Musyawarah Nasional Alim Ulama NU 1983 Dan Sikap Terhadap Pancasila

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Hubungan NU dan negara dengan dasar Pancasila dan UUD 1945 sejak dulu selalu berpijak terhadap “Syariat Islam”. Memperingati 70 kemerdekaan Indonesia, NU Garis Lurus akan menulis terjemahan hasil musyawarah nasional Alim Ulama NU pada tahun 1983 di Situbondo yang memutuskan sikap penerimaan Pancasila setelah melalui proses panjang perdebatan sejak Indonesia merdeka.

Sikap penerimaan ini sering dipahami salah dan di sebarkan kalangan liberal yang sekarang banyak duduk di Struktural. Bahwa NU menerima pancasila adalah konsekuensi dengan pengertian yang benar sesuai pasal 29 ayat 1 yaitu pengamalan “Syariat Islam” bukan sekulerisme dan demokrasi sesat buatan barat.

Musyawarah Nasional Alim Ulama NU 1983: Hubungan Pancasila Dan Agama

1. Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara Republik Indonesia bukanlah agama, Tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama.

2. Sila ketuhanan yang maha esa sebagai dasar negara Republik Indonesia menurut pasal 29 ayat 1 Undang -Undang Dasar (UUD) 1945 yang menjiwai sila -sila yang lain mencerminkan tauhid menurut keimanan dalam Islam.

3. Bagi Nahdlatul Ulama, Islam adalah Aqidah dan Syariat meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antar manusia.

4. Penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya Umat Islam Indonesia untuk menjalankan Syariat Agamanya.

5. Sebagai konsekuensi dari sikap di atas, Nahdlatul Ulama berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang pancasila dan pengamalannya yang murni konsekuen oleh semua pihak.

Situbondo, 16 Rabi’ul Awwal 1404/ 21 Desember 1983.

Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama.

Maka, Jika ada “Siapapun” meskipun pengurus struktural NU mentafsirkan sikap NU terhadap Pancasila dan UUD 1945 berbeda dengan pengertian diatas dia melenceng dan perlu diluruskan. Dirgahayu Republik Indonesia ke- 70. Ingatlah selalu bahwa Kemerdekaan diraih “Atas Berkah Rahmat Allah Subhanahu Wa Taala dan dengan darah perjuangan para mujahidin dan syuhada yang taat kepada Syariat Allah, Maka JANGANLAH ISI KEMERDEKAAN DENGAN BERMAKSIYAT KEPADA- NYA BAGAIMANAPUN BENTUKNYA.

Wallahu Alam


Artikel Terkait