Inilah Tulisan Yang Membuat Heboh Halaman FB Aswaja Garis Lurus

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Muncul halaman facebook yang menggunakan tema “Garis Lurus” yaitu Aswaja Garis Lurus. Tulisan halaman facebook ini menyita perhatian publik dengan sebuah tulisannya yang berisi tentang kiprah Aswaja Garis Lurus.

Saat berita ini ditulis, Tulisan tentang tokoh sentral Aswaja Garis Lurus KH. Luthfi Bashori sudah disukai lebih 1500 pengguna FB dan dikomentari oleh ratusan akun. Meskipun dipenuhi pro dan kontra namun banyak dukungan yang disampaikan dari para pengguna FB. Berikut ini status hebohnya.

SEKILAS MENGENAL WARNA DAKWAH KH. LUTHFI BASHORI, PENCETUS “ASWAJA GARIS LURUS”

Beliau adalah alumnus Ma’had Assayyid Muhammad Bin Alwi Al Maliky Al Hasani Makkah Almukarramah.

Di dalam dunia dakwah, KH. Luthfi Bashori terkenal sangat tegas dalam melawan aliran-aliran yang menyeleweng dari aqidah Islam.

Selain itu, beliau juga sibuk membentengi umat Islam dari gencarnya isu kristenisasi maupun upaya pemurtadan umat Islam.

Berbagai cara telah dilakukan oleh beliau dalam memerangi aliran-aliran sesat seperti sepilis (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme), Syiah, Wahhabi dan sebagainya.

Tatkala salah satu tokoh JIL (Jaringan Islam Liberal) yaitu Ulil Abshar Abdalla mengatakan bahwa tidak ada hukum Tuhan. Mendengar berita tersebut KH. Luthfi Bashori langsung mendebat Ulil Abshar Abdalla dalam dialog terbuka di depan publik. Beliau menyebutkan berbagai dalil baik dari Alquran dan Hadits shahih serta pendapat para ulama Salaf, untuk menyangkal pendapat tokoh JIL itu.

Bukan hanya itu, beliau berkerja sama FUUI Bandung, berhasil pula mengeluarkakan Fatwa Mati untuk Ulil Abshar Abdalla. Fatwa itu berupa masukan bagi aparat penegak hukum.

Tatakala Gus Dur mengatakan, bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang paling porno sedunia, karena di dalam Al-Qur’an ada ayat yang artinya:”Ibu menyusui anaknya, kata Gus Dur adegan ibu menyusui ini adalah ayat pornogafi. Maka KH. Luthfi Bashori bersama dua orang teman beliau, Al-habib Rizeq Syihab Dan Al-habib Abdurrahman As-segaf mendatangi Gus Dur di kantornya, dan KH.Luthfi Bashori menyerahkan surat teguran kepada Gusdur yang ditandatangani oleh lima ratus ulama pulau Jawa dan Madura, yang mana isinya menuntut Gus Dur agar meminta maaf kepada seluruh umat Islam secara terbuka atas penghinaannya terhadap Al-Quran.

Selain itu, masih banyak lagi ajaran dari dampak liberalisme, Syiahisme dan Wahhabisme yang ditangani dan ditangkal oleh KH. Luthfi Bashori.

Beliau juga melihat gerakan semacam kristenisasi adalah suatu bahaya besar bagi ummat Islam.

Maka KH. Luthfi Bashori senantiasa berusaha mengingatkan umat Islam untuk menjaga aqidahnya dari bahaya kristenisasi.

Dakwah beliau itu adakalanya disampaikan lewat tulisan atau melalui mimbar. Bahkan beliau terkenal sangat tegas dalam menangani masalah kristenisasi maupun aliran sesat yang keluar dari ajaran Ahlus sunnah wal jamaah.

Beliau juga sering menyampaikan kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh terhadap strategi orang-orang kafir di dalam memurtadkan ummat Islam.

Di antara strategi musuh yang sering beliau sampaikan adalah, hendaknya masayarakat mewaspadai para missionaris yang berkeliaran di mana-mana baik yang secara terang-terangan maupun yang secara samar-samar.

Para missionaris itu umumnya menyebarkan ajaran Kristen dengan berbagai cara, di antaranya, memberikan sumbangan dana atau sembako kepada ummat Islam yang ekonominya tidak mampu, kemudian mengajak kalangan muslim miskin tersebut untuk pindah ke agama Kristen.

Selain masuk di kalangan faqir miskin, para missionaris itu acap kali berpura-pura menjadi muallaf, lantas mendatangi tokoh-tokoh Islam untuk meminta sumbangan dana, namun sumbangan tersebut mereka gunakan demi kepentingan program kristenisasi.

Hal-hal seperti di atas ini, sering disampaikan oleh KH. Luthfi Bashori tatkala berdakwah agar ummat Islam terus meningkatkan kewaspadaannya.

Selain berdakwah melalui lisan, beliau juga berdakwah melalui tulisan beliau. Banyak sekali karya tulis KH.Luthfi Bashori yang sudah beredar di mana-mana. Mulai dari buku berukuran kecil, sampai yang berukuran besar.

Mulai dari artikel yang dimuat media masa sampai selebaran manual yang di photocopy dan disebar melalui majlis taklim, atau berbentuk bulletin mingguan, serta lewat dunia maya.

Banyak karangan beliau yang cukup fenomenal, dan telah beredar, antara lain buku: Al-Qur`an versi syiah tidak sama dengan Al-Qur`an kaum muslimin; Presiden wanita dalam wacana hukum Islam; Di balik upaya pembubaran Depag; Musuh Besar Umat Islam; Dialog Sunni-Wahhabi, dan buku Dialog Tokoh-tokoh Islam Seputar Ucapan Selamat Natal.

Membaca isi buku karangan beliau, menunjukkan jiwa KH. Luthfi Bashori adalah seorang pemberani dalam membela kebenaran, dan  tidak takut dalam menghadapi kemungkaran. Khususnya dalam bidang aqidah.

Contoh dalam buku Dialog Tokoh-tokoh Islam Seputar Ucapan Selamat Natal, beliau menegur salah satu tokoh Islam Nasional, Bpk Prof Din Syamsudin, yang membolehkan ‘Ucapan Selamat Natal’ kepada orang non muslim.

Selain menegur ketua umum PP. Muhammadiyah itu, beliau juga menegur beberapa tokoh Islam lainnya, yang sependapat dengan Prof. Din Syamsuddin, di antaranya: Bpk Ikhwan Syam. Ada juga selingan di dalam buku itu dialog pro-kontra KH. Luthfi Bashori dengan KH. Hasyim Muzadi dan Bpk. Masdar F Masudi pengurus PBNU Pusat .

Dengan demikian lengkap sudah perjuangan KH. Luthfi Bashori dalam menegakkan syariat Islam, mulai dakwah dengan lisan, tulisan serta dakwah melalu beberapa organisasi Islam yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah, atau bermadzhab Sunni Syafi’i.

MENGENAL ASWAJA GARIS LURUS

ASWAJA, adalah istilah yang sangat masyhur di kalangan umat Islam, yaitu sebagai singkatan dari Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dengan beraqidah Asy’ariyah dan Maturidyah sebagai landasan berpijak, bahkan lebih spesifik di Indonesia, Aswaja ini menjadi trade merk bagi aqidah warga NU.

Adapun istilah ASWAJA GARIS LURUS, adalah kumpulan beberapa aktifis Aswaja yang tergabung dalam sebuah komunitas yang berhaluan GARIS LURUS atau secara lengkap disebut ASWAJA GARIS LURUS.

Komunitas ini bermula dari pertemanan pada jejaring sosial di dunia maya, dari beberapa aktifis muslim yang kebetulan mempunyai banyak kesamaan dalam pemahaman, khususnya jika berbicara tentang dunia Aswaja.

Pemilihan kata ASWAJA GARIS LURUS sebagai icon, bertujuan agar dengan nama ASWAJA, dapat membedakan dari kelompok Non NU yang akhir-akhir ini sering menamakan diri sebagai warga Ahlus Sunnah wal Jamaah, padahal ajaran mereka jauh dari hakikat ajaran Aswaja itu sendiri.

Sedangkan kata GARIS LURUS adalah untuk membedakan dari warga NU (bahkan sebagian tokoh NU), yang sudah keluar dari ajaran aqidah KH. Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU.

Para aktifis Aswaja Garis Lurus, diharapkan dapat berdakwah dalam satu visi dan misi, yaitu mengembalikan aqidah umat Islam, agar tetap istiqamah berpegang teguh kepada aqidah Tauhid Asy’ari dan Maturidi, serta berpegang teguh kepada ajaran fiqih madzhab Syafi’i, baik  dalam beramal ibadah maupun bermuamalah.

Sedangkan, dalam bidang dakwah, di samping mengikuti madzhab Syafi’i, diharap tetap dapat memberikan solusi bagi umat Islam yang menghadapi kesulitan secara darurat, dengan mengikuti tiga Madzhab Fiqih Mu’tabar yaitu Madzab Imam Hanafi, Imam Maliki dan Imam Hanbali. 

Adapun dalam bidang Tasawwuf atau tata cara berakhlaq kepada Allah maupun tata cara berakhlaq dalam menjalin ukhuwwah islamiyah, maka komunitas Aswaja Garis Lurus mengikuti ajaran para Ulama Salaf seperti Imam Junaid Albaghdadi, yang masyhur sebagai penggagas teori Tasawwuf Berbasis Syariat, serta ajaran Alhabib Abdullah bin Alwi Alhaddad, Imam Al-Ghazali, Syekh Abdulqadir Aljailani, dan para pemuka Shufi lainnya yang senafas dengan Imam Junaid Albaghdadi.

Pada hakikatnya ajaran Tasawwuf Berbasis Syariat inilah yang sesuai dengan ajaran para Walisongo sebagai penyebar agama Islam dalam rangka Islamisasi Nusantara, yang hasilnya sudah nyata hingga hari ini, karena itu wajib dilestarikan oleh segenap aktifis komunitas Aswaja Garis Lurus.

Untuk lebih mengenal gagasan awwal berdirinya komunitas Aswaja Garis Lurus, tentunya tidak terlepas dari timbulnya rasa keresahan dan kegalauan pada diri para aktifis, setelah lama mencermati perkembangan umat Islam di Nusantara dewasa ini.

Para aktifis Aswaja Garis Lurus itu, telah merasakannya karut marutnya aqidah umat maupun pegaulan mereka di era globalisasi, hingga mereka ingin bangkit lewat dunia dakwah.

Komunitas Aswaja Garis Lurus juga didirikan demi terjalinnya Ukhuwwah Islamiyah antara Habaib, para Kyai dan Asatidzah yang berasal dari berbagai background pendidikan yang berbeda, lantas menyatu menjadi komunitas ASWAJA GARIS LURUS.

Wallahu Alam


Artikel Terkait