Kajian Berseri Mengajari Wahabi Mazhab Hanbali: Istinjak Bag I

Shortlink:

imagePenulis Muhammad Lutfi Rochman
Khuwaidim Ma’had Al Anshory


Pasal Tentang Istinjak/Cebok Bagian I

NUGarisLurus.Com – Lanjutan kajian mazhab hanbali. Sebagaimana sebelumnya kami sampaikan, bahwa kaum salafi wahabi sering marah dan tersinggung jika di anggap pengikut Muhammad Bin Abdul Wahhab. Mereka lebih bangga jika mengaku pengikut mazhab Imam Ahmad Bin Hanbal. Lalu sudah benarkah klaim mereka?

Kami akan membuat kajian berseri untuk kaum wahabi tentang fiqh mazhab hanbali supaya mereka mau kembali kepada mazhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Imam Ahmad Bin Hanbal bukan mazhab Ibnu Taimiyyah apalagi Muhammad Bin Abdul Wahhab.

Kitab yang menjadi pilihan untuk dikaji adalah kitab paling ikhtishar dan ringkas dari mazhab hanbali (كتاب أخصر المختصرات في الفقه علي مذهب اﻹمام أحمد بن حنبل) yang di tulis oleh ulama mazhab Hanbali Al Imam Muhammad Bin Badruddin Bin Balbana Ad Dimasqy Al Hanbali.

image

فصل
اﻹستنجاء واجب من كل خارج إلا الريح والطاهر وغير الملوث.

Pasal menerangkan Istinjak

Istinjak/Cebok hukumnya wajib dari setiap perkara kotor yang keluar dari kemaluan dan dubur kecuali kentut maka tidak wajib membersihkan dubur karena keluar angin/kentut.

Tidak wajib membersihkan juga bila yang keluar adalah barang yang suci dan tidak cair misalnya keluar batu/benda padat. pendapat ini berbeda dengan mazhab Syafi’i yang mewajibkan membersihkan diri dari setiap yang keluar dari kemaluan dan dubur meski itu suci kecuali mani maka hukumnya sunnah. Meskipun berbeda kedua mazhab tetap saling menghormati dan tidak saling menuding bid’ah dalam masalah ini.

 

 

image

وسن عند دخول خلاء قول ‘بسم الله اللهم اني اعوذ بك من الخبث والخبائث ‘ وبعد خروج منه: غفرانك، الحمد لله الذي أذهب عن اﻷذى وعافني، وتغطيةرأس،وانتعال،وتقديم رجله اليسرى دخوﻻ، واعتماد عليها جالسا، واليمنى خروجا، عكس مسجد ونعل ونحوهما،وبعد في قضاء،وطلب مكان رخو لبول، ومسح الذكر باليد اليسرى إذا انقطع البول من أصله إلي رأسه ثﻻثا،ونتره ثلاثا

“Dan di sunnahkan membaca doa ketika mau masuk tempat buang hajat air besar/kecil dengan ucapan;

‘بسم الله اللهم اني اعوذ بك من الخبث والخبائث ‘
“Dengan menyebut nama Allah, Duhai Allah aku memohon perlindunganmu dari gangguan syetan laki dan perempuan.

Dan sunnah setelah keluar membaca doa;

غفرانك، الحمد لله الذي أذهب عن اﻷذى وعافني

“Memohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan dariku kotoran dan memberikan kesehatan kepadaku”

Disunnahkan juga saat didalam kamar kecil untuk menutup kepala, memakai sandal, mendahulukan kaki kiri saat masuk dan menggunakan kaki kiri sebagai pijakan ketika duduk buang hajat.

Disunnahkan menggunakan kaki kanan ketika keluar dari kamar kecil. Hukum sunnah ini terbalik jika masuk masjid, memakai sandal dan sejenisnya maka sunnah kanan dulu ketika masuk masuk dan kiri ketika keluat. kaki kanan dulu ketika memakai sandal dan kiri dulu saat melepas sandal.

Sunnah yang lain adalah menjauh dari jangkauan keramaian orang saat buang hajat, mencari tempat/tanah yang lembek supaya tidak cipratan kotoran tidak mengotori badan, membasuh zakar dengan tangan kiri ketika air kencing telah habis berhenti dengan cara di urut dari ujung pangkal sampai ujung zakar sebanyak 3× dan menarik bersih sebanyak 3×. Alhamdulillah dalam masalah kesunnahan istinjak ini mazhab Hanbali banyak mempunyai keserupaan dengan Syafi’iyyah. Wallahu Alam


Artikel Terkait