Rois Syuriah NU Jakarta: Indonesia Dikepung oleh Orang-orang yang Hendak Hancurkan Islam

Shortlink:

image

Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Maulana Kamal Yusuf saat berorasi dalam aksi bersama Gerakan Masyarakat Jakarta. (foto: suara islam)

Jakarta (SI Online) – Untuk kesekian kalinya,
Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Maulana
Kamal Yusuf turut dalam aksi Gerakan
Masyarakat Jakarta (GMJ) untuk
melengserkan Ahok, Senin (1/6/2015). Ulama
sepuh, guru para Kyai dan Ustaz di Jakarta
itu tetap tegas menolak kepemimpinan kafir di
wilayah mayoritas muslim.

“Para Ulama tidak mau dia (ahok) jadi
Gubernur, hasil kerjanya bisa kita saksikan
semuanya tidak berkah karena didasari
kekafiran,” ujar Kyai Maulana.

Ia menjelaskan, orang kafir yang menolong
dan yang memberi bimbingan adalah thogut,
yaitu setan dan iblis. “Apa yang dilakukan
tidak ada keberkahan, bagi mereka azab yang
pedih,” katanya.

Menurut Kyai Maulana, saat ini Indonesia
dikepung dengan berbagai permasalahan.
“Pertama kita dikepung adanya Kristenisasi,
lalu diadakan Cinaisme di Indonesia, dikepung
oleh orang-orang yang ingin membangkitkan
komunis, bahkan kita dikepung oleh orang-
orang yang berkuasa yang tidak pernah
mendengar aspirasi umat Islam, contohnya
kita minta dilengserkan Ahok tapi DPRD
bungkam,” ungkapnya.

“Ini semua menunjukkan bahwa kita dikepung
oleh orang-orang yang ingin menghancurkan
Islam,” kata Kyai Maulana.

Ia menambahkan, sejarah seperti yang terjadi
di zaman Nabi akan terulang kembali. Ketika
Nabi dikepung oleh orang-orang musyrik,
nasrani, dan yahudi yang meng-embargo Nabi
Muhammad dan para sahabat, tapi dibalik
semua itu Allah berikan kekuatan kepada
umat Islam.

“Mereka (Nabi dan para sahabat) tidak
gentar, mereka tidak takut, mereka tidak
mundur, bahkan mereka berkata inilah yang
dijanjikan Allah untuk menguji iman kita,
menguji Islam kita,” ucapnya.

Seperti Itulah keadaan kita sekarang, karena
itu jangan sampai kita mundur, jangan kita
lemah, jangan kita kendor, tetap kita minta
Ahok mundur dari Gubernur, Allahuakbar!,
kata Kyai Maulana.

“Hanya kalimat Laailahaillah
Muhammadarrasulullah yang akan menolong
kita, kita akan menghadapi kepungan-
kepungan itu. Mudah-mudahan perjuangan
kita diberi kekuatan oleh Allah Swt untuk
melawan segala kemunkaran, Allahuakbar!”
pungkasnya.


Artikel Terkait