebagai Ketua Fraksi PKB.

“Soal ketua fraksi, secara perlahan saya akan menyatakan non aktif dari kepengurusan. Secara otomatis akan non aktif sendiri. Saya akan minta ke Cak Imin untuk segera minta mencari pengganti,” bebernya.

Sementara beberapa nama kiai yang dimasukkan dalam jajaran Mustasyar PBNU mengaku banyak yang tak tahu kalau namanya tertulis sebagai Mustasyar PBNU. Bahkan Abdul Mun’im DZ yang ditulis sebagai wakil Sekjen mengaku menolak jadi pengurus PBNU di bawah kepemimpinan Said Aqil Siroj tapi tetap dimasukkan.

Ternya rumor pengurus struktural yang penuh dengan dugaan Nepotisme benar diresmikan. Seperti yang dikutip NUGarisLurus.Com sebelumnya para kandidat calon lawan tidak ada satupun yang dimasukkan sebagai pengurus struktural.

Nama seperti KH. Hasyim Muzadi, Cucu Pendiri NU KH. Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah dan calon lain seperti Ustadz Idrus Ramli dan Kiai Muhammad Adnan tidak mendapatkan posisi apapun. Sementara Katib ‘Amm demisioner KH. Malik Madani juga di singkirkan dan diganti seterunya saat muktamar KH. Yahya Staquf.

Wallahul Musta’an Wa ilaihi At Tuklan.


Artikel Terkait