Kajian Berseri: Mengajari Wahabi Mazhab Hanbali: Istinjak Bag. II

Shortlink:

image

Penulis Muhammad Lutfi Rochman Khuwaidim Ma’had Al Anshory

Pasal Menerangkan Istinjak Bag. II

Lanjutan kajian mazhab hanbali. Sebagaimana sebelumnya kami sampaikan, bahwa kaum salafi wahabi sering marah dan tersinggung jika di anggap pengikut Muhammad Bin Abdul Wahhab. Mereka lebih bangga jika mengaku pengikut mazhab Imam Ahmad Bin Hanbal. Lalu sudah benarkah klaim mereka?

Kami akan membuat kajian berseri untuk kaum wahabi tentang fiqh mazhab hanbali supaya mereka mau kembali kepada mazhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Imam Ahmad Bin Hanbal bukan mazhab Ibnu Taimiyyah apalagi Muhammad Bin Abdul Wahhab.

Kitab yang menjadi pilihan untuk dikaji adalah kitab paling ikhtishar dan ringkas dari mazhab hanbali (كتاب أخصر المختصرات في الفقه علي مذهب اﻹمام أحمد بن حنبل) yang di tulis oleh ulama mazhab Hanbali Al Imam Muhammad Bin Badruddin Bin Balbana Ad Dimasqy Al Hanbali.

د

image

image

وكره دخول خلاء بما فيه ذكر الله تعالى ، وكلام فيه بلا حاجة، و رفع ثوب قبل دنو من اﻷرض، و بول في شق ونحوه، ومس فرج بيمين بلا حاجة، واستقبال النيرين.

Beberapa yang di makruhkan ketika buang hajat adalah; Masuk kamar kecil/wc/toilet dengan membawa sesuatu yang di situ di sebut nama Allah misalnya cincin berukir lafadz Allah, Dan makruh berbincang/bersuara tanpa ada hajat/kebutuhan, Dan makruh mengangkat/membuka baju sebelum badan mendekati tanah, Dan makruh kencing di lubang dan sejenisnya (dalam mazhab Stafi’i di jelaskan sejenis lubang tanah sarang hewan), Dan makruh menyentuh zakar dengan tangan kanan tanpa hajat, Dan makruh membuang hajat sambil menghadap matahari dan rembulan (Dalam mazhab Syafi’i di jelaskan ketika di waktu pagi dan sore matahari akan terbit dan tenggelam).

وحرم استقبال قبلة واستدبارها في غير بنيان، ولبث فوق الحاجة، و بول في طريق مسلوك ونحوه، و تحت شجرة مثمرة ثمرا مقصودا.

Dan haram ketika dalam Istinjak buang hajat/kotoran menghadap ke Kiblat/arah ka’bah juga haram membelakangi kiblat dengan catatan selain di bangunan/ketika di tempat terbuka. Dalam mazhab Syafi’i di jelaskan yang penting ada satir/penutupnya. Satir tersebut tidak boleh lebih jauh dari 3 hasta dan harus lebih tinggi dari 1/3 hasta.

Dan juga haram menurut mazhab Hanbali berdiam di dalam jamban melebihi kebutuhan semestinya. Pendapat ini termasuk hal yang berbeda dalam mazhab Syafi’i karena menurut Syafi’i hal itu tidak sampai haram tapi paling jauh makruh saja seperti bermain main dengan tangan/sesuatu saat membuang hajat. Tapi meskipun berbeda mazhab Hanbali tidak pernah terdengar membid’ah -bid’ahkan hanya karena berbeda soal buang hajat di Jamban.

Dan haram kencing di jalan yang di lewati yaitu jalan tersebut terbiasa di lewati orang,  Juga haram buang hajat di bawah pohon yang di harapkan berbuah dengan buah yang memang di tuju dari penanaman pohon. Wallahu Alam Bish Showab.


Artikel Terkait