Kajian Berseri Mengajari Wahabi Mazhab Hanbali: Bejana

Shortlink:

image

Penulis Muhammad Lutfi Rochman Khuwaidim Ma’had Al Anshory

Pasal Menerangkan Bejana

NUGarisLurus.Com, – Lanjutan dari kajian mazhab hanbali. Sebagaimana kemarin kami sampaikan, bahwa kaum salafi wahabi sering marah dan tersinggung jika di anggap pengikut Muhammad Bin Abdul Wahhab. Mereka lebih bangga jika mengaku pengikut mazhab Imam Ahmad Bin Hanbal. Lalu sudah benarkah klaim mereka?

Kami akan membuat kajian berseri untuk kaum wahabi tentang fiqh mazhab hanbali supaya mereka mau kembali kepada mazhab Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Imam Ahmad Bin Hanbal bukan mazhab Ibnu Taimiyyah apalagi Muhammad Bin Abdul Wahhab.

Kitab yang menjadi pilihan untuk dikaji adalah kitab paling ikhtishar dan ringkas dari mazhab hanbali (كتاب أخصر المختصرات في الفقه علي مذهب اﻹمام أحمد بن حنبل) yang di tulis oleh ulama mazhab Hanbali Al Imam Muhammad Bin Badruddin Bin Balbana Ad Dimasqy Al Hanbali.

image

فصل

كل إناء طاهر يباح اتخاذه واستعماله إلا أن يكون ذهبا أو فضة  أو مضببا بأحدهما، لكن تباح ضبة يسيرة من فضة لحاجة وما لم تعلم نجاسته من أنية الكفار، وثيابهم طاهرة، ولا يطهر جلد ميتة بدباغ، وكا أجزائها نجسة إلا شعرا ونحوه، والمنفصل من حي كميتته.

Pasal

Setiap bejana atau wadah sebagai tempat itu suci dan diperbolehkan untuk di gunakan dan di ambil hak guna pakai kecuali bejana dari emas maka haram. Begitu pula bejana dari perak atau bejana yang di tambal dengan emas atau perak juga haram di gunakan.

Tetapi boleh di gunakan jika tambalan terhadap bejana menggunakan perak yang sedikit karena ada hajat. pendapat ini sama dengan pendapat mazhab syafi’iyyah.

Adapun bejana milik orang -orang kafir maka boleh juga di gunakan ketika tidak diketahui bahwa bejana tersebut najis. Begitu pula pakaian kaum kafir juga suci.

Kulit bangkai binatang tidak bisa suci meskipun di samak. Samak adalah pembersihan kulit bangkai binatang dari darah dan kotoran daging yang menempel pada kulit bangkai binatang.

Dalam hal ini mazhab Hanbali berbeda pendapat dengan Syafi’i, karena menurut mazhab Syafi’i kulit bangkai bisa suci dengan di samak dan bisa di gunakan daripada di buang. Meskipun berbeda pendapat Imam Ahmad bin Hanbal adalah murid Imam Syafi’i, begitu juga Imam Syafi’i adalah murid Imam Maliki.

Meskipun beda pendapat, Namun ketiga mazhab ini saling menghormati dan tidak saling membid’ahkan. Apalagi sampai menuduh musyrik atau kafir seperti cara beragama kaum yang picik. Padahal jika saja menuruti nalar orang picik bisa saja Mazhab Hanbali menuduh syafi’i mensucikan barang najis, Maka memakai barang najis adalah haram dalam beribadah seperti sholat dan membatalkan. orang yang batal sholatnya sama dengan orang yang tidak sholat dan haram lalu masuk neraka. Begitulah contoh nalar orang picik.

Namun kedua mazhab Aswaja ini bukanlah mazhab picik yang gampang menuding bid’ah dan sesat hanya karena berbeda pendapat furu’iyyah dalam masalah fiqh dan amalan. Dari dulu sampai sekarang Syafi’iyyah tetap berpendapat kulit bangkai hasil samak bisa suci dan Hanabilah berpendapat sebaliknya tanpa sibuk saling caci karena keduanya punya dalil sendiri. Alhamdulillah.

Selanjutnya, menurut mazhab hanbali seluruh bagian dan anggota bangkai binatang itu najis kecuali rambut dan sejenisnya contohnya bulu. Adapun anggota/bagian terpisah dari binatang yang hidup hukumnya seperti bangkai yaitu najis. Alhamdulillah pendapat yang ini sama dengan mazhab Syafi’i. Wallahu Alam


Artikel Terkait