Ciri Dan Tanda Wahabi Atau Khawarij Menurut Hadits Nabi

Shortlink:

NUGarisLurus.Com, – Pendiri wahabi Muhammad bin Abdul Wahhab lahir dan besar di Najd, sehingga beliau disebut juga Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi. Hari ini Najd di sebut dengan Riyadl ibu kota Saudi Arabia.

Nabi Saw bersabda : ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺑَﺎﺭِﻙْ ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲ
ﺷَﺎﻣِﻨَﺎ ﻭَﻓِﻲ ﻳَﻤَﻨِﻨَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻭَﻓِﻲ ﻧَﺠْﺪِﻧَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺑَﺎﺭِﻙْ
ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺷَﺎﻣِﻨَﺎ ﻭَﻓِﻲ ﻳَﻤَﻨِﻨَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻭَﻓِﻲ ﻧَﺠْﺪِﻧَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﻫُﻨَﺎﻙَ ﺍﻟﺰَّﻻﺯِﻝُ ﻭَﺍﻟْﻔِﺘَﻦُ ﻭَﺑِﻬَﺎ ﻳَﻄْﻠُﻊُ ﻗَﺮْﻥُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ
” Ya Allah berilah keberkatan kepada
negeri Syam kami, berilah keberkatan
kepada negeri Yaman kami. Mereka
berkata: “Pada Nejd kami Ya
Rasulullah?!” Rasulullah berkata: “Ya
Allah berilah keberkatan pada negeri
Syam kami, berilah keberkatan pada
negeri Yaman kami.” Mereka berkata:
“Pada Nejd kami Ya Rasulullah?!”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
berkata: Disana terdapat kegoncangan
dan fitnah, serta disanalah terbitnya
tanduk Syaitan. ” (HR. Bukhari)

Zaman itu belum ada Iraq. Qarn menjadi miqat bagi penduduk Najd Hijaaz yg sekrg beribu kotakan Riyadh. Dari Ibnu Umar beliau berkata :

ﻭَﻗَّﺖَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺮْﻧًﺎ ﻟِﺄَﻫْﻞِ ﻧَﺠْﺪٍ ﻭَﺍﻟْﺠُﺤْﻔَﺔَ
ﻟِﺄَﻫْﻞِ ﺍﻟﺸَّﺄْﻡِ ﻭَﺫَﺍ ﺍﻟْﺤُﻠَﻴْﻔَﺔِ ﻟِﺄَﻫْﻞِ ﺍﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ ﻗَﺎﻝَ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﻫَﺬَﺍ ﻣِﻦْ
ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﺑَﻠَﻐَﻨِﻲ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﻟِﺄَﻫْﻞِ ﺍﻟْﻴَﻤَﻦِ ﻳَﻠَﻤْﻠَﻢُ ﻭَﺫُﻛِﺮَ ﺍﻟْﻌِﺮَﺍﻕُ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ
ﻋِﺮَﺍﻕٌ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ
“ Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam
telah menentukan miqat bagi penduduk
Najd di Qarn, Juhfah bagi penduduk
Syam, Dzul Hulaifah bagi penduduk
Madinah. Berkata Ibnu Umar “ Aku
mendengar ini dari Nabi Shallahu ‘alaihi
wa sallam dan telah sampai kepadaku
bahwa Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda “ Bagi penduduk Yaman dari
Yalamlam. Kemudian disebutkan Iraq,
maka beliau menjawab “ Ketika itu belum ada Iraq “. (HR. Bukhari : 7344)

Dari kedua hadis diatas jelaslah bahwa
yang di maksud Najd adalah daerah
dataran tinggi yang terdiri dari Yamamah ( Riyadh sekarang ), Dir`ah dan lain- lainnya, bukan Iraq, karena ketika itu orang Iraq belum memeluk islam, sementara Qarnu Manazil berhampiran dengan Yamamah (Riyadh sekarang).

Pendapat Ibnu Taimiyah

ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﻤﺠﺴﻢ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻟﻤﺴﻤﻰ ‏(ﺑﻴﺎﻥ ﺗﻠﺒﻴﺲ
ﺍﻟﺠﻬﻤﻴﺔ‏) ﺝ1 /ﺹ : 17 ﻭ ﻗﺪ ‏( ﺗﻮﺍﺗﺮ ‏) ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ
ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﺇﺧﺒﺎﺭﻩ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ﻭ ﺭﺃﺱ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺸﺮﻕ ,
ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ‏( ﻣﺸﺮﻕ ﻣﺪﻳﻨﺘﻪ ﻛﻨﺠﺪ ‏) . ﺍﻧﺘﻬﻰ. ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻣﺮﺟﻊ
ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻳﺴﻤﻲ ﺑﻠﺪ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ﻣﻄﻠﻌﺎ ﻟﻠﻔﺘﻨﺔ ﻭ
ﺭﺃﺳﺎ ﻟﻠﻜﻔﺮ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺄﺗﻲ ﺃﺫﻧﺎﺑﻪ ﺑﻤﺌﺎﺕ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨﻴﻦ

al Mujassim Ibnu Taimiyah dalam kitab
karyanya berjudul Bayan Talbis al
Jahmiyyah juz 1, hal. 17 menuliskan sebagai berikut:

“Dan telah datang berita secara mutawatir dari Rasulullah yang memberitahukan bahwa FITNAH BESAR dan PANGKAL KEKUFURAN akan muncul dari arah timur .” Arah timur yang dimaksud oleh Rasulullah adalah arah timur dari tempat tinggal Rasulullah sendiri ,yaitu arah timur kota Madinah. Dan yang dimaksud adalah Najd. Najd adalah wilayah timur dari Kota Madinah.

Kaum wahabi berusaha melindungi Syekh mereka dari tudingan ini ‘dengan berbagai cara seperti menyebut bahwa yang di maksud Nabi arah timur dan Najd adalah Kuffah Atau Iraq hari ini’

Tanggapan;

1. Jika sudah menyebut nama seperti
Najd, tidak mungkin meleset hingga jadi
nama lain seperti Iraq.
2. Di Timur Madinah (tempat Nabi
bersabda) yang ada adalah Najd. Bukan
Iraq. Iraq lebih tepat berada di sebelah
utara. Meski Nabi biasa mengucapkan
Timur atau Barat, tapi Nabi dalam hadits tentang buang air besar menyebutkan kita dilarang menghadap atau membelakangi Ka’bah saat kita buang air besar. Tapi menghadaplah ke timur atau ke barat. Jadi beda antara Utara (membelakangi Ka’bah) dengan timur Lihat Peta Najd dan Iraq niscaya anda akan tahu.
3. Posisi Najd di Timur Madinah
diperjelas lagi oleh Hadits yang
menyatakan Nabi menghadap ke arah matahari terbit. Nah Matahari Terbit itu pasti dari timur pas mengingat Madinah itu posisinya di 24 derajad Lintang Utara. Jadi tidak mungkin posisi paling utara Matahari yang cuma 23 derajad itu ada lebih utara lagi seperti di Iraq. Ini harus paham geografi dan peredaran matahari agar bisa memahami persoalan ini. Jika tidak, kita bisa sesat.
4. Saat Nabi mengucapkan hadits tsb, dakwah Nabi baru sampai ke Najd. Bukan Iraq. Makanya yang hadir di situ adalah utusan dari Syam, Yaman, dan Najd. Saat itu Iraq masih termasuk dalam Syam.
5. Najd itu dalam bahasa Arab artinya tempat yang tinggi. Ketinggian Najd adalah sekitar 1000 meter dari permukaan laut. Lebih tinggi dari Bogor. Sementara Iraq justru berada di dataran rendah.
6. Tempat miqat penduduk Najd adalah Qorn yang artinya “Tanduk”

Bantahan Firanda

Jika kita kembali memperhatikan hadits di atas :
ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺑَﺎﺭِﻙْ ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺷَﺎﻣِﻨَﺎ ﻭَﻓِﻲ ﻳَﻤَﻨِﻨَﺎ
ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻭَﻓِﻲ ﻧَﺠْﺪِﻧَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﻫُﻨَﺎﻙَ ﺍﻟﺰَّﻟَﺎﺯِﻝُ ﻭَﺍﻟْﻔِﺘَﻦُ ﻭَﺑِﻬَﺎ
ﻳَﻄْﻠُﻊُ ﻗَﺮْﻥُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : Nabi pernah bersabda : “Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Syaam kami dan Yamaan kami” . Para shahabat : “Dan juga Najd kami ?”. Beliau bersabda : “Di sana muncul bencana dan fitnah. Dan di sanalah akan muncul tanduk setan ”
Lantas kita bandingkan dengan riwayat yang lain sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ath-Thabaraani dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu:
ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺑَﺎﺭِﻙْ ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲ
ﺷَﺎﻣِﻨَﺎ، ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺑَﺎﺭِﻙْ ﻓِﻲ ﻳَﻤَﻨِﻨَﺎ، ﻓَﻘَﺎﻟَﻬَﺎ ﻣِﺮَﺍﺭﺍً، ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻲ
ﺍﻟﺜَّﺎﻟِﺜَﺔِ ﺃَﻭِ ﺍﻟﺮَّﺍﺑِﻌَﺔِ، ﻗَﺎﻟُﻮﺍ: ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ! ﻭَﻓِﻲ ﻋِﺮَﺍﻗِﻨَﺎ؟ ﻗَﺎﻝَ:
ﺇِﻥّ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﺰَّﻻَﺯِﻝَ ﻭَﺍﻟْﻔِﺘَﻦَ، ﻭَﺑِﻬَﺎ ﻳَﻄْﻠُﻊُ ﻗَﺮْﻥُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ
Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami pada Syam kami dan Yaman kami” . Beliau mengatakannya beberapa kali. Saat beliau mengatakan yang ketiga kali atau keempat, para shahabat berkata : “Wahai Rasulullah, juga pada ‘ Iraq kami ?”. Beliau bersabda “Sesungguhnya di sana terdapat bencana dan fitnah. Dan di sanalah muncul tanduk setan” [Al Mu’jamul-Kabiir, 12/384 no. 13422].
Hadits ini telah dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah, beliau telah mentakhrij hadits ini dengan menyebutkan seluruh jalan-jalan hadits ini. (Lihat Silsilah Al-Ahaadiits As- Shahihah 5/302-306, takhriij hadits no 2246)

Jawaban Atas Firanda

Ibnu Umar dalam riwayat Bukhori (Pasti Lebih Shahih) di banding riwayat Ath Thabrani meskipun sudah di shahihkan Al Albani. Jika memang wahabi masih belum mau menerima riwayat Ibnu Umar dalah Shahih Bukhari bahwa kala itu Irak belum ada. Maka mari kita gabungkan dua pendapat saja bahwa fitnah ada 2;

1. Riwayat Najd/Riyadl fitnah wahabi
2. Riwayat Irak fitnah Syiah

Selesai.

Tanda dan Ciri

Nabi juga bersabda :
ﺳَﻴَﺨْﺮُﺝُ ﻓِﻲ ﺁﺧِﺮِ ﺍﻟﺰَّﻣﺎﻥِ ﻗَﻮﻡٌ ﺃَﺣْﺪَﺍﺙُ ﺍْﻷَﺳْﻨَﺎﻥِ ﺳُﻔَﻬَﺎﺀُ ﺍْﻷَﺣْﻼَﻡِ
ﻳَﻘُﻮْﻟُﻮْﻥَ ﻗَﻮْﻝَ ﺧَﻴْﺮِ ﺍﻟْﺒَﺮِﻳَّﺔِ ﻳَﻘْﺮَﺅُﻭﻥَ ﺍْﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﻻَ ﻳُﺠَﺎﻭِﺯُ ﺣَﻨَﺎﺟِﺮَﻫُﻢْ
ﻳَﻤْﺮُﻗُﻮْﻥَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦَ ﻛَﻤَﺎ ﻳَﻤْﺮُﻕُ ﺍﻟﺴَّﻬْﻢُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮَّﻣِﻴَّﺔِ ، ﻓَﺈﺫَﺍ
ﻟَﻘِﻴْﺘُﻤُﻮْﻫُﻢْ ﻓَﺎﻗْﺘُﻠُﻮْﻫُﻢْ ، ﻓَﺈِﻥَّ ﻗَﺘْﻠَﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮﺍً ﻟِﻤَﻦْ ﻗَﺘَﻠَﻬُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻳَﻮْﻡَ
ﺍْﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔ

“ Akan keluar di akhir zaman, suatu
kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sebaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “. (HR. Imam Bukhari 3342)

١.  ﺃَﺣْﺪَﺍﺙُ ﺍْﻷَﺳْﻨَﺎﻥِ

1. Umur masih muda -muda

Firanda, Hartono A. Jaiz, Yazid Qodir Jawaz dkk

٢.  ﺳُﻔَﻬَﺎﺀُ ﺍْﻷَﺣْﻼَﻡِ

2. Angan -angan bodoh seperti mimpi

٣. ﻳَﻘُﻮْﻟُﻮْﻥَ ﻗَﻮْﻝَ ﺧَﻴْﺮِ ﺍﻟْﺒَﺮِﻳَّﺔِ

3. Sering mengucapkan Hadits Nabi

Harus pakai dalil anti mazhab fiqh harus kembali kepada hadits.

٤.  ﻳَﻘْﺮَﺅُﻭﻥَ ﺍْﻟﻘُﺮْﺁﻥَ ﻻَ ﻳُﺠَﺎﻭِﺯُ ﺣَﻨَﺎﺟِﺮَﻫُﻢْ

4. Membaca Al Qur’an tidak melewati kerongkongan

Selalu ngomong kembali kepada Al Qur’an dan Hadits dan anti fiqh bermazhab.

Nabi juga bersabda :

image

“ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan, mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan, mereka lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari busurnya, mereka tidak akan kembali (pada Islam) hingga panah itu kembali pada busurnya. Mereka seburuk-buruknya makhluk. Beruntunglah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka“, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa ciri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “. (Sunan Abu Daud : 4765)

Ciri berikutnya adalah mereka senantiasa berkoar-koar kepada kaum
muslimin lainnya agar kembali pada al-
Quran. Tanda mereka ini sangat nyata
dan kentara kita ketahui pada realita saat ini, kaum wahabi selalu teriak kepada kaum muslimin untuk kembali pada Al- Quran . Ahlus sunnah selalu mengajak pada Al-Quran karena ajaran mereka memang bersumber dari Al-Quran, namun kenapa Allah menjadikan sifat ini sebagai tanda pada kaum neo khawarij (wahabi) ? Sebab merekalah satu-satunya kelompok yang dikenali di kalangan awam yang selalu teriak mengajak pada Al-Quran sedangkan Al-Quran sendiri berlepas diri dari mereka.

Sehingga hal ini (yad’uuna ilaa kitabillah; mengajak kepada Al Quran) menjadi tanda atas kelompok ini bukan pada kelompok khawarij lainnya.

Tanda khusus pendiri ajaran wahabi adalah mereka bercukur gundul. Hal ini menambah keyakinan kita bahwa yang dimaksud oleh Nabi dalam tanda ini adalah tidak ada lain kelompok wahabi. Tidak ada satu pun kelompok ahli bid’ah yang melakukan kebiasaan dan melazimkan mencukur gundul selain kelompok wahabi ini, mereka kelompok sesat lainnya hanya bercukur gundul pada saat ibadah haji dan umrah saja sama seperti kaum muslimin Ahlus sunnah wal jama’ah (Aswaja). Namun awal mula kelompok wahabi ini di Najd dulu menjadikan mencukur gundul ini suatu kelaziman bagi pengikut mereka kapan pun dan dimana pun. Bercukur gundul ini pun telah diakui oleh Tokoh mereka; Abdul Aziz bin Hamd (cucu Muhammad bin Abdul Wahhab) dalam kitabnya Majmu’ah Ar-Rasaail wal masaail : 578.

Wallahu Alam


Artikel Terkait