Astaghfirullah, Kaum Muda NU Usulkan Ulil, Nusron Wahid, Zuhairi Misrawi Sebagai Anggota AHWA

Shortlink:

image

NUGarisLurus.Com – Tak jelas, apakah ini serius atau justru sindiran terhadap elit Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang ngotot mau membelakukan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) untuk pemilihan Rais Am Syuriah PBNU dalam Muktamar NU ke-33 di alun-alun Jombang Jawa Timur.

Namun begitu beberapa elit PBNU
melansir 39 nama kiai sebagai nominator AHWA, Sebuah perkumpulan yang menamakan diri Jaringan Santri Nusantara bersama sejumlah kader muda Nahdlatul Ulama mengusulkan 41 nama calon anggota AHWA. Nama-nama ini dinilai layak menjadi anggota AHWA untuk memilih dan menentukan Rais Aam PBNU pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang awal Agustus mendatang.

Usulan itu disepakati setelah melakukan pertemuan di Jakarta, Sabtu malam, 4 Juli 2015. Dalam pertemuan itu hadir di antaranya, Ahmad Muzakkir (Jaringan Santri Nusantara), Abdul Karim (Kader Muda NU), Ali Murtadlo (Pemuda Penggerak Aswaja), dan Muhammad Faisol (Aliansi Mahasiswa NU).

Ahmad Muzakkir menjelaskan, nama- nama yang diusulkan itu berdasarkan beberapa kriteria, di antaranya memiliki pemikiran keagamaan yang progresif, organisatoris, dan pengalaman politik pemerintahan yang teruji.

“Mereka adalah sosok figur muda nahdliyin yang memiliki integritas
keilmuan dan jaringan yang luas di
dalam maupun di luar negeri, serta
berpengalaman dalam memimpin
pemerintahan. Mereka semua
berlatarbelakang santri,” ujarnya.
Dia menyebut, misalnya Nusron Wahid.

Nusron saat ini tercatat sebagai ketua umum PP GP Ansor. Begitu juga Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Gus Ipul saat ini duduk di jajaran ketua PBNU dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Karena dinilai sukses baik di organisasi maupun jabatan pemerintahan, Gus Ipul dipercaya sebagai ketua panitia daerah Muktamar ke 33 NU mendatang.

“Sedangkan Ulil Abshar Abdalla adalah sosok intelektual muda NU yang memiliki jaringan internasional,” ujar pria kelahiran Banten ini memaparkan.

Berikut 41 nama calon anggota AHWA yang diusulkan jaringan santri tersebut:

Ulil Abshar Abdalla
H Nusron Wahid
H Saifullah Yusuf
KH Ishomuddin
KH Yahya C Staqub
H Imam Aziz
H Muhyiddin Arubusman
H Arif Affandi
H Masduki Baidhowi
H Slamet Effendi Yusuf
H Abdul Mun’im Dz
Hery Haryanto Azyumi
Choirul Huda
Choirul Sholeh Rosyid
Teddy
H Sulaiman Suhaimi
H Anas Thohir
Tachsin Sanjaya
Abdul Muqsith Ghazali
H Romahurmuzy
Syahrul
H Djan Faridz
Idrus Marham
KH Masyhuri Malik
H A Muhaimin Iskandar
Muhammad Nuh
H A Halim Iskandar
H Maftuh Basuni
H Thoriqul Haq
KH M Nur Iskandar SQ
Enceng Sobirin
Mustholihin
Hj Ida Fauziyah
Zuhairi Misrawi
H Imam Nahrawi
H Taufiq R Abdullah
Marwan Ja’far
Andi Jamaroh Dulung
Muhammad Natsir
Anna Muawanah
Moh Iqrom

Menurut draf, setiap PWNU dan PCNU akan mengusulkan 9 nama calon anggota AHWA, kemudian ditabulasi dan dipilih 9 nama berdasarkan peringkat teratas. Para anggota AHWA ini mempunyai hak dan wewenang untuk memilih dan dipilih sebagai Rais Aam PBNU. Para anggota
AHWA juga bisa memilih dan menetapkan Rais Aam PBNU di luar 9 nama itu.

“Kami meyakini kalau yang terpilih jadi anggota AHWA adalah nama-nama diantara 41 orang itu, maka Rais Aam PBNU hasil pilihan mereka adalah sosok figur yang visioner, alim dan organisatoris yang bisa menggerakkan jam’iyah. NU akan jaya. Karena NU ke depan butuh figur yang demikian,” tegasnya.

Innalillahi Wa Inna ilaihi Roji’uun.

(NUGarisLurus.Com/BangsaOnline.Com)


Artikel Terkait