KH. Luthfi Bashori: Bukan Ulama Nye-Goro Tapi Goro (Dusta)

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Seorang ulama sepuh yang di hormati kalangan nahdliyyin sering membuat statement meresahkan, mencaci MUI, memunculkan kesan ulama nye-goro vs kagetan. Namun anehnya justru para pengikutnya adalah pengikut kagetan. Ada NU Garis Lurus kaget, Ada NU tidak anti syariat kaget, Ada NU anti liberal kaget, Ada NU anti syiah kaget, Ada NU anti Islam Nusantara kaget, Ada NU Garis Lurus tapi sangat anti wahabi kaget.

Akhirnya frustasi membuat mereka gelap mata. menuding NU Garis Lurus Munafik. menuding NU Garis Lurus Khawarij. menuding NU Garis Lurus Takfiri, Pemecah belah dan seabreg tudingan sampai menuduh NU Garis Lurus orang persis. Wakafa billahi Syahida…

Ternyata Islam Rahmah yang sering mereka kemukakan hanyalah kamuflase dan propaganda. Karena isinya hanya orang yang mempropagandakan liberal tapi berubah menjadi Islam Marah ketika menghadapi perbedaan pemikiran serta tidak bisa berpikir bijak. Bahkan sebagian mengancam dengan kata -kata cacian yang sama sekali tidak pantas di gambarkan dari perilaku orang mengaku warga Nahdliyyin yang santun.

Berikut ini tulisan tentang ulama NYE-GORO yang kami kutip dari tulisan tokoh NU Garis Lurus KH. Luthfi Bashori dari website resminya Www.PejuangIslam.Com yang kiranya cukup menggambarkan “kedustaan” klaim mereka.

ILMU NYE – GORO

Luthfi Bashori

Penulis sengaja memberi tanda garis pemisah – dalam penulisan istilah NYE – GORO karena ada beberapa alasan.

Arti ‘nyegoro’ dalam bahasa Jawa adalah seluas lautan. Namun jika dalam penulisan itu diberi tanda garis pemisah – sebagai pembatas, maka bisa menjadi multi tafsir.

Goro sendiri dalam bahasa Jawa berarti ‘bohong’ alias ‘menipu’.

Nah, jika ada seseorang yang mengaku dirinya memiliki ilmu agama yang nye-goro, maka yang harus dilakukan adalah wajib istiqamah mengamalkan syariat Islam sesuai ajaran Alquran, Hadits dan hasil ijtihad para ulama salaf Ahlus sunnah wal jamaah.

Ada dua hal lagi yang harus dilakukan secara kongkrit, yaitu wajib takut kepada Allah, karena sesungguhnya orang yang paling takut kepada Allah itu adalah para ulama yang ilmunya Nyegoro.

Kedua, wajib menjaga akhlaqnya kepada Allah, kepada Rasulullah SAW, kepada para shahabat, para ulama salaf dunia Islam, dan kepada para pejuang aqidah serta akhlaq kepada sesama umat Islam.

Namun, jika hal-hal tersebut di atas ternyata diabaikan, sedangkan dirinya merasa memiliki ilmu nye-goro, maka orang yang demikian ini lebih tepat disebut ULAMA GORO tanpa NYE.

Salah satu ajaran syariat Islam yaitu mengamalkan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, sebagai implementasi berakhlaq kepada Allah, Rasulullah SAW dan para ulama Salaf.

Perlu diingat, bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pengikut ajaran Hadratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, bahwa musuh utama aqidah warga Nahdlatul Ulama (NU) jika dikerucutkan itu ada tiga sekte aliran sesat.

Yaitu sekte Syiah dengan segala cabangnya, dan sekte Wahhabi serta sekte Liberal yang dalam bahasa KH. Hasyim Asy’ari disebut sebagai kaum Ibahiyyun.

Jika ada seseorang yang mengaku dirinya memiliki llmu nye-goro, namun selalu mendukung keberadaan tiga sekte sesat ini, maka yang paling tepat untuk menjuluki orang tersebut adalah: ULAMA GORO tanpa NYE.

Wallahu Alam


Artikel Terkait