PWNU-PWNU Ungkap Peserta Bayangan saat Muktamar NU Dari Pengurus PKB

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com, JOMBANG – Sejumlah pengurus wilayah NU mengungkap keganjilan menarik muktamar NU. Beberapa peserta yang membawa ID Card sebagai syarat masuk ruangan muktamar ternyata bukan pengurus NU di cabang maupun wilayah namun mereka adalah pengurus partai. Berikut beritanya.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com – Sekretaris Tanfidziyah PWNU Papua Barat, Syahruddin Makki, mengungkapkan jika pihaknya menemukan sejumlah delegasi peserta muktamar yang mewakili empat Kabupaten di Provinsi Papua Barat, yakni Kabupaten Pegunungan Apak, Manokwari Selatan, Maybrat dan Telukwondama. Padahal di empat kabupaten tersebut, kata Syahruddin belum dibentuk cabang NU.

“Kami tak pernah merekomendasikan Pembentukan Cabang NU di sana. Karena memang tidak ada muslim di sana. Kami tak bisa mengusir mereka karena mereka memiliki co-card peserta,” ungkap Syahruddin.

Empat cabang tersebut, kata Syahruddin, datang tanpa koordinasi PWNU Papua Barat dan setelah diidentifikasi mereka adalah pengurus DPC PKB Kabupaten Manokwari.

“Mereka bukan warga Manokwari, sepengetahuan kami mereka pengurus PKB Manokwari. Tapi anehnya mereka mengklaim punya SK dari PBNU padahal tak pernah kami rekomendasikan. Anehnya lagi bisa lolos menjadi peserta tanpa verifikasi. Kenapa panitia melegalkan? Siapa yang menghadirkan mereka di sini? Intervensi parpol sangat kental dalam muktamar ini,” ujarnya.
( Baca juga: Gus Solah: Banyak Pertanyaan, ini Muktamar NU apa Muktamar PKB, PBNU Kenapa Diam? )

Hal serupa diungkapkan Ketua Tanfidziyah PWNU Kepulauan Riau, Tarmudzi Tohor. Menurutnya, dalam sejumlah agenda sidang komisi hingga sidang pleno lalu, banyak pengurus PKB menyusup sebagai peserta maupun peninjau.

“Muktamar ini terlihat tidak murni lagi dilaksanakan oleh NU karena di mana ada kegiatan, baik sidang komisi, pleno dan sebagainya, kok selalu ada orang- orang partai di situ. Ada apa ini, pasti ada sesatu di belakangnya?” tanyanya. ( Baca juga: “Muktamar Jombang, Muktamar Terburuk Sepanjang Sejarah” )

Ia juga mengungkapkan, kekisruhan di Muktamar NU ini disebabkan oleh kegagalan panitia dalam memanage forum, pelanggaran AD-ART oleh elit PBNU dan Panitia Muktamar, serta kentalnya intervensi PKB. (Baca juga: 27 PWNU Tolak LPj, Anggap Sidang Pleno Direkayasa )

“Ada apa sebenarnya, muktamar kenapa dibikin rebut-ribut begini. Saya berharap semua kembali ke hati nurani, mari bermuktamar yang benar, bukan bermuktamar karena kepentingan- kepentingan tersendiri. Kericuhan ini bermula dari ketidakjelasan panitia dalam mengacu pada konstitusi. AD-ART banyak dilanggar. Buktinya saat sidang yang membahas hal selaras AD-ART, tidak ribut. Tapi saat membahas hal di luar AD- ART, muktamirin menolak,” ujarnya.

Wallahu Alam


Artikel Terkait