Para Penghianat Qonun Asasi NU Berselingkuh Dengan Liberal Dan Penyimpangan Memusuhi Garis Lurus NU

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Tulisan KH. Luthfi Bashori yang kami kutip dari sumber website PejuangIslam.Com tentang para penghianat Qonun Asasi NU yang berselingkuh dengan Liberalisme, Syiah, Wahabi dan berbagai penyimpangan aliran memusuhi NU yang lurus.

PARA PENGKHIANAT ITU KEHILANGAN AGAMA

Luthfi Bashori

Di akhir jaman seperti saat ini, banyak sekali para pengkhianat bermunculan dan bergentayangan di tengah masyarakat. Adakalanya pengkhianatan itu terjadi dalam kehidupan rumah tangga, atau dalam dunia pekerjaan, atau pendidikan, atau keorganisasian, atau perpolitikan, atau pemerintahan bahkan perngkhianatan juga terjadi dalam dunia keagamaan.

Sebagai contoh, rasanya telinga sudah sering mendengar berita baik lewat telivisi, surat kabar, radio, media sosial dunia maya, bahkan pembicaraan di warung kopi, tentang adanya pengkhiatan seorang istri atau suami terhadap pasangannya. Atau berita pengkhianatan seseorang kepada anggota keluarganya.

Di kalangan para pegawai, pekerja, pendidik dan pelajar, sudah banyak terjadi kasus pengkhianatan terhadap instansi yang menaungi mereka, termasuk dalam dunia pergaulan, tidak jarang terjadi pengkhianatan demi pengkhiatan di kalangan masyarakat.

Saat ini sedang musimnya, orang yang mengaku warga Ahlus sunnah wal jamaah, namun berani mengkhianati syariat Islam yang bersumber dari Alquran, Hadits serta ijma’ para ulama salaf.

Banyak orang mengaku warga NU, namun mengkhianati aqidah Ahlus sunnah wal Jamaah, sebagaimana yang DIGARISKAN secara LURUS dan tegas oleh Hadlratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari. Sebagai pendiri NU beliau secara tegas melarang warga NU ikut  Syiah, Liberalisme, Wahhabi, Wihdatul Wujud (Manunggaling Kawulo Gusti), dan aliran sesat lainnya, sebagaimana yang tertulis dalam karangan beliau, Risalah Ahlis sunnah wal Jamaah,  namun tetap saja banyak warga NU yang mengkhianati larangan-larangan ini.

Bahkan sedang musim pula, adanya oknum yang menjabat sebagai pengurus NU, namun berkhianat terhadap Qanun Asasi Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, misalnya sengaja berkompromi secara mesra dengan pihak Syiah, larut dalam kesesatan Liberalisme, serta berselingkuh dengan kaum Nasrani, Khonghucu, Hindu dan Budha, dengan alasan demi wawasan kebangsaan.

Dalam dunia pemerintahan, ternyata musim pula para pejabat negara mengkhianati rakyatnya, yaitu dengan mengingkari janji-janji yang disampaikan pada saat kampanye agar dipilih, namun setelah terpilih justru menerapkan kebijaksanaan yang menyengsarakan rakyat banyak.  

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lapar dan khianat (berbuat curang). Karena kelaparan itu berarti kehilangan nikmat, dan pengkhianatan itu berarti kehilangan agama.” (HR. Abu Dawud).

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Pada hari kiamat kelak semua manusia dari yang awal sampai yang terakhir akan dikumpulkan. Bagi setiap pengkhianat akan dipancangkan bendera tanda pengenal. Kemudian akan dikatakan kepadanya: Inilah pengkhianat si Fulan.” (HR. Bukhari).

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bagi setiap pengkhianat kelak akan ditancapkan bendera pada duburnya setinggi pengkhianatan yang telah dilakukannya. Tiada pengkhianatan yang lebih besar dosanya dibandingkan para pemangku jabatan yang berbuat dzalim (melanggar ketentuan yang disepakati)”. (HR. Muslim).

Sumber: Www.PejuangIslam.Com


Artikel Terkait