KH. Muhammad Najih Maimoen: ‘Islam Nusantara’ Said Aqil Dan Dendam Kesumat

Shortlink:

 

NUGarisLurus.Com – Berbagai pro dan kontra terus bermunculan atas ide ‘Islam Nusantara’ yang di gagas oleh Ketum PBNU hasil muktamar Makassar Said Aqil Siraj (SAS). Berikut tanggapan KH. Muhammad Najih Maimoen atas ide nyleneh tersebut seperti yang di terima redaksi NUGarisLurus.Com;

Nahdlatoel Oelama (NU tempo dulu) mempunyai sumbangsih kepada NKRI dalam menumpas PKI. Gerakan mbah
Hasyim dan para santri yang terkenal dengan Revolusi Jihad telah mengukir sejarah, betapa NU mempunyai andil
penting lahirnya kemerdekaan RI. Sebuah sejarah pahit yang tidak pernah terlupakan oleh gerombolan komunis dan para keturunannya.

Wajar saja kalau NU dengan berbagai cara ingin mereka rusak, dengan menyusupkan tokoh-tokoh islam nyleneh
ke dalam NU, mereka ingin menjauhkan NU dari prinsip dan garis perjuangan yang pernah digariskan oleh ulama-
ulamanya terdahulu, seperti syaikh Hasyim Asy’ari, syaikh Wahhab Hasbullah, syaikh Raden Asnawi dan
ulama-ulama lainnya yang mempunyai konstiribusi terhadap lahirnya NU.

Ide “pribumisasi islam” nya GusDur, “keharusan meninjau kembali waktu pelaksanaan haji”nya Masdar Farid
Mas’udi, “menyegarkan kembali pemahaman islam” nya Ulil Abshar, “Islam Nusantara”nya Said Aqiel dan
tokoh nyleneh lainnya yang sudah masuk dalam struktural NU, merupakan transfer pemikiran untuk melampiaskan dendam kesumat tersebut.

Dibutuhkan kesatuan akidah untuk mengembalikan fungsi NU, yaitu organisasi ulama yang didirikan untuk
menjaga akidah ahlussunnah wal jama’ah, mengembagkan ajaran- ajarannya dalam pendidikan serta
mewujudkannya dalam kehidupan pribadi, beragama, berbangsa dan bernegara.

Wallahu Alam.


Artikel Terkait