Penyusunan AHWA PBNU Beraroma Liberal

Shortlink:

image

Www.NUGarisLurus.Com

NUGarisLurus.Com, Jakarta – Pengurus Besar NU telah merancang susunan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) meskipun mendapat pertentangan dari berbagai pengurus PWNU di wilayah. Berikut sumber berita dari NU Online dan tanggapan NU Garis Lurus;

AHWA

Jakarta, NU Online
Rapat gabungan Syuriyah dan Mustasyar PBNU di gedung PBNU, Jakarta, pada 30 Juni 2015 mengusulkan sekitar 39 nama calon anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Anggota rapat dari unsur Mustasyar adalah Prof Chotibul Umam, KH Nasaruddin Umar, KH Ridwan Lubis, KH Syatibi Syarwani.

Sementara dari Syuriyah antara lain KH Masdar F Mas’udi, KH Muammhad Machasin, KH Ahmad Ishomuddin, KH Malik Madany, KH Yahya C Staquf, KH Mujib Qulyubi, KH Solahudin Al-Ayubi.

Berikut 39 nama yang diusulkan sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi:

KH Muhith Muzadi (Jember)
KH Tholhah Hasan (Malang)
KH Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri)
KH Anwar Manshur (Kediri)
KH Soleh Qosim (Sidoarjo)
KH Maemun Zubair (Sarang)
KH Dimyati Rois (Kendal)
KH Sya’roni Ahmadi (Kudus)
KH Ahmad Saidi (Giren, Tegal)
KH Hasbullah Badawi (Cilacap)
KH Mahfud Ridlwan (Salatiga)
KH A. Mustofa Bisri (Rembang)
KH Abun Bunyamin (Cipasung)
KH Nuh Ad-Dawami (Garut)
KH Syatibi Syarwani (Pandeglang)
KH Abuya Muhtadi (Pandeglang)
KH Abdullah Mukhtar (Sukabumi)
KH Makhtum Hannan (Cirebon)
KH Ali Yafie (Jakarta)
KH Ma’ruf Amin (Jakarta)
KH Prof. Drs Chotibul Umam (Jakarta)
KH Sykron Makmun (Jakarta)
KH Saifuddin Amsir (Jakarta)
KH AGH Sanusi Baco (Makassar)
KH Baharudin Husain (Sulsel)
KH Abu Nawas (As’adiyah Sulsel)
KH Arif Pati (Pare-Pare)
KH Kholilurahman (Martapura)
KH Guru Sofyan (Banjarmasin)
KH Bagindo M Latter (Padang)
KH Syekh Ali Akbar Marbun (Medan)
KH Mahmudin Pasaribu (Medan)
KH Ahmad Sodiq (Lampung Timur)
KH Abdurrohim Mustofa (NTT)
KH TG Turmudzi Badrudin (NTB)
KH Nahdluddin Rayandi (Inggris/Wakil PCINU)
Prof. Dr. Hj. Chuzaemah Tahido Yanggo
Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh
Dr. Hj. Istibsyaroh Al-Hafizhah

Pembahasan seputar ahlul halli wal aqdi masih akan dituntaskan dalam Muktamar ke-33 NU di Jombang. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi mengatakan, 39 nama calon yang diusulkan itu sebagai tindak lanjut dari rapat pleno PBNU dan Munas Alim Ulama NU dan merupakan bagian dari persiapan penerapan ahlul halli wal aqdi dalam pemilihan Rais Aam PBNU.

Dalam draf yang ada, setiap PWNU dan PCNU akan mengusukan 9 nama calon ahlul halli yang selanjutnya akan ditabulasi dan dipilih 9 nama yang menempati peringkat teratas. Para anggota ahlul halli wal aqdi mempunyai hak dan wewenang untuk memilih atau dipilih sebagai Rais Aam PBNU. Para anggota ahlul halli juga bisa memilih dan menetapkan Rais Aam di luar 9 nama itu. (Abdullah Alawi)

Beraroma Liberal

Jika di lihat secara jernih, AHWA hasil godokan PBNU ini beraroma liberal di pandang dari dua sudut.

1. Memasukkan Perempuan Sebagai Calon Anggota AHWA

Dalam berbagai pemaparan AHWA di sosialisasikan dengan berbagai dalil dan yang paling kuat adalah mencontoh metode Khulafaur Rasyidin. Namun jamak di ketahui para shahabat tidak pernah memasukkan nama perempuan sebagai anggota Ahlul Halli Wal Aqdi.

Jumhur ulama mazhab masih berpegang teguh bahwa seorang perempuan haram menjadi pemimpin. Tentu kita masih ingat para pendahulu ulama kita masih tegas memberikan fatwa bahwa pemimpin harus seorang laki -laki. Namun hari ini PBNU di susupi agen liberal penganut paham kesetaraan gender.

2. Nama Tokoh Beraroma Liberal

Dalam penyusunan ini masih ada beberapa nama tokoh beraroma liberal yang ikut menyusun AHWA. Dan ada nama tokoh beraroma liberal yang masih menjadi anggota AHWA.

Hasbunallah Wa Nikmal Wakiil
Wallahul Musta’an


Artikel Terkait