Logika Kembali Kepada Al Qur’an Dan Hadits: Pembingungan Orang Awam

Shortlink:

 

NUGarisLurus.Com – Dikisahkan pada suatu hari ada seorang pasien yang datang ke Dokter, Namun ditengah jalan dicegat oleh kawannya dan berkata.

“Jangan minta obat sama dokter itu, Kembalilah ke buku farmasi yang mengajarkan puluhan ribu jenis obat. Dokter itu hanya manusia biasa seperti kita.”

Pasien pun bingung dibuatnya. Kawannya ini menambah masalah dalam hidupnya. Seharusnya sang kawan bisa membantu sang pasien untuk menemui sang Dokter tapi justru menambah ruwet masalah sang pasien dengan menyuruhnya belajar langsung pada buku farmasi kedokteran untuk menyembuhkan penyakitnya.

***
Cerita diatas adalah hayalan saja. Karena kami rasa belum ada orang waras yang akan menyuruh pasien yang sakit untuk kembali ke buku farmasi di fakultas kedokteran, Karena mereka tentu tahu bahwa pasien itu adalah orang awam yang tingkat pendidikan dan intelektualitasnya tidak mampu mencerna istilah -istilah khusus dalam ilmu kedokteran.

Lalu, mengapakah ada “orang waras” yang menyuruh orang awam untuk kembali kepada Al Qur’an dan hadits? Apa mungkin mereka tidak tahu atau pura -pura tidak tahu bahwa orang awam itu intelektualitasnya lemah? Bukankah ilmu Al Quran dan hadits itu lebih sulit dari sulit dibandingkan ilmu kedokteran? Kalau ilmu Al Quran hadits itu sulit, maka hanya orang cerdaslah yang dapat memahaminya. Orang cerdas itulah ulama. ya. para ulama mazhab.

Lalu, mengapa mereka melarang kembali kepada kitab turots ulama mazhab padahal kitab turots itu karangan dan tulisan para ulama mazhab?

Sungguh Aneh! Dunia yang sudah semakin tua dan sebuah alur logika berfikir yang mereka bangun dan mereka anggap sebagai sebuah perjuangan. Semoga Allah memberikan kita semua petunjuk Nya. Wallahu Alam Bish Showab.


Artikel Terkait