Modus Baru Kecurangan Muktamar Dan Rais Syuriah PWNU NTT Pertanyakan Kesyiahan Said Agil

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Beberapa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan PWNU mengaku mendapat kode khusus dari Panitia Muktamar NU ke-33. Kode itu diberikan panitia kepada PCNU dan PWNU tertentu yang dianggap akan memilih calon yang didukung mereka.

“Kode Registrasi Anda: K5xxx. Saat di arena muktamar, berikan kode ini kepada panitia”.

Demikian bunyi SMS yang diterima salah satu ketua PCNU. Pihak Panitia menganggap Ketua PCNU yang dikirim kode registrasi itu adalah pemilik hak suara yang sudah dikondisikan dan dipastikan memilih duet incumbent.

Menurut ketua PCNU yang enggan disebut namanya, kode registrasi itu adalah kode khusus. ”Kalau tak punya kode itu mereka bisa jadi tak bisa masuk,” katanya.

”Jadi meski resmi ketua PCNU tapi kalau tak punya kode itu tak bisa masuk sehingga suaranya hangus, karena nanti untuk masuk ke lokasi persidangan pakai barcode (kode bergaris hitam putih yang dibaca mesin elektronik-red),” katanya.

Sebelumnya diberitakan bahwa beberapa PCNU menuturkan bahwa dalam beberapa hari ini ada oknum yang bergerilya ke PCNU PCNU untuk menebar teror. Oknum ini mendatangi pengurus PCNU di beberapa daerah sembari menyebar ancaman. Ia mengatakan bahwa pengurus PCNU belum tentu bisa menjadi peserta Muktamar NU jika tak tunduk dan memilih calon yang mereka sodorkan dan tak mendukung AHWA.

”Apa ada jaminan sampean bisa jadi peserta, meski sampean pengurus resmi PCNU,” demikian bahasa yang disampaikan oknum itu kepada PCNU. ( Baca juga: Praktik Kecurangan Diduga Bakal Dimulai sejak Registrasi Peserta Muktamar NU )

Namun acaman dan teror itu ternyata tidak membuat nyali PCNU ciut. Sebaliknya mereka justru tambah berani menentang AHWA. Mereka merasa tersinggung karena NU diperlakukan seperti partai politik beraliran komunis tanpa mengenal etika dan Tuhan. ”Ini sudah keterlaluan. Berarti kelompok mereka jelas gak bener dan harus dilawan untuk menyelamatkan NU,” kata seorang kiai geram.

Ketum PBNU Said Agil Siraj Aswaja Atau Syiah?

Sementara itu Sebagaimana di beritakan BangsaOnline.Com, Rais Syuriah PWNU NTT KH. Abdul Kadir Makarim mempertanyakan paham yang dianut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj.

”Saya mempertanyakan, apakah KH Said Aqil Siroj itu masih sebagai Ahlussunah wal Jamaah ataukah Syiah,” tegasnya.

Sebab KH Cholil Nafis, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU mengaku menemukan dokumen kerjasama yang ditandatangi KH Said Aqil Siroj dan Universitas Al-Musthafa Al- Alamiyah Qom Iran. (Baca juga: KH. Cholil Nafis Ungkap Kerjasama Pimpinan NU – Universitas al-Mustafa al-’Alamiyah Iran)

Ia juga menyayangkan pejabat Rais Am Syuriah PBNU KHA Mustofa Bisri (Gus Mus) yang gagal memberikan kesejukan terhadap NU. ”NU lagi gaduh karena panitia dan PBNU memaksakan AHWA, tapi beliau malah bertapa. Sudah saatnya Gus Mus keluar dari pertapaanya untuk menenteramkan organisasi. Atau dia malah ikut menikmati kegaduhan ini untuk pencalonan Rais Am,” katanya.

Karena itu Kiai Abdul Kadir Makarim mengatakan akan memperjuangkan KH Hasyim Muzadi sebagai Rois Aam masa bakti 2015-2020. Sebab, menurut dia, untuk saat ini hanya Kiai Hasyim Muzadi yang bisa menyelesaikan kegaduhan organisasi NU. ”Aqidahnya jelas, ke- Aswaja-annya jelas,” katanya. Aswaja yang dimaksud adalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah. (BangsaOnline.Com/NUGarisLurus.Com)


Artikel Terkait