Tanggapan KH. Idrus Ramli Atas Tudingan ‘Munafik’ Terhadap NU Garis Lurus

Shortlink:

image

Jember – Belum lama ini seorang tokoh Aswaja marah di jejaring sosial karena munculnya istilah ‘NU Garis Lurus‘. Sang tokoh akhirnya menuding munafik terhadap gerakan puritanisasi terhadap NU tersebut.

Salah satu calon ketum PBNU KH. Muhammad Idrus Ramli memberikan tanggapan tajam atas pernyataan yang terkesan emosional dan tanpa berpikir tersebut.

“Ketika ada orang mengkritik tokoh NU yang salah pikir, bukan berarti dia benci NU. Atau ketika ada sekelompok kader NU non struktural berusaha meluruskan kesalahan yang dilakukan oknum tertentu di NU misalnya dengan membuat istilah NU garis lurus, ini jangan diartikan membuat NU tandingan, apalagi sampai divonis NU palsu atau orang-orang munafik. Ini jelas ketidakdewasaan dalam berpikir,” Kata KH. Idrus Ramli, Kamis 25 Juni 2015.

Gus Idrus juga sangat menyayangkan dengan tindakan para kader nahdliyin yang sering membela dengan membabi buta jika ada tokoh NU yang di kritik ketika melakukan kesalahan.

“Sangat disayangkan ada sebagian kader – kader nahdliyyin yang berilmu, tetapi ilmunya tidak dipakai ketika ada tokoh NU disalahkan atau diluruskan. Ia akan membela tokoh tersebut secara membabi buta. Terkadang orang awam justru lebih bijak dari orang alim tersebut.
Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘ anhu berkata :
إن الحق لا يعرف بالرجال اعرفوا الحق تعرف أهله
Kebenaran tidak bisa diketahui dengan tokoh tertentu. Oleh karena itu ketahuilah kebenaran, kalian akan mengetahui siapa yang sebenarnya pengikut kebenaran dan siapa yang bukan,” Ujar Gus Idrus menjelaskan.

“Kalau kita ingin membangun organisasi NU jelas tidak akan sukses kalau hanya dilakukan dengan membela organisasi atau tokoh-tokoh NU yang pernah duduk di posisi struktural. Membangun organisasi NU akan sukses apabila kita berhasil membangun kader dan generasi NU yang baik, istiqamah dan ikhlas dalam mengawal ajaran Islam Ahlussunnah Waljamaah,” tutupnya.


Artikel Terkait