BAPAK ‘HARAM’ INDONESIA

Shortlink:

image

image

Penulis KH. Luthfi Bashori

Aneh-aneh saja masyarakat di kampungku, yang sedikit mempunyai kebiasaan `latah` dan sukanya ikut-ikutan.

Karena Pak Karno mendapat gelar Bapak Proklamator Indonesia dan Pak Harto mendapatkan gelar Bapak Pembangunan Indonesia, maka muncullah istilah aneh-aneh di kampungku.

Ada seorang bernama Cak Di, yang rajin buang sampah, dan tidak pernah telat membersikan sampah dari rumahnya, sekaligus ikut rajin memindahkan isi tong sampah ke tempat pengangkutan, maka warga kampungku secara kompak menjulukinya sebagai Bapak Sampah Indonesia.

Waktu Bu RT melaksanakan hajatan keluarga, ternyata Bu RT menyuguhkan kuwe lumpur yang rasanya super enak, dengan bentuknya yang jumbo, maka dalam pembicaraan masyarakat tercipta predikat baru bagi Bu RT, yaitu Ibu Lumpur Indonesia.

Predikat demi predikat dan gelar demi gelar menjadi semakin hari semakin marak di kampungku dan semakin variatif, ada Bapak Gudang Indonesia, karena tiap hari menjaga gudang, ada Bapak Tahlil Indonesia, Bapak Gali Kubur Indonesia, dan lain sebagainya.

Seminggu ini ada istilah yang baru muncul di kampungku, yaitu Bapak Haram Indonesia. Pasalnya, ada penduduk baru yang nge-kost di salah satu rumah warga yang berada di ujung kampung. Saat ia minta izin Pak RT, ia menunjukkan KTP Islam, dan memasang tulisan kaligrafi Arab di ruang tamunya. Tapi aneh, pada awal bulan berikutnya mulai berdatangan para tamu dari sahabat-sahabatnya yang mengenakan pakaian beridentitas non muslim, dari beberapa agama. Bahkan ada juga yang menggunakan identitas tidak jelas, dan ternyata adalah pengikut aliran sesat yang kian marak berkembang di Indonesia.

Tentu saja orang-orang kampungku yang kebetulan 100 persen muslim taat, menjadi gerah oleh perilaku pendatang baru itu.

Cak Mun : Loh, penghuni baru itu namanya siapa sih?

Pak Sani : Kata Pak RT, namanya Abdurrahman, panggilannya Amang.

Cak Mun : Apa benar dia muslim ?

Subroto : Ngakunya sih Islam, tapi penganut Pluralisme

Pak Sani : Maksudnya apa Pluralisme itu ?

Subroto : Paham baru yang mengatakan bahwa semua agama itu sama-sama benar, jadi menurut mereka nggak ada seorangpun dari penganut agama yang masuk neraka, tetapi semuanya akan masuk sorga.

Buyung : Looh, kok aneh, jadi mereka itu menyamakan antara orang Islam dengan orang kafir doong … ! Itu sih pemahaman ngawuur bin ngacau…

Cak Mun : Jauh-jauh hari, saya sudah pernah dengar kalau Pluralisme itu sudah diharamkan oleh MUI dalam 11 Fatwanya yang dikeluarkan dulu.

Subroto : Wah, coba deh kita cari copy-annya Fatwa MUI itu, kalau memang sudah pernah dilarang, yaa mending kita cegah saja lewat Pak RT, agar perilaku haram dan kemungkaran aqidah itu nggak dikembangkan oleh Amang di kampung kita ini.

Pak Sani : Berarti pantas juga loh, kalau Amang ini kita panggil Bapak Haram Indonesia, gimana teman-teman, setuju nggaak ?

Warga : Setujuuuu … ! Berati mulai hari ini Amang kita panggil : BAPAK HARAM INDONESIA.

Sumber: PejuangIslam.Com


Artikel Terkait