Surat Terbuka Anggota Banser: Cabut Perintah Pengamanan Gereja!

Shortlink:

image

*Foto Bukti Scan Surat Terbuka Anggota Banser Terkait Insiden Pembakaran Masjid Torikora

Surat terbuka kepada Yth Ketua Pengurus Besar NU

Assalaamualaikum Wr Wb,

Dengan melihat kenyataan yang memedihkan hati dengan berita dibakarnya tempat Ibadah umat Muslim di Tolikara Provinsi Papua. terlihat bentuk In Toleransi beragama di Republik Indonesia Tercinta ini telah di cederai oleh ulah Oknum Non Muslim yg telah menyulut semangat Jihad Api Peperangan Bak Sumpah Hudaibiyah zaman Rasululloh serta Api Semangat bak Perang Badar di zaman Rasululloh Saw.

Kami sebagai komunitas Banser NU yang menyadari bahwa anggota kami yang berjumlah hampir 10 juta orang dan, Fatser 5 juta orang yang tersebar di seluruh Indonesia dengan ini menyatakan dan mengeluarkan sikap usulan sebagai berikut :

1. Memohon dan meminta dengan segala hormat kepada semua Pucuk Pimpinan yang ada di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama khususnya KH. Said Aqil Syiraj, untuk mengeluarkan Perintah Komando untuk mencabut Perintah Pengamanan Gereja-Gereja di seluruh Indonesia oleh Banser NU atas permintaan Persatuan Gereja Indonesia ( PGI) selama Tiap Perayaan Hari Natal karena ,sesungguhnya Pengamanan Perayaan Hari Natal dan Perayaan Hari besar agama lainya itu adalah Tanggung Jawab dan wewenang aparat keamanan sah Negeri ini.

2. Hendaknya Tujuan Pokok dan Fungsi Banser NU di kembalikan ke Fungsi semula yang benar yaitu sebagai Pengawal Ulama NU di manapun Berada dan semua Warga NU seluruh Indonesia apabila diminta bantuanya dan tanpa diminta bantuanya untuk turun tangan membela yang benar dan terikat sumpah setia Prajurit Banser kepada Bangsa dan Negara.

3. Permohonan ini kepada Seluruh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama adalah sebagai rasa Solidaritas atas apa yang terjadi menimpa Muslim di daerah Tolikara Papua, ibarat jika para pelaku tidak di hukum dengan tegas oleh kelompoknya sendiri maka nanti Pasukan Kaum Muslimin yang ada di Bumi Indonesia yang akan menghukum mereka. cepat atau lambat karena negara ini adalah Negara Pancasila dan Negara atas hukum.

4. Kepada semua komunitas Banser NU dimanapun berada di seluruh Indonesia, ibarat satu tubuh. bagian kecil tubuh terluka maka semua tubuh ikut terluka, hendaknya menahan diri sambil menunggu Perintah Komando Tertinggi dari Ketua Tanfidziah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama jalan terbaik bagi solusi kedamaian dan kondusif demi Indonesia jaya raya abadi.

Wassalaamualaikum , Wr Wb.

Sumber status anggota resmi banser Hadi Wijaya.


Artikel Terkait