Rais Syuriah PWNU NTB Minta ManuverPembelokan NU Dihentikan

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Rais Syuriah PWNU Nusa Tenggara Barat (NTB) KH TGH Lalu Muhammad Khoiri Adnan minta agar NU dikembalikan kepada khittah dan niat suci pendirinya, yakni Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asy’ari. Permintaan itu disampaikan setelah menyaksikan kondisi NU makin tak sehat menjelang Muktamar NU ke-33 di alun-alun Jombang.

Ia minta, terutama kepada elit PBNU agar menghentikan upaya dan manuver yang membelok-belokkan NU. “Kalau mau selamat, NU harus kembali ke khittahnya,” tegas KH TGH Lalu Muhammad Khoiri didampingi Mustasyar PWNU NTB H Mahfudz.

Ia juga mengingatkan agar NU tidak dijual karena itu akan membuat NU tidak berkah. “Jangan sampai NU ini dijual- jual, karena kalau ini dilakukan maka menjadikan NU tidak berkah,” ungkapnya.


“Kalau mau selamat, NU harus kembali ke khittahnya,” tegas KH TGH Lalu Muhammad Khoiri Adnan.

Hal yang penting beliau ingatkan adalah NU harus dijalankan di atas aturan organisasi sehingga jangan sampai menabrak dan menyiasati Anggaran Dasar/Anggaran RumahTangga (AD/ART). “Tidak boleh kepentingan hawa nafsu sebagian kalangan, kemudian mengalahkan AD/ART. Termasuk memaksakan mekanisme pemilihan Rois Aam dengan menggunakan sistem ahlul halli wal aqdi (AHWA),” paparnya.

Menurut dia, tata cara pemilihan Rois Aam harus dikembalikan kepada aturan yang berlaku, yakni dilakukan dengan system perwakilan oleh pengurus wilayah dan pengurus cabang. “Di situ ada hak PWNU dan PCNU untuk memilih yang tidak bisa diambil alih oleh PBNU atau yang lain,” katanya.

KH. Mahfud menambahkan manuver sebagian elit PBNU yang memunculkan nama-nama calon anggota AHWA merupakan langkah yang aneh.
“Mekanisme AHWA-nya saja tidak sah dan belum disepakati di Muktamar. Kok sudah muncul calonnya. Apa otoritas PBNU menentukan calon AHWA secara
subyektif itu?,” katanya.

Ia juga mempertanyakan motif
pemunculan nama-nama itu karena justru bertentangan dengan alasan yang seringkali dimunculkan sebagai landasan pemaksaan AHWA, yaitu tidak akan mengadu kiai. “Lah sekarang mereka sesuka hati memunculkan nama-nama yang disuruh bersaing untuk menjadi anggota AHWA. Kan itu namanya mengadu-adu juga. Semakin aneh aja,” ungkapnya.


Artikel Terkait