Saifullah Yusuf Dan Muhaimin Iskandar, 2 Tokoh Penyulut Kekisruhan Muktamar NU

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com, JOMBANG – Memang tidak bisa dipungkiri intervensi dalam muktamar NU sarat kepentingan politik, terutama dilakukan oleh petinggi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim.

Diungkapkan Muizun Hakam, Kaum Muda Pesantren , Upaya pencitraan Saifullah Yusuf selaku Ketua Panitia Daerah dan Abdul Halim Iskandar Ketua PKB Jatim dalam momentum pemilihan Gubernur Jatim mendatang.

Muiz menilai, upaya pemenangan Kiai Said Agil dan Kiai Mustofa Bisri serta pencitraan yang dilakukan oleh Saifulloh Yusuf (Gus Ipul) dan Halim Iskandar (Gus Halim), sejak awal terlihat kentara mengarahkan dengan mensetting komposisi Panitia Daerah Muktamar.

“Posisi Ketua Panitia Daerah dipegang sendiri dipegang oleh Saifullah Yusuf dan Sekretaris Panitia Daerah Muktamar diisi oleh Thoriqul Haq yang notabene tak lain sebagai Sekretaris DPW PKB Jatim yang juga Anggota DPRD Jawa Timur. Sementara itu pada tingkatan kepanitian lokal sejumlah posisi strategis tersebut
diisi oleh komunitas dari partai PKB,” tandasnya.

Mereka antara lain Subaidi Muhtar (Ketua DPC PKB Jombang), Munir Al Fanani (Sekretaris DPC PKB Jombang) dan Mas’ud Zuremi (anggota DPRD Jombang dari PKB). Sedangkan mereka yang notabene dari badan otonom NU setempat, nyaris tidak mendapat posisi strategis dalam kepanitiaannya.

Menurut aktivis alumnus Universitas Darul Ulum ini, masuknya sejumlah orang-orang PKB dalam muktamar ini membuat partai tersebut dengan mudah bermanuver di muktamar. “Hal ini disinyalir ada agenda tertentu suksesi calon untuk mensukseskan Kiai Said Agil dan Kiai Mustofa Bisri,” jelasnya.

Ia menandaskan jika agenda terbesar adalah pencitraan Gus Ipul dan Gus Halim sendiri, maka sangat disayangkan. Sebab, tokoh-tokoh tersebut terlalu masuk dalam kegiatan pencitraannya di Muktamar NU.

Sementara langkah PC GP Ansor menggeruduk PCNU Jombang terkait marak beredarnya atribut PKB di sejumlah titik area muktamar bertujuan untuk menjaga Marwah Muktamar dari segala intervensi politik. “Langkah kami adalah menjaga marwah Muktamar NU di Jombang bersih dari manuver-manuver yang mengkerdilkan NU,” pungkasnya.

(LensaIndonesia/NUGarisLurus.Com)


Artikel Terkait