Muktamar NU Gaduh Karena Tidak Rela Ulama’nya Disakiti, Muktamar Muhammadiyah?

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com, Makassar – Berbagai media menulis perbandingan antara muktamar NU dan muktamar muhammadiyah. Bahkan sebuah media menulis judul sangat menusuk NU dengan judul “Muktamar NU Gaduh, Muktamar Muhammadiyah Teduh.

Benarkah muktamar muhammadiyah teduh? Beredar sebuah kliping koran yang menyebutkan bahwa muktamar muhammadiyah sempat gaduh hanya karena MC menyebut nama “Sayyidina” saat menyebut nama nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallama.

Panggilan “Sayyidina” bermakna tuan kami adalah gelar kehormatan yang sudah terbiasa di ucapkan warga Nahdliyyin untuk menghormati dan memberikan keagungan kepada nabinya. Namun lafadh “Sayyidina” adalah penggunaan sangat tabu bagi warga Muhammadiyah meski di Saudi Arabia penggunaannya sudah lumrah di gunakan. Bahkan menurut cerita saat presiden negara barat seperti Amerika dan sekutunya, Raja Arab sudah terbiasa memanggilnya Sayyid Bush atau Sayyid Obama yang artinya Tuan Bush dan Tuan Obama. Namun mengapa ini menjadi hal yang sangat tabu bagi warga Muhammadiyah? Bahkan untuk Nabi mereka Nabi Muhammad? Wallahu Alam Bish Showab.

Saat ini di jejaring sosial opini mulai berubah, Jika Muktamar NU Gaduh karena “Tidak Rela Kyai/Ulama nya di sakiti” Namun Muktamar Muhammadiyah sempat Gaduh karena “Tidak Rela Nabinya Dihormati” dengan cara yang menurut mereka mungkin di anggap bid’ah.

Lebih penting dari keduanya, Ternyata pendiri JIL Ulil Abshar Abdalla memuji hasil kedua muktamar ormas terbesar di Nusantara itu karena menghasilkan dua tokoh pemimpin yang menurut Ulil adalah tokoh “Pluralis” yaitu sebuah aliran sesat yang mengakui semua agama benar dan masuk surga dan sudah difatwakan sesat oleh MUI meskipun “Bapak Pluralisme Indonesia” adalah seorang mantan presiden Abdurrahman Wahid dan terbiasa di panggil Gus Dur.

image

Hasbunallah Wanikmal Wakiil Nikmal Maula Wanikman Nashir


Artikel Terkait