LIMA TIM PENJERUMUS KE NERAKA

Shortlink:

image

Penulis KH. Luthfi Bashori

Diriwayatkan dari Imam Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib RA, berkata, “Janganlah engkau berteman dengan lima macam orang dan janganlah menemani mereka di jalan:

1. “Janganlah engkau berteman dengan orang fasik, karena ia akan menjualmu dengan harga sesuap makanan atau kurang dari itu.” Ketika ditanya, “Apa yang kurang dari itu?” Imam Ali menjawab, “Ia mengharapkannya dan tidak memperolehnya.”

Catatan:
Berteman dengan orang fasik, seringkali menjerumuskan seseorang ke dalam kenistaan, baik di dunia maupun di akhirat. Jangankan berteman, bahkan sekedar meniru perbuatan orang fasik saja dilarang oleh Nabi Muhammad SAW, seperti dalam kasus tata cara membaca Alquran, beliau SAW bersabda: “Sekali-kali janganlah kalian membaca Alquran dengan langgam ahli kitab (Yahudi & Nasrani), dan langgamnya orang-orang fasik !”.

Contoh larangan Nabi Muhammad SAW agar umat Islam itu tidak meniru langgamnya orang-orang fasik itu, seperti baca Alquran dengan lagu Dangdut, Rock, Tembang Kenangan, Tembang Jawa, Ngremo, Mocopat, Dandang Gulo, dan semua jenis lagu nyanyian yang berkembang di masyarakat.

2.  “Janganlah engkau berteman dengan orang kikir, karena ia akan menghalangimu dari apa yang engkau butuhkan”.

Catatan:
Tidak ada kebaikan sama sekali dalam sifat kikir, bahkan sifat kikir itu adalah sebagai penyebab datangnya kemurkaan Allah SWT.

Allah berfirman yang artinya:
“Harta yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat.”  (QS. Ali Imran, 180).

Maksudnya, Allah akan menjadikan harta yang ia kikir menginfakkannya sebagai beban di pundaknya pada hari kiamat.

Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang diberikan oleh Allah harta kepadanya , kemudian ia tidak mengeluarkan zakat/shadaqahnya, maka kelak hartanya itu akan datang berwujud ular yang sangat besar yang akan menariknya dengan dua tulang rahangnya yang lebar, kemudian ia berkata, “ Saya adalah harta simpanananmu.” Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman Allah di atas hingga akhir ayat (HR. Mutttafaq alaih).

3. “Janganlah engkau berteman dengan pembohong, karena ia seperti fatamorgana. Ia menjauhkan darimu sesuatu yang dekat dan mendekatkan darimu sesuatu yang jauh”.

Catatan:
Bohong dan tipu daya adalah musuh ajaran Islam. Dalam hadits disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sesungguhnya kejujuran akan menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan menghantarkan ke dalam surga. Seseorang yang berbuat jujur oleh Allah akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya bohong itu akan menunjukkan kepada kedlaliman, dan kedlaliman itu akan menghantarkan ke arah neraka. Seseorang yang terus menerus berbuat bohong akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong.” (HR. Bukhari dan Muslim )

Rasulullah SAW bersabda:

“Pertanda orang yang munafiq ada tiga: Jika berbicara berbohong, jika berjanji mengingkari janjinya dan jika dipercaya berbuat khianat” (HR. Bukhari dan Muslim.).

4. “Janganlah engkau berteman dengan orang dungu, karena ia ingin memberi manfaat, tetapi malah merugikanmu”

Catatan:
Mempunyai teman yang bodoh dan dungu, akan banyak merugikan, baik kerugian moral maupun matreal. Mengapa musuh yang pandai itu lebih baik dari pada teman yang bodoh? Karena musuh yang pandai akan memaksa seseorang untuk belajar lebih tegas, bekerja lebih cerdas, dan berdoa lebih keras. Namun mempunyai teman yang bodoh tidak memberikan perbaikan apapun.

Pepatah Arab mengatakan, aduwwun  ‘aqil khairun min shadiqin jahil. (musuh yang pandai itu lebih baik dari pada teman yang bodoh).

Salah satu ciri orang bodoh adalah selalu pasrah bongkokan kepada orang lain, tanpa mau berpikir positif.

Dalam bahasa Jawa sering disebut sebagai: ‘Orep Opo Jare Pimpinan (Sang Idola)’.
Padahal Allah telah mencontohkan nasib orang-orang bodoh yang hidupnya itu apa kata idolanya, dalam surat Al-ahzab, sbb:

Ayat 66: “Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata, “Wahai, kiranya dahulu kami hanya taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul”

Ayat 67: Dan mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami selalu menaati/ mengikuti para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).

Ayat 68: Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.

Imam Bukhari telah meriwayatkan bahwa Sy. Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan”.

Saat ini sudah bermunculan para pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh terhadap syariat Islam, yang fatwa-fatwanya sudah banyak menyesatkan umat Islam, hingga akan menjerumuskan mereka ke arah neraka.

5. “Janganlah engkau berteman dengan pemutus hubungan keluarga, karena aku mendapatinya terlaknat dalam Kitabullah di tiga tempat”.

Catatan:
Termasuk perkara yang dimurkai oleh Allah adalah memutus tali silaturrahim. Untuk itu Nabi Muhammad SAW menerangkan:

Dari Abu Bakrah RA berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan oleh Allah siksaannya terhadap pelakunya di dunia beserta siksaan yang disimpan (ditangguhkan) untuknya di akhirat daripada kedzaliman dan memutuskan rahim (hubungan kekeluargaan)“. (HR. Attirmidzi).

Wallahu Alam


Artikel Terkait